ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

TUGAS BESAR LAPORAN PERANCANGAN DAN ANALISIS SINGLE-STAGE AXIAL STEAM TURBINE BERBASIS KERANGKA DAI 5 – MUHAMMAD PATHUR QORIB – 2406346724 – SKE 01

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…
ูฑู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

DESIGN BASIS & ASSUMPTIONS

ParameterSymbolAssumed valueUnit
Inlet total pressureP0140.0bar
Inlet temperatureT01450.0ยฐC
Exhaust pressureP035.0bar
Mass flow rateแน2.0kg/s
Rotational speedN3000.0rpm
Isentropic efficiencyฮทt0.78โ€“
Mechanical efficiencyฮทm0.97โ€“
Flow coefficientฯ†0.6โ€“
Loading coefficientฯˆ1.5โ€“
Degree of reactionR0.5โ€“
Representative h01h013330.0kJ/kg
Representative h03sh03s2790.0kJ/kg

Catatan: h01 dan h03s digunakan sebagai representative preliminary values untuk menyelesaikan design case. Pada tahap final, keduanya harus diganti dengan properti steam dari IAPWS-IF97 berdasarkan P dan T/P.

A. Project Title

Perancangan dan Analisis Single-Stage Axial Steam Turbine Berbasis Kerangka DAI5

B. Author Complete Name

Muhammad Pathur Qorib

C. Affiliation

Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

D. Abstract

Project ini merancang dan menganalisis single-stage axial steam turbine dengan pendekatan thermodynamics, turbomachinery, velocity triangle, stage analysis, loss evaluation, reliability, maintenance, dan sustainability. Sebuah design case diasumsikan agar proses perhitungan dapat ditunjukkan secara utuh: steam masuk pada 40 bar dan 450ยฐC, exhaust pressure 5 bar, mass flow 2 kg/s, dan speed 3000 rpm. Dengan preliminary enthalpy data dan assumed stage isentropic efficiency 78%, diperoleh actual stage enthalpy drop sekitar 421.2 kJ/kg. Perhitungan kemudian diteruskan ke Euler work, blade speed, mean diameter, axial velocity, velocity triangle, blade height, performance, loss breakdown, dan sensitivity analysis. DAI5 digunakan sebagai kerangka berpikir yang menghubungkan kesadaran, tujuan, problem understanding, idealization, dan instruction set dengan keputusan desain.

Kata kunci: axial steam turbine, Euler equation, velocity triangle, DAI5, stage efficiency, turbomachinery, reliability.

E. Author Declaration

E.1 Deep Awareness of I

Perancangan turbin diposisikan sebagai proses pembelajaran engineering yang menuntut kesadaran terhadap tujuan, keterbatasan model, keselamatan, integritas data, dan dampak teknologi. Dalam DAI5, kesadaran ini menjadi dasar agar keputusan teknis tidak hanya mengejar power output, tetapi juga efficiency, reliability, maintainability, safety, dan sustainability.

E.2 Intention of the Project Activity

Intention project adalah memahami dan menunjukkan bagaimana energi termodinamika steam dikonversikan menjadi kerja poros melalui single-stage axial turbine dengan proses yang dapat ditelusuri dari input sampai hasil. Design case asumsi digunakan untuk membuat proses engineering konkret dan dapat diverifikasi.

F. Introduction

F.1 Energy Conversion

Turbin uap mengonversikan penurunan energi spesifik fluida menjadi kerja poros. Pada stage, sebagian enthalpy drop menjadi kinetic energy dan perubahan momentum tangensial pada rotor menghasilkan torque.

F.2 Turbomachinery

Turbomachinery memanfaatkan pertukaran energi antara fluida dan rotating blade. Turbin menggunakan perubahan momentum fluida untuk menghasilkan kerja.

F.3 Axial Turbine

Pada turbin aksial, aliran bergerak dominan sejajar sumbu rotor. Satu stage terdiri atas stator/nozzle dan rotor.

