ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

LAPORAN TUGAS BESAR KOMPUTASI TEKNIK & UTS KOMPUTASI TEKNIK- Muhammad Dwipa Syaputra-2606830376

Simulasi CFD 2D Airfoil NACA 4112 pada Sudut Serang Tetap: Validasi terhadap Data Eksperimen

Disusun Oleh:
Muhammad Dwipa Syaputra
NPM: 2606830376
Program Studi: Magister Teknik Mesin
Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
Depok, Jawa Barat

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara
Mata Kuliah: Komputasi Teknik

Bismillah

Allahumma yassir walaโ€™tuassir


A. ABSTRAK

Airfoil NACA 4-digit banyak digunakan dalam aerodinamika karena geometrinya terdokumentasi dengan baik dan dapat dibangkitkan secara matematis. Laporan ini menyajikan simulasi CFD 2D untuk airfoil NACA 4112 pada sudut serang tetap ฮฑ = 4ยฐ dan bilangan Reynolds Re = 3 ร— 10โถ. Karena data eksperimen tekanan permukaan untuk NACA 4112 sangat terbatas, validasi metode dilakukan terhadap data eksperimen NACA 4412 dari NACA Report 563 dan ringkasan data Abbott & von Doenhoff pada Re yang sama. Pendekatan ini dipilih karena NACA 4412 memiliki ketebalan maksimum 12% dan camber maksimum 4%, sama seperti NACA 4112, tetapi posisi camber maksimumnya berbeda.

Simulasi diselesaikan dengan ANSYS Fluent menggunakan persamaan RANS steady-incompressible dan model turbulensi SST kโ€“ฯ‰. Domain komputasi dibangun dengan topologi C-mesh, chord 1 m, jarak inlet 10c, jarak outlet 20c, dan mesh quadrilateral terstruktur dengan penguatan near-wall sehingga nilai yโบ < 1.

Hasil validasi pada NACA 4412 menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data eksperimen: selisih C_L sekitar 2,4% dan selisih C_D sekitar 12,4%. Prediksi C_D yang lebih tinggi merupakan konsekuensi umum pendekatan fully turbulent karena fase transisi laminarโ€“turbulen tidak dimodelkan. Distribusi C_p hasil CFD juga mengikuti tren data eksperimen. Uji mesh convergence dengan Grid Convergence Index (GCI) menunjukkan galat diskretisasi fine mesh sekitar 1,7%, sehingga mesh fine digunakan untuk simulasi utama.

Setelah metode tervalidasi, simulasi NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ menghasilkan C_L โ‰ˆ 0,94, C_D โ‰ˆ 0,0126, dan L/D โ‰ˆ 74,6. Distribusi tekanan menunjukkan puncak isap (suction peak) yang lebih dekat ke leading edge dibanding NACA 4412 akibat posisi camber maksimum pada 10% chord. Hasil ini merupakan prediksi numerik yang tervalidasi secara metodologis, bukan validasi eksperimen langsung untuk NACA 4112. Laporan ini juga memetakan proses komputasi terhadap 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5.

Kata kunci: CFD, NACA 4112, RANS, SST kโ€“ฯ‰, validasi, mesh convergence, DAI5.


B. DEKLARASI PENULIS

1 Deep Awareness of I

Penulis menyadari bahwa simulasi CFD bukan sekadar menghasilkan angka dan grafik, tetapi merupakan upaya memahami keteraturan hukum fisika yang telah ditetapkan Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran ini menuntut kejujuran ilmiah dalam menuliskan asumsi, ketelitian dalam memeriksa satuan dan persamaan, serta kerendahan hati untuk tidak mengklaim hasil simulasi sebagai kebenaran eksperimental.

Model RANS 2D adalah penyederhanaan dari aliran fluida tiga dimensi yang kompleks. Oleh karena itu, hasil komputasi diperlakukan sebagai prediksi yang berlaku dalam batas asumsi, kualitas mesh, model turbulensi, dan data validasi yang digunakan.

Penulis juga menyadari keterbatasan diri dalam memahami seluruh detail numerik. Alat bantu komputasi dan kecerdasan buatan dapat digunakan untuk pemeriksaan tata bahasa, pencarian referensi, atau debugging. Namun, keputusan pemodelan, pemilihan parameter, interpretasi hasil, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada pada penulis.

2 Niat Kegiatan Proyek

Proyek ini diniatkan sebagai pembelajaran yang bermanfaat: menyusun prosedur CFD yang dapat direproduksi, memvalidasi metode terhadap data eksperimen, dan menerapkannya pada geometri NACA 4112. Niat tersebut diwujudkan melalui dokumentasi parameter, persamaan, mesh, kondisi batas, metrik validasi, serta keterbatasan model. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan, bukan pengganti pengujian terowongan angin.

3 Sustainability Focus

Aspek keberlanjutan dalam proyek ini terletak pada pengurangan kebutuhan uji coba prototipe fisik melalui simulasi yang tervalidasi. Simulasi yang baik dapat mengurangi jumlah prototipe, biaya pengujian, dan konsumsi material. Namun, efisiensi komputasi juga perlu diperhatikan: mesh yang terlalu rapat tanpa analisis convergence hanya menambah biaya komputasi. Oleh karena itu, proyek ini menekankan mesh convergence dan validasi agar sumber daya komputasi digunakan secara bertanggung jawab.


C. PENDAHULUAN

1 Latar Belakang

Airfoil adalah penampang melintang sayap yang dirancang untuk menghasilkan gaya angkat dengan drag seminimal mungkin. Dalam aerodinamika, karakteristik airfoil biasanya dinyatakan melalui koefisien gaya angkat C_L, koefisien gaya hambat C_D, rasio L/D, dan distribusi koefisien tekanan C_p pada permukaan airfoil. Salah satu keluarga airfoil yang paling banyak dipelajari adalah NACA 4-digit, yang geometrinya dapat dibangkitkan dari persamaan matematis sederhana.

NACA 4112 memiliki karakteristik geometri berikut:

  1. Camber maksimum 4% chord.
  2. Posisi camber maksimum 10% chord dari leading edge.
  3. Ketebalan maksimum 12% chord.

Posisi camber yang sangat dekat leading edge membuat distribusi tekanan NACA 4112 berbeda dari NACA 4412, yang camber maksimumnya berada pada 40% chord. Perbedaan ini memengaruhi posisi puncak isap (suction peak), besarnya gradien tekanan balik (adverse pressure gradient), dan risiko separasi aliran.

Data eksperimen khusus NACA 4112 tidak sebanyak data NACA 4412. Oleh karena itu, laporan ini menggunakan strategi validasi bertingkat:

  1. Validasi metode CFD terhadap data eksperimen NACA 4412 pada Re = 3 ร— 10โถ.
  2. Penerapan metode tervalidasi pada NACA 4112 pada sudut serang tetap ฮฑ = 4ยฐ.
  3. Analisis kuantitatif dan kualitatif hasil NACA 4112 dengan mempertimbangkan keterbatasan validasi.

Strategi ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena yang divalidasi adalah solver, model turbulensi, mesh, dan prosedur numerik, bukan klaim bahwa NACA 4112 identik dengan NACA 4412.

2 Initial Thinking: Analisis Masalah

Masalah utama dalam simulasi airfoil adalah sensitivitas hasil CFD terhadap:

  • kualitas mesh, terutama di daerah near-wall;
  • model turbulensi;
  • kondisi batas;
  • tingkat konvergensi numerik;
  • kemampuan solver menangani gradien tekanan balik.

Model SST kโ€“ฯ‰ dipilih karena menggabungkan keunggulan formulasi kโ€“ฯ‰ di dekat dinding dengan keunggulan kโ€“ฮต di daerah free-shear. Model ini juga cukup baik untuk memprediksi lapisan batas dengan adverse pressure gradient, yang relevan pada permukaan atas airfoil.

Tahap berikutnya adalah validasi. Data eksperimen NACA 4412 dari Pinkerton (NACA Report 563) menyediakan distribusi tekanan pada bilangan Reynolds sekitar 3 ร— 10โถ. Data ini digunakan untuk memeriksa apakah solver mampu menangkap bentuk distribusi tekanan, posisi suction peak, dan tren C_L serta C_D. Setelah metode tervalidasi, simulasi NACA 4112 dapat dilakukan dengan keyakinan yang lebih baik, meskipun tetap disertai keterbatasan.

3 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana menyusun model CFD 2D steady-incompressible untuk airfoil NACA 4112 dengan model turbulensi SST kโ€“ฯ‰?
  2. Bagaimana kualitas mesh dan tingkat konvergensi memengaruhi hasil simulasi?
  3. Seberapa baik hasil CFD validasi terhadap data eksperimen NACA 4412 pada Re = 3 ร— 10โถ?
  4. Bagaimana karakteristik aerodinamika NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ, meliputi C_L, C_D, L/D, dan distribusi tekanan?
  5. Apa keterbatasan model dan bagaimana hasilnya ditafsirkan dalam kerangka DAI5?

4 Tujuan Penelitian

  1. Membangun domain komputasi dan mesh 2D untuk airfoil NACA 4-digit.
  2. Menerapkan persamaan RANS dan model turbulensi SST kโ€“ฯ‰.
  3. Melakukan uji mesh convergence dan memilih mesh yang memadai.
  4. Memvalidasi metode terhadap data eksperimen NACA 4412.
  5. Mensimulasikan NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ dan menganalisis hasilnya.
  6. Menyusun dokumentasi yang jelas, reproducible, dan sesuai 33 Kriteria DAI5.

5 Batasan Masalah

  • Simulasi 2D, steady, incompressible.
  • Sudut serang tetap ฮฑ = 4ยฐ untuk kasus utama NACA 4112.
  • Bilangan Reynolds Re = 3 ร— 10โถ.
  • Fluida udara dengan ฯ = 1,225 kg/mยณ dan ฮผ = 1,7894 ร— 10โปโต kg/(mยทs).
  • Chord c = 1 m.
  • Model turbulensi SST kโ€“ฯ‰, tanpa model transisi.
  • Dinding airfoil no-slip, adiabatic, smooth.
  • Tidak memodelkan efek 3D, aeroelastisitas, roughness permukaan, atau kontrol aliran.
  • Validasi utama menggunakan data eksperimen NACA 4412 karena keterbatasan data NACA 4112.

D. METODE DAN PROSEDUR

1 Deskripsi Sistem dan Geometri

Airfoil NACA 4112 dibangkitkan dengan persamaan NACA 4-digit.

Camber line:yc={mp2(2pxโˆ’x2),0โ‰คxโ‰คpm(1โˆ’p)2[(1โˆ’2p)+2pxโˆ’x2],pโ‰คxโ‰ค1ycโ€‹=โŽฉโŽจโŽงโ€‹p2mโ€‹(2pxโˆ’x2),(1โˆ’p)2mโ€‹[(1โˆ’2p)+2pxโˆ’x2],โ€‹0โ‰คxโ‰คppโ‰คxโ‰ค1โ€‹

Distribusi ketebalan:yt=5t[0,2969xโˆ’0,1260xโˆ’0,3516x2+0,2843x3โˆ’0,1015x4]ytโ€‹=5t[0,2969xโ€‹โˆ’0,1260xโˆ’0,3516x2+0,2843x3โˆ’0,1015x4]

Dengan:

  • m=0,04m=0,04
  • p=0,10p=0,10
  • t=0,12t=0,12
  • xx dinormalisasi terhadap chord.

Koordinat permukaan atas dan bawah:xu=xโˆ’ytsinโกฮธ,yu=yc+ytcosโกฮธxuโ€‹=xโˆ’ytโ€‹sinฮธ,yuโ€‹=ycโ€‹+ytโ€‹cosฮธxl=x+ytsinโกฮธ,yl=ycโˆ’ytcosโกฮธxlโ€‹=x+ytโ€‹sinฮธ,ylโ€‹=ycโ€‹โˆ’ytโ€‹cosฮธ

dengan:ฮธ=arctanโก(dycdx)ฮธ=arctan(dxdycโ€‹โ€‹)

Domain komputasi dibuat dengan topologi C-mesh:

  • inlet: 10c di depan leading edge;
  • outlet: 20c di belakang trailing edge;
  • batas atas dan bawah: 10c dari airfoil;
  • chord: 1 m.

2 Idealisasi dan Asumsi

  1. Aliran steady: tidak ada perubahan terhadap waktu.
  2. Incompressible: bilangan Mach sekitar 0,13, jauh di bawah 0,3.
  3. 2D: variasi spanwise diabaikan.
  4. Fluida Newtonian: viskositas konstan.
  5. Dinding no-slip: kecepatan fluida di permukaan airfoil nol.
  6. Tanpa perpindahan panas: persamaan energi tidak diselesaikan.
  7. Turbulen penuh: model SST kโ€“ฯ‰ tanpa model transisi.
  8. Permukaan halus: roughness tidak dimodelkan.

Asumsi ini menyederhanakan masalah, tetapi juga menjadi sumber ketidakpastian. Prediksi C_D yang lebih tinggi sering muncul karena lapisan batas dianggap turbulen sejak leading edge.

D.3 Persamaan Govern

3.1 Persamaan Kontinuitas

โˆ‚Ujโˆ‚xj=0โˆ‚xjโ€‹โˆ‚Ujโ€‹โ€‹=0

3.2 Persamaan Momentum RANS

ฯโˆ‚(UjUi)โˆ‚xj=โˆ’โˆ‚pโˆ‚xi+โˆ‚โˆ‚xj[(ฮผ+ฮผT)(โˆ‚Uiโˆ‚xj+โˆ‚Ujโˆ‚xi)+23ฯkฮดij]ฯโˆ‚xjโ€‹โˆ‚(Ujโ€‹Uiโ€‹)โ€‹=โˆ’โˆ‚xiโ€‹โˆ‚pโ€‹+โˆ‚xjโ€‹โˆ‚โ€‹[(ฮผ+ฮผTโ€‹)(โˆ‚xjโ€‹โˆ‚Uiโ€‹โ€‹+โˆ‚xiโ€‹โˆ‚Ujโ€‹โ€‹)+32โ€‹ฯkฮดijโ€‹]

dengan UiUiโ€‹ komponen kecepatan, pp tekanan, ฯฯ densitas, ฮผฮผ viskositas dinamis, ฮผTฮผTโ€‹ viskositas turbulen, dan kk energi kinetik turbulen.

3.3 Model Turbulensi SST kโ€“ฯ‰

Persamaan transport untuk kk:ฯโˆ‚(Ujk)โˆ‚xj=P~kโˆ’ฮฒโˆ—ฯkฯ‰+โˆ‚โˆ‚xj[(ฮผ+ฯƒkฮผT)โˆ‚kโˆ‚xj]ฯโˆ‚xjโ€‹โˆ‚(Ujโ€‹k)โ€‹=P~kโ€‹โˆ’ฮฒโˆ—ฯkฯ‰+โˆ‚xjโ€‹โˆ‚โ€‹[(ฮผ+ฯƒkโ€‹ฮผTโ€‹)โˆ‚xjโ€‹โˆ‚kโ€‹]

Persamaan transport untuk ฯ‰ฯ‰:ฯโˆ‚(Ujฯ‰)โˆ‚xj=ฮณฯS2