Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada tahap final progress project metode numerik ini, dilakukan penyempurnaan simulasi dan analisis getaran kapal dengan mengintegrasikan seluruh metode numerik yang telah digunakan sebelumnya. Model getaran kapal dikembangkan menjadi lebih kompleks dengan mempertimbangkan interaksi antara massa kapal, redaman struktur, kekakuan material, serta pengaruh gaya eksitasi dari mesin dan gelombang laut secara bersamaan. Pengembangan ini dilakukan agar perilaku dinamis kapal dapat direpresentasikan lebih mendekati kondisi operasional nyata.
Pada tahap akhir simulasi, metode Runge-Kutta digunakan untuk menghasilkan respons getaran kapal dalam rentang waktu yang lebih panjang sehingga pola kestabilan sistem dapat diamati secara menyeluruh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem dengan nilai redaman yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mereduksi amplitudo getaran dan mempercepat proses stabilisasi. Sebaliknya, sistem dengan redaman kecil cenderung menghasilkan getaran yang bertahan lebih lama sehingga berpotensi meningkatkan risiko kerusakan struktur akibat kelelahan material.
Selain itu, metode Newton-Raphson berhasil digunakan untuk menentukan frekuensi alami sistem dengan tingkat konvergensi yang baik. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa frekuensi alami kapal berada pada rentang tertentu yang sangat sensitif terhadap perubahan kekakuan struktur dan distribusi massa kapal. Analisis ini memperlihatkan bahwa perubahan kecil pada parameter struktur dapat memengaruhi kondisi resonansi secara signifikan. Oleh karena itu, pemilihan desain struktur dan sistem redaman menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko getaran berlebih pada kapal.
Analisis menggunakan Transformasi Fourier juga memberikan hasil yang cukup jelas dalam mengidentifikasi frekuensi dominan yang muncul selama kapal beroperasi. Spektrum frekuensi menunjukkan bahwa sumber utama getaran berasal dari putaran mesin utama dan eksitasi gelombang laut. Pada beberapa kondisi operasi tertentu ditemukan adanya puncak amplitudo pada frekuensi yang mendekati frekuensi alami sistem, yang mengindikasikan potensi resonansi. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengaturan kecepatan operasi kapal dan optimasi sistem redaman dapat menjadi solusi untuk meminimalkan dampak getaran.
Berdasarkan keseluruhan progress yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode numerik mampu memberikan pendekatan yang efektif dalam menganalisis karakteristik getaran kapal secara efisien tanpa memerlukan pengujian eksperimental yang kompleks. Penggunaan metode Runge-Kutta, Newton-Raphson, dan Transformasi Fourier terbukti dapat membantu dalam memprediksi respons dinamis kapal, menentukan frekuensi alami sistem, serta mengidentifikasi frekuensi dominan penyebab getaran. Hasil project ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem monitoring getaran kapal serta mendukung perancangan struktur kapal yang lebih aman, stabil, dan tahan terhadap risiko resonansi di masa mendatang.