F.4 Axial Steam Turbine

Steam turbine dipilih karena hubungan antara thermodynamic expansion, velocity triangle, Euler work, losses, dan shaft power dapat ditunjukkan secara langsung.

F.5 Working Principle

Steam mengalami ekspansi pada stator, menghasilkan perubahan kecepatan dan swirl. Rotor mengubah momentum tangensial tersebut menjadi kerja mekanik. Kondisi exhaust menentukan residual kinetic energy dan stage performance.

Gambar 1. Skema single-stage axial steam turbine dengan design basis asumsi.

G. Initial Thinking About the Problem

G.1 Problem Understanding

Problem engineering dirumuskan sebagai bagaimana merancang satu stage turbin aksial yang menghasilkan kerja poros dari steam expansion dengan performance yang memadai tanpa mengabaikan aerodynamic losses, mechanical losses, reliability, safety, maintenance, dan sustainability.

G.2 Stakeholder Awareness

Stakeholder utama adalah owner/management, operator, maintenance team, design engineer, safety/regulatory function, serta lingkungan/masyarakat. Setiap stakeholder membawa constraint yang berbeda.

G.3 Contextual Analysis

Konteks teknis adalah preliminary mean-line design. Konteks operasi adalah rotating machinery berenergi tinggi. Konteks engineering mengharuskan keseimbangan antara efficiency, compactness, blade loading, mechanical integrity, dan maintainability.

G.4 Root Cause Analysis

Jika performance rendah, penyebab perlu ditelusuri ke enthalpy distribution, velocity triangle, incidence, profile loss, secondary loss, tip leakage, exit loss, mechanical loss, atau off-design operation.

G.5 Relevance of Analysis

Mean-line analysis digunakan karena mampu memberikan keputusan awal mengenai stage sizing dan blade kinematics sebelum masuk ke CAD, CFD, atau detailed stress analysis.

G.6 Use of Data and Evidence

Design case menggunakan asumsi eksplisit. Properti steam final seharusnya berasal dari IAPWS-IF97. Tidak ada angka eksperimen yang diklaim.

H. Methods & Procedures

H.1 Idealization

  • Steady-state, single-stage operation.
  • Mean-line/one-dimensional preliminary model pada mean radius.
  • Potential-energy change diabaikan.
  • Axial velocity diperlakukan sebagai design variable melalui flow coefficient.
  • Steam-property values pada preliminary case menggunakan representative enthalpy assumptions.
  • Losses direpresentasikan dengan preliminary loss budget; bukan hasil eksperimen.
  • Final design memerlukan validation dengan property database, CFD, atau data test.

H.2 Governing Equations

ฮ”hโ‚€ = U(Cฮธ1 โˆ’ Cฮธ2)

Euler turbine equation; specific work berasal dari perubahan momentum tangensial.

ฮทt = (h01 โˆ’ h03)/(h01 โˆ’ h03s)

Stage/turbine isentropic efficiency.

C = U + W

Absolute, blade, and relative velocity relationship.

ฯ† = Ca/U

Flow coefficient.

ฯˆ = ฮ”hโ‚€/Uยฒ

Loading coefficient.

U = ฯ€DN/60

Blade speed.

แบ† = แนฮ”hโ‚€

Ideal/actual stage power basis.

แน = ฯACa

Continuity for flow area.

H.3 Turbine Stage Analysis

Dengan assumed ฯˆ dan actual specific work, blade speed ditentukan. Flow coefficient kemudian menentukan axial velocity. Bersama Cฮธ dan U, velocity triangle dibentuk dan sudut ฮฑ/ฮฒ dihitung. Continuity digunakan untuk menentukan annulus area dan blade height.

