berikut pemetaan 33 kriteria DAI5 yang dapat digunakan untuk Project Komtek 2026.
I. Deep Awareness of I — Kriteria 1–6
| No. | Kriteria | Penerapan pada proyek Anda |
| 1 | Consciousness of Purpose | Menyadari bahwa energi surya dan sumber daya alam merupakan bagian dari ciptaan Tuhan yang perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab. |
| 2 | Self-awareness | Menyadari posisi peneliti sebagai mahasiswa Teknik Mesin dan kemungkinan adanya asumsi/bias dalam memilih energi surya. |
| 3 | Ethical Considerations | Mempertimbangkan keselamatan penumpang, operator perahu, lingkungan sungai, serta pengelolaan baterai. |
| 4 | Integration of CCIT | Proses analisis dilakukan dengan kesadaran kepada Tuhan dan menjadikan ilmu sebagai sarana memberikan manfaat. |
| 5 | Critical Reflection | Menganalisis apakah penggunaan energi surya benar-benar lebih sesuai secara teknis, ekonomi, dan lingkungan dibandingkan BBM. |
| 6 | Continuum of Awareness | Kesadaran tersebut dipertahankan dari identifikasi masalah sampai kesimpulan dan rekomendasi. |
II. Intention — Kriteria 7–11
| No. | Kriteria | Penerapan pada proyek |
| 7 | Clarity of Intent | Menentukan niat untuk menganalisis kelayakan energi surya sebagai sumber energi alternatif perahu di Mappi. |
| 8 | Alignment of Objectives | Tujuan penelitian diarahkan pada efisiensi energi, keberlanjutan, keselamatan, dan manfaat masyarakat. |
| 9 | Relevance of Intent | Penelitian relevan karena transportasi perairan merupakan bagian penting mobilitas masyarakat di wilayah perairan Mappi. |
| 10 | Sustainability Focus | Mengutamakan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM. |
| 11 | Focus on Quality | Data radiasi matahari, karakteristik perahu, kebutuhan daya, baterai, motor listrik, dan biaya harus dianalisis secara akurat. |
III. Initial Thinking — Kriteria 12–17
| No. | Kriteria | Penerapan pada proyek |
| 12 | Problem Understanding | Memahami kebutuhan energi perahu dan permasalahan penggunaan BBM sebagai sumber energi utama. |
| 13 | Stakeholder Awareness | Mempertimbangkan operator perahu, penumpang, masyarakat, pemerintah daerah, dan penyedia energi. |
| 14 | Contextual Analysis | Memasukkan kondisi geografis, sungai, intensitas matahari, pola perjalanan, jenis perahu, dan kondisi transportasi Mappi. |
| 15 | Root Cause Analysis | Mengidentifikasi penyebab ketergantungan BBM, konsumsi bahan bakar, biaya operasi, dan keterbatasan akses energi. |
| 16 | Relevance of Analysis | Analisis difokuskan pada kebutuhan nyata transportasi perairan, bukan sekadar menghitung potensi panel surya. |
| 17 | Use of Data and Evidence | Menggunakan data radiasi matahari, konsumsi BBM, daya mesin, jarak perjalanan, kecepatan, harga BBM, harga panel, baterai, dan motor listrik. |
IV. Idealization — Kriteria 18–23
| No. | Kriteria | Penerapan pada proyek |
| 18 | Assumption Clarity | Menjelaskan asumsi seperti lama operasi, efisiensi panel, efisiensi motor, kapasitas baterai, kedalaman pengosongan baterai, dan kondisi operasi. |
| 19 | Creativity and Innovation | Merancang konsep sistem perahu listrik tenaga surya yang sesuai dengan karakteristik transportasi perairan Mappi. |
| 20 | Physical Realism | Perhitungan harus mengikuti hukum energi, daya, efisiensi, kapasitas baterai, dan karakteristik propulsi yang realistis. |
| 21 | Alignment with Intent | Desain sistem harus tetap sesuai tujuan awal: menghasilkan transportasi yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan. |
| 22 | Scalability and Adaptability | Sistem dapat dikembangkan untuk berbagai ukuran perahu, rute, dan kebutuhan daya. |
| 23 | Simplicity and Elegance | Sistem dirancang sesederhana mungkin tetapi tetap memenuhi kebutuhan daya dan keselamatan. |
V. Instruction-Set — Kriteria 24–33
| No. | Kriteria | Penerapan pada proyek |
| 24 | Clarity of Steps | Menyusun alur: data surya → kebutuhan daya → kebutuhan energi → panel → baterai → motor → analisis teknis → ekonomi. |
| 25 | Comprehensiveness | Mencakup aspek teknis, energi, ekonomi, lingkungan, dan perbandingan dengan BBM. |
| 26 | Physical Interpretation | Menjelaskan arti hasil perhitungan, misalnya mengapa diperlukan panel tertentu dan bagaimana kapasitas baterai diperoleh. |
| 27 | Error Minimization | Memeriksa satuan, pembulatan, asumsi, data input, dan formula agar kesalahan perhitungan dapat diminimalkan. |
| 28 | Verification and Validation | Membandingkan hasil perhitungan dengan data literatur, spesifikasi komponen, atau data aktual perahu. |
| 29 | Iterative Approach | Jika kapasitas panel/baterai belum mencukupi, desain dihitung kembali sampai diperoleh konfigurasi yang sesuai. |
| 30 | Sustainability Integration | Menghitung pengurangan konsumsi BBM, biaya operasi, dan potensi pengurangan emisi. |
| 31 | Communication Effectiveness | Hasil disajikan dengan tabel, grafik, diagram alir, persamaan, dan bahasa yang mudah dipahami. |
| 32 | Alignment with DAI5 Framework | Seluruh proses penelitian harus konsisten dengan lima tahapan DAI5 dari kesadaran sampai instruksi penyelesaian. |
| 33 | Documentation Quality | Semua data, asumsi, rumus, perhitungan, sumber referensi, grafik, hasil simulasi, dan kesimpulan didokumentasikan dengan baik. |
Kriteria 31–33 juga digunakan dalam contoh penerapan DAI5 untuk menilai efektivitas komunikasi, kesesuaian dengan framework, dan kualitas dokumentasi. CCIT Online
Bentuk alur DAI5 untuk judul Anda
DEEP AWARENESS OF I
↓
Kesadaran terhadap manfaat energi,
lingkungan, masyarakat dan Tuhan
↓
INTENTION
↓
Menganalisis kelayakan energi surya
untuk transportasi perairan Mappi
↓
INITIAL THINKING
↓
Masalah BBM + kondisi perahu
+ potensi matahari + kebutuhan energi
↓
IDEALIZATION
↓
Model perahu listrik tenaga surya
↓
INSTRUCTION-SET
↓
Data → Perhitungan → Simulasi
→ Verifikasi → Analisis Teknis
→ Analisis Ekonomi → Perbandingan BBM
↓KESIMPULAN DAN REKOMENDASI