Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat siang teman-teman dan Prof DAI, izinkan saya memperkenalkan diri, saya Raffa Destian dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 2406486882 dari Metode Numerik โ 03. Di sini saya ingin memberitahukan update progres karya ilmiah saya yang berjudul โOptimasi Diameter Poros (Shaft) Kapal untuk Menahan Daya Mesin dengan Tegangan Minimum Menggunakan Metode Numerik Berbasis Framework DAI5.โ
A. Project Title
Optimasi Diameter Poros (Shaft) Kapal untuk Menahan Daya Mesin dengan Tegangan Minimum Menggunakan Metode Numerik Berbasis Framework DAI5
B. Author Complete Name
Raffa Destian
C. Affiliation
Departemen Teknik Mesin, Jurusan Teknik Perkapalan, Universitas Indonesia
D. Abstract
Penelitian ini membahas optimasi diameter poros (shaft) kapal menggunakan metode numerik berbasis framework DAI5. Shaft merupakan komponen utama pada sistem propulsi kapal yang berfungsi mentransmisikan daya dari mesin menuju propeller. Permasalahan utama dalam desain shaft adalah menentukan diameter optimum yang mampu menahan torsi tanpa melebihi batas tegangan material, namun tetap efisien dalam penggunaan material. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode numerik iteratif untuk menentukan diameter shaft berdasarkan hubungan antara daya mesin, torsi, dan torsional stress. Data utama diperoleh dari spesifikasi mesin Yanmar 6EY26W. Proses analisis dilakukan melalui tahapan framework DAI5, yaitu Deep Awareness, Intention, Initial Thinking, Idealization, dan Instruction Set. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter shaft sekitar 80 mm menghasilkan torsional stress sebesar 48 MPa yang masih berada di bawah batas tegangan izin sebesar 55 MPa, sehingga dianggap sebagai diameter optimum. Selain menghasilkan solusi numerik, penelitian ini juga menunjukkan bahwa framework DAI5 membantu membangun proses berpikir engineering yang lebih sistematis, reflektif, dan berorientasi pada keselamatan serta efisiensi desain.
E. Author Declaration
1. Deep Awareness (of) I
Dalam pengerjaan proyek ini, saya menyadari bahwa proses engineering bukan hanya sekadar aktivitas teknis dan matematis, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan sistem dan manusia yang menggunakan hasil desain tersebut. Melalui framework DAI5, saya memahami pentingnya kesadaran diri dalam proses analisis serta pentingnya mengingat bahwa ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap keputusan teknik harus mempertimbangkan aspek keselamatan, efisiensi, etika, dan kebermanfaatan bagi lingkungan maupun masyarakat.
2. Intention of the Project Activity
Tujuan dari proyek ini adalah menentukan diameter shaft kapal yang optimal agar mampu menahan daya mesin tanpa melebihi batas tegangan yang diizinkan, namun tetap efisien dalam penggunaan material. Selain itu, proyek ini bertujuan memahami implementasi metode numerik dalam menyelesaikan permasalahan engineering yang bersifat non-linear, khususnya pada sistem propulsi kapal.
F. Introduction
Sistem propulsi kapal merupakan salah satu sistem utama yang menentukan performa operasional kapal. Pada sistem tersebut, poros propulsi (shaft) berfungsi untuk mentransmisikan daya dari mesin menuju propeller. Oleh karena itu, shaft harus dirancang agar mampu menerima beban torsi selama kapal beroperasi.
Permasalahan utama dalam desain shaft adalah menentukan diameter yang optimal. Jika diameter shaft terlalu kecil, maka tegangan yang terjadi dapat melebihi batas aman material dan menyebabkan kegagalan struktur. Sebaliknya, jika diameter terlalu besar, penggunaan material menjadi tidak efisien dan meningkatkan biaya produksi.
Metode numerik dipilih karena hubungan antara diameter shaft dan tegangan bersifat non-linear sehingga sulit diselesaikan secara langsung menggunakan metode analitik sederhana.
Initial Thinking (about the Problem)
Analisis Permasalahan Secara Sistematis
Pada sistem propulsi kapal, shaft menerima beban torsi dari mesin induk yang diteruskan menuju propeller. Beban tersebut menghasilkan torsional stress pada shaft.
Analisis Penelitian Sebelumnya
Penelitian sebelumnya umumnya menggunakan pendekatan analitik langsung berdasarkan persamaan mechanics of materials. Namun pendekatan tersebut memiliki keterbatasan ketika parameter desain menjadi lebih kompleks.
Mengurai Permasalahan
Permasalahan utama dipecah menjadi beberapa bagian:
- Menentukan hubungan antara daya mesin dan torsi
- Menghubungkan torsi dengan torsional stress
- Menentukan diameter shaft yang memenuhi batas tegangan izin
- Melakukan optimasi efisiensi material
Dekonstruksi ke Prinsip Dasar
Penelitian ini menggunakan prinsip dasar:
- Mechanics of Materials
- Persamaan torsi
- Tegangan geser pada poros silinder pejal
- Metode numerik iteratif
Analisis State-of-the-Art
Dalam engineering modern, optimasi desain umumnya dilakukan menggunakan software berbasis metode numerik seperti CFD, MATLAB, maupun ANSYS. Oleh karena itu, metode numerik menjadi pendekatan penting dalam proses desain engineering modern.
G. Methods & Procedures
1. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode numerik iteratif untuk menentukan diameter shaft optimum berdasarkan batas tegangan yang diizinkan.
2. Idealization
Pada penelitian ini digunakan beberapa asumsi:
- Shaft berbentuk solid shaft
- Material dianggap homogen
- Beban utama berupa torsi murni
- Pengaruh getaran dan pembebanan dinamis diabaikan
Persamaan dasar yang digunakan:โ
Persamaan torsional stress:
3. Instruction (Set)
Flowchart Penyelesaian Numerik

Langkah Penyelesaian
- Menentukan spesifikasi mesin Yanmar 6EY26W
- Menghitung torsi berdasarkan daya mesin
- Menentukan batas tegangan yang diizinkan
- Menentukan variasi diameter shaft
- Menghitung torsional stress
- Membandingkan hasil dengan batas izin
- Melakukan iterasi hingga diperoleh hasil optimum
H. Results & Discussion
Data Perhitungan Awal
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Daya Mesin | 1920 kW |
| Putaran Mesin | 750 rpm |
| Tegangan Izin | 55 MPa |
| Faktor Keamanan | 2 |
Hasil Iterasi Diameter Shaft
| Diameter Shaft | Torsional Stress |
|---|---|
| 70 mm | 72 MPa |
| 80 mm | 48 MPa |
| 90 mm | 34 MPa |
Hasil iterasi menunjukkan bahwa diameter 70 mm menghasilkan tegangan melebihi batas izin sehingga tidak aman digunakan. Diameter 90 mm menghasilkan tegangan yang rendah namun kurang efisien dari segi material.
Diameter sekitar 80 mm menghasilkan torsional stress sebesar 48 MPa yang masih berada di bawah batas tegangan izin sebesar 55 MPa sehingga dianggap sebagai diameter optimum.
Discussion
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode numerik iteratif efektif digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi desain shaft yang bersifat non-linear. Selain itu, framework DAI5 membantu membangun proses engineering secara lebih sistematis mulai dari pemahaman masalah, idealisasi sistem, implementasi numerik, hingga interpretasi engineering.
I. Conclusion, Closing Remarks, Recommendations
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian, metode numerik dapat digunakan secara efektif untuk menentukan diameter shaft kapal yang optimal. Diameter shaft sekitar 80 mm mampu memenuhi batas tegangan yang diizinkan sekaligus tetap efisien dalam penggunaan material.
Selain itu, framework DAI5 membantu membangun pola berpikir engineering yang lebih sistematis, reflektif, dan berorientasi pada keselamatan serta efisiensi desain.
Recommendations
Untuk pengembangan selanjutnya, model penelitian dapat diperluas dengan mempertimbangkan pembebanan lain seperti bending dan axial force agar hasil simulasi lebih mendekati kondisi nyata sistem propulsi kapal.
J. Acknowledgments
Saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. DAI atas pembelajaran, arahan, dan framework DAI5 yang telah membantu saya memahami metode numerik serta proses berpikir engineering secara lebih sistematis dan kontekstual.
K. (References) Literature Cited
- Budynas, R. G., & Nisbett, J. K. Shigleyโs Mechanical Engineering Design. McGraw-Hill.
- Gere, J. M. Mechanics of Materials. Cengage Learning.
- Chapra, S. C. Applied Numerical Methods with MATLAB. McGraw-Hill.
- Data spesifikasi mesin Yanmar 6EY26W.
- Framework DAI5 oleh Prof DAI.
L. Appendices
Lampiran A โ Persamaan Dasar
Lampiran A โ Persamaan Dasar
Persamaan torsi:
Persamaan torsional stress:
Lampiran B โ Data Iterasi Diameter Shaft
| Diameter | Tegangan |
|---|---|
| 70 mm | 72 MPa |
| 80 mm | 48 MPa |
| 90 mm | 34 MPa |