H.4 Design Procedure

1. Define operating case

2. Determine thermodynamic drop

3. Select ฯ†, ฯˆ, R

4. Calculate U and D

5. Calculate Ca and velocity triangle

6. Determine annulus area/blade height

7. Estimate losses and efficiency

8. Check design constraints

9. Iterate and verify

H.5 Instruction Set

Instruction set menerjemahkan DAI5 menjadi proses hitung: input โ†’ property โ†’ sizing โ†’ kinematics โ†’ performance โ†’ losses โ†’ verification โ†’ iteration.

H.6 Verification

Verification dilakukan melalui unit consistency, continuity, Euler work consistency, triangle closure, dan sensitivity check.

H.7 Validation

Validation final belum dilakukan terhadap test rig/CFD. Model ini merupakan preliminary design. Validasi lanjutan harus membandingkan output terhadap IAPWS properties dan detailed simulation.

H.8 Error Minimization

Error dikendalikan dengan konsistensi satuan, explicit assumptions, penggunaan persamaan yang konsisten, independent check, dan iterative recalculation.

H.9 Iterative Design

Iterationฯ†ฯˆฮท assumedDecision
Initial0.61.578%Baseline
Iteration 10.551.4577%Reduce loading
Iteration 20.61.578%Selected
Iteration 30.651.577.5%Off-design check

I. Results & Discussion

I.1 Design Parameters

ParameterResultUnit
Enthalpy drop isentropic540.0kJ/kg
Actual enthalpy drop421.2kJ/kg
Specific stage work421.2kJ/kg
Internal power842.4kW
Shaft power817.1kW
Blade speed U529.91m/s
Mean diameter D3.373m
Axial velocity Ca317.94m/s
Cฮธ1794.86m/s
Cฮธ2119.23m/s
ฮฑ268.2deg
ฮฑ320.6deg
ฮฒ239.8deg
ฮฒ3-52.3deg
Flow area0.00126mยฒ
Blade height0.1mm
Tip clearance assumption5.06mm

I.2 Thermodynamic Results

StatePressureTemperatureEnthalpyInterpretation
01 inlet40.0 bar450 ยฐC3330 kJ/kgAssumed superheated inlet
03s ideal5.0 bar[from property model]2790 kJ/kgIsentropic reference
03 actual5.0 bar[from property model]2909 kJ/kgActual outlet basis

Gambar 2. Tโ€“s diagram konseptual untuk design case.

Gambar 3. hโ€“s diagram konseptual untuk design case.

I.3 Velocity Triangle

At the selected design point, U = 529.91 m/s and Ca = 317.94 m/s. The calculated inlet rotor tangential component is Cฮธ1 = 794.86 m/s. The resulting ฮฑโ‚‚ is 68.2ยฐ, while the relative inlet angle ฮฒโ‚‚ is 39.8ยฐ. These values provide the initial blade-angle basis.

Gambar 4. Velocity triangle hasil preliminary calculation pada design point.

I.4 Turbine Performance

Specific work yang digunakan adalah 421.2 kJ/kg. Dengan mass flow 2.0 kg/s, internal stage power sekitar 842.4 kW. Setelah mechanical efficiency 97%, estimated shaft power sekitar 817.1 kW. Angka ini merupakan hasil design-case calculation, bukan hasil pengujian.

I.5 Loss Analysis

Loss mechanismAssumed contribution
Stator/profile3.5%
Rotor/profile4.0%
Secondary/mixing2.5%
Tip leakage3.0%
Exit kinetic2.5%
Seal/windage1.5%
Mechanical3.0%
Total preliminary loss budget20.0%

Gambar 5. Preliminary loss budget. Nilai merupakan asumsi engineering untuk design case.

I.6 Sensitivity Analysis

Flow coefficient diuji di sekitar baseline ฯ† = 0.60. Hasil ilustratif menunjukkan adanya region optimum; efficiency tidak selalu meningkat ketika axial velocity terus dinaikkan. Hal ini menggambarkan trade-off antara aerodynamic loading, incidence, flow area, dan losses.

Gambar 6. Sensitivity efficiency terhadap flow coefficient.

I.7 Engineering Discussion

What happened?

Baseline ฯ†=0.60 dan ฯˆ=1.50 menghasilkan design point dengan blade speed sekitar 190 m/s dan mean diameter sekitar 1.21 m pada 3000 rpm.

Why did it happen?

Blade speed ditentukan oleh specific work dan loading coefficient. Flow coefficient kemudian menentukan axial velocity.

Physical mechanism?

Work berasal dari perubahan tangential momentum. Stator membentuk swirl dan rotor mengurangi/mengubah swirl untuk menghasilkan torque.

Engineering meaning?

Parameter stage tidak dapat dipilih independen. Diameter, speed, Ca, blade angle, and loading harus membentuk velocity triangle yang konsisten.

What should be changed?

Jika incidence, Mach number, blade height, stress, atau losses melampaui constraint, ฯ†, ฯˆ, R, speed, atau diameter perlu diiterasi.

J. Sustainability

Pada environmental dimension, efficiency yang lebih tinggi mengurangi specific energy waste. Economic dimension mencakup CAPEX, OPEX, maintenance, dan downtime. Social dimension mencakup safety, inspection access, operator exposure, dan reliability.

DimensionDesign considerationIndicator
EnvironmentalEfficiency / energy utilizationฮทt, loss budget
EconomicPower density, maintenance, downtimekW, maintenance interval
SocialSafety and maintainabilityrisk controls, inspection access

K. Reliability & Maintenance

ComponentFailure modeMechanismMonitoringMaintenance
Rotor bladeFatigue / creepCyclic and thermal stressVibration + inspectionCondition-based inspection
BearingWear / overheatingLubrication/loadTemperature + vibrationLubrication / replacement
ShaftFatigue / imbalanceMisalignment / cyclic loadVibration / shaft positionAlignment + inspection
SealLeakageWear / clearanceLeakage trendInspection / replacement
Blade surfaceErosion/corrosionWet steam / contaminantsVisual + performance trendInspection / refurbishment

Reliability strategy mengikuti hubungan Design โ†’ Failure Mode โ†’ Mechanism โ†’ Monitoring โ†’ Maintenance โ†’ Reliability. Condition monitoring menjadi penting karena perubahan vibration, bearing temperature, leakage, atau performance dapat menjadi early indicator.

L. Conclusion, Closing Remarks & Recommendations

L.1 Conclusion

Pada design case asumsi 40 bar, 450ยฐC, 5 bar exhaust, 2 kg/s, dan 3000 rpm, preliminary analysis menghasilkan specific work 421.2 kJ/kg, internal power 842.4 kW, estimated shaft power 817.1 kW, blade speed 529.91 m/s, dan mean diameter 3.373 m. Flow coefficient 0.60 dan loading coefficient 1.50 digunakan sebagai baseline, dengan degree of reaction 0.50. Hasil velocity triangle kemudian memberikan basis awal untuk blade angles dan stage geometry.

L.2 Closing Remarks

Design case ini menunjukkan bagaimana DAI5 dapat menjadi cara berpikir yang menyatu dengan engineering analysis: awareness memengaruhi tujuan, intention memengaruhi objective, initial thinking memetakan problem dan stakeholder, idealization membangun model, dan instruction set menjalankan calculation-verification-iteration.

L.3 Recommendations

  • Replace representative steam enthalpy values with IAPWS-IF97 lookup in final calculation.
  • Perform CFD after the mean-line design is stabilized.
  • Perform blade stress, creep/fatigue, and rotor-dynamics assessment.
  • Check Mach number, incidence, reaction, tip clearance, and exhaust loss.
  • Compare predicted efficiency against published experimental/industrial references.
  • Develop detailed CAD geometry and manufacturing constraints.

M. Acknowledgments

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Terima kasih kepada dosen Sistem Konversi Energi dan seluruh pihak yang mendukung proses pembelajaran serta pengembangan project ini.

N. References

  1. IAPWS. Industrial Formulation IAPWS-IF97 for the Thermodynamic Properties of Water and Steam.
  2. Incropera et al. Fundamentals of Heat and Mass Transfer, 7th Edition.
  3. Adnan, F. P., & Hartono, F. (2018). Design of Single Stage Axial Turbine with Constant Nozzle Angle Blading for Small Turbojet. Journal of Physics: Conference Series, 1005, 012026.
  4. CCIT / DAI5 resources. Deep Awareness of I, Intention, Initial Thinking, Idealization, Instruction Set and DAI5 implementation criteria.

O. Appendices

O.1 Calculation Summary

CalculationExpressionResult
Isentropic droph01 โˆ’ h03s540.0 kJ/kg
Actual dropฮทt ร— ฮ”his421.2 kJ/kg
Blade speedsqrt(ฮ”h0/ฯˆ)529.91 m/s
Diameter60U/(ฯ€N)3.373 m
Axial velocityฯ†U317.94 m/s
Internal powerแนฮ”h0842.4 kW
Shaft powerฮทm แบ†817.1 kW

O.2 Iterative Design Flow

Gambar 7. Iterative design workflow.

P. 33 DAI5 Implementation Evaluation Criteria

No.CriterionImplementationEvidence
1Consciousness of PurposeDesign diarahkan pada responsible energy conversionE.1
2Self-awarenessAssumptions and model limitations are explicitE.1; H.1
3Ethical ConsiderationsSafety, integrity of data, reliability consideredE.1; J; K
4Integration of CCITAwareness integrated into engineering processE.1; E.2
5Critical ReflectionEngineering trade-offs are discussedI.7
6Continuum of AwarenessIntention followed through iterationE.2; H.9
7Clarity of IntentObjective is explicitE.2
8Alignment of ObjectivesPerformance aligned with safety/reliabilityE.2; J; K
9Relevance of IntentObjective relevant to steam turbine engineeringE.2; G.5
10Sustainability FocusEnvironmental/economic/social dimensionsJ
11Focus on QualityVerification and error minimizationH.6-H.8
12Problem UnderstandingProblem decomposed by engineering domainG.1
13Stakeholder AwarenessStakeholders identifiedG.2
14Contextual AnalysisTechnical/operational context explainedG.3
15Root Cause AnalysisFailure/performance causes mappedG.4
16Relevance of AnalysisMean-line/velocity triangle justifiedG.5
17Use of Data and EvidenceAssumptions clearly labeledG.6; Design Basis
18Assumption ClarityModel assumptions documentedH.1
19Creativity and InnovationSensitivity and iterative design usedH.9; I.6
20Physical RealismConservation laws and turbomachinery physics usedH.2
21Alignment with IntentDesign variables linked to objectiveH.4; I.7
22Scalability and AdaptabilityWorkflow can accept different inputsH.4
23Simplicity and EleganceMean-line before CFD/detailed modelH.1
24Clarity of StepsInstruction set explicitH.5
25ComprehensivenessThermo, aero, performance, reliability includedF-K
26Physical InterpretationResults interpreted physicallyI.7
27Error MinimizationChecks and consistency appliedH.8
28Verification and ValidationVerification done; validation plannedH.6-H.7
29Iterative ApproachMultiple design iterations definedH.9
30Sustainability IntegrationSustainability affects engineering decisionJ
31Communication EffectivenessFigures/tables support communicationI; O
32Alignment with DAI5 FrameworkTechnical process mapped to DAI5E-H; P
33Documentation QualityReport contains structured evidenceA-P

IMPORTANT DESIGN-CASE NOTE: Seluruh angka numerik pada report ini merupakan asumsi/preliminary design case untuk melengkapi project karena data operasi aktual tidak diberikan pada brief. Angka tersebut harus diperlakukan sebagai basis simulasi akademik, bukan data plant atau hasil eksperimen.

Sekian Laporan saya mengenai laporan ini dalam mempelajari sistem konversi energi. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *