ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | CFDSOF | VisualFOAM | 8N8 | DAI5 eBook Free Download |

Daffa Fakhri Burhannudin_2306266174_D3 Metode Numerik

Dari Data Mentah ke Model Siap Hitung: Idealisasi Propeller B4-55

Dua minggu terakhir saya sudah membangun pondasi: memahami masalah, mengidentifikasi akar penyebabnya, dan menyusun model matematisnya. Kini tiba saatnya masuk ke Pilar 4: Idealization โ€” tahap di mana kompleksitas dunia nyata disederhanakan menjadi model yang bisa dihitung.

Di minggu ini, saya menetapkan asumsi-asumsi model, memilih spesifikasi propeller dari data Wageningen B-series, dan menyusun persamaan polinomial KT serta KQ yang akan menjadi bahan baku komputasi Newton-Raphson minggu depan.


Mengapa Idealisasi Itu Penting?

Masalah nyata selalu lebih rumit dari model. Tugas seorang insinyur bukan menyederhanakan secara sembarangan, melainkan memilih dengan bijak: detail mana yang esensial, dan mana yang boleh diabaikan tanpa mengubah inti masalah.

Propeller kapal sesungguhnya dipengaruhi oleh puluhan variabel: kondisi aliran di belakang lambung, turbulensi, efek kavitasi, interaksi antara propeller dan kemudi, dan lain sebagainya. Namun untuk tujuan analisis efisiensi pada kondisi operasi normal, sebagian besar variabel tersebut bisa diabaikan melalui asumsi yang terjustifikasi secara teknis.


Asumsi-Asumsi Model

ASUMSI 01

Kondisi Open-Water

Propeller dianalisis dalam kondisi open-water test โ€” aliran bebas, seragam, dan tidak terpengaruh turbulensi lambung kapal. Ini adalah kondisi standar pengujian Wageningen B-series.

ASUMSI 02

Aliran Incompressible & Steady

Air laut diasumsikan sebagai fluida inkompresibel dengan aliran tunak (steady). Efek gelombang dan percepatan kapal diabaikan karena fokus pada kondisi operasi pelayaran normal.

ASUMSI 03

Kavitasi Diabaikan

Analisis dilakukan tanpa memperhitungkan efek kavitasi. AE/A0 = 0.55 dipilih untuk memastikan margin kavitasi yang aman pada kecepatan operasi kapal ferry.

ASUMSI 04

Properti Air Laut Standar

Densitas air laut ฯ = 1025 kg/mยณ (salinitas 3.5%, suhu 15ยฐC) dan viskositas kinematik ฮฝ = 1.188 ร— 10โปโถ mยฒ/s sesuai standar ITTC.


Pemilihan Propeller: Wageningen B4-55

Berdasarkan dua referensi utama yang saya gunakan โ€” Wageningen B-series Open Water Propeller Performance Charts (Politis, 2023) dan Practical Ship Hydrodynamics (Bertram, 2012) โ€” saya memilih propeller dengan spesifikasi berikut yang representatif untuk kapal ferry Indonesia ukuran menengah:

Seri Propeller

B4-55

Wageningen B-series

Jumlah Daun (z)

4

blades

Blade Area Ratio

0.55

AE/A0

Pitch Ratio

0.80

P/D

Diameter Propeller

2.0

meter (estimasi)

Reynolds Number

2ร—10โท

Reโ‚€.โ‚‡โ‚…R

Spesifikasi B4-55 dengan P/D = 0.80 berada dalam batas regresi valid Wageningen B-series (z=4: 0.40 โ‰ค AE/A0 โ‰ค 1.00) dan sangat umum digunakan pada kapal ferry ASDP maupun kapal perintis di jalur pelayaran domestik Indonesia.


Data Open-Water: Nilai KT, KQ, dan ฮท

Dari chart Wageningen B-series untuk B4-55, P/D = 0.80, Re = 2ร—10โท, berikut adalah nilai-nilai KT, KQ, dan efisiensi open-water (ฮทโ‚€) pada berbagai advance ratio (J):

JKT10ยทKQKQฮทโ‚€ = JยทKT / (2ฯ€ยทKQ)
0.00.40900.51400.051400.000
0.10.37900.48700.048700.124
0.20.34600.45800.045800.241
0.30.31100.42600.042600.349
0.40.27200.39100.039100.444
0.50.23100.35300.035300.520
0.60.18700.31000.031000.578
0.70.13900.26400.026400.586
0.80.08800.21300.021300.526
0.90.03300.15700.015700.302
1.0โˆ’0.0240.09600.00960โˆ’0.397

Sumber: Diadaptasi dari Politis (2023) โ€” Wageningen B-series Performance Charts, B4.055, P/D=0.80, Re=2ร—10โท

Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa efisiensi maksimum dicapai sekitar J = 0.65โ€“0.75. Inilah rentang advance ratio yang akan menjadi target pencarian Newton-Raphson pada tahap implementasi.


Model Polinomial KT dan KQ

Seperti yang dijelaskan Bertram (2012) dalam Practical Ship Hydrodynamics, KT dan KQ untuk Wageningen B-series direpresentasikan sebagai fungsi polinomial dalam bentuk:

📐 Persamaan Polinomial Wageningen (Oosterveld & Van Oossanen, 1975)

KT = ฮฃ CT ยท Js ยท (P/D)t ยท (AE/A0)u ยท Zv

KQ = ฮฃ CQ ยท Js ยท (P/D)t ยท (AE/A0)u ยท Zv

Di mana:
CT, CQ = koefisien regresi (49 koefisien untuk KT, 56 untuk KQ)
s, t, u, v = eksponen masing-masing variabel per suku polinomial
J = advance ratio | P/D = pitch ratio | AE/A0 = blade area ratio | Z = jumlah daun

Untuk nilai tetap P/D = 0.80, AE/A0 = 0.55, Z = 4, persamaan di atas menjadi fungsi satu variabel dalam J saja โ€” inilah yang akan disubstitusikan ke metode Newton-Raphson.

Koefisien KT โ€” Wageningen B-series (49 koefisien)

Tabel berikut menampilkan seluruh koefisien regresi KT standar Wageningen (Oosterveld & Van Oossanen, 1975). Kolom s, t, u, v adalah eksponen masing-masing variabel J, P/D, AE/A0, dan Z.

NoCTstuv
10.008804960000
2-0.204554031000
30.166226630100
40.068374790200
5-0.006744271100
6-0.001106360300
7-0.168529002000
80.001182281200
9-0.032588500010
100.163064001010
110.048138102010
120.004026900110
13-0.107889901110
14-0.013676100001
150.061004901001
16-0.060344502001
170.016626000101
180.011407001101
19-0.001132500201
20-0.126185003000
210.002429910210
220.065483003010
230.012654202101
24-0.039910800111
250.035757801111
26-0.014548002110
27-0.010590503100
280.001059800202
29-0.001831501201
300.000269973200
31-0.012604000020
320.003268301020
33-0.001281002020
340.017177900102
35-0.033617201102
360.012540802102
370.002103900211
38-0.014141001210
39-0.002399402210
400.002203200002
41-0.004666001002
420.002795602002
43-0.000290003002
440.001894000120
45-0.002803201120
460.001695802120
470.001056400220
48-0.001498701220
49-0.001465640322

Tabel 1. Koefisien polinomial KT Wageningen B-series โ€” 49 koefisien (Oosterveld & Van Oossanen, 1975; Bertram, 2012)


Persamaan f(J) yang Siap Diiterasi

Dengan mensubstitusikan nilai tetap P/D = 0.80, AE/A0 = 0.55, Z = 4 ke dalam persamaan polinomial di atas, KT menjadi fungsi satu variabel:

🎯 Persamaan Target Newton-Raphson

KT(J) = ฮฃ CT ยท Js ยท (0.80)t ยท (0.55)u ยท (4)v

f(J) = KT(J) โˆ’ KT,req = 0

Persamaan ini akan diselesaikan secara iteratif menggunakan Newton-Raphson:
J(n+1) = J(n) โˆ’ f(J(n)) / fโ€ฒ(J(n))

Di mana fโ€ฒ(J) adalah turunan analitik dari KT(J) terhadap J โ€” yang bisa dihitung langsung karena KT berbentuk polinomial.


Sumber Data yang Digunakan

📘

Politis, G.K. (2023) โ€” Wageningen B-series Open Water Propeller Performance Charts

DOI: 10.5281/zenodo.8352831. Sumber data chart KT, KQ, dan ฮท untuk semua kombinasi z, AE/A0, P/D, dan Reynolds number. Digunakan untuk validasi nilai tabel open-water.

📗

Bertram, V. (2012) โ€” Practical Ship Hydrodynamics, 2nd Edition

Butterworth-Heinemann, Elsevier. ISBN: 978-0-08-097150-6. Sumber rumus polinomial KT dan KQ beserta struktur tabel koefisien Wageningen B-series (Bab 2, hal. 44).

📙

Oosterveld, M.W.C. & Van Oossanen, P. (1975)

Further Computer-Analysed Data of The Wageningen B-Screw Series. International Shipbuilding Progress (ISP), Vol. 22, No. 251. Sumber asli 49 koefisien KT dan 56 koefisien KQ.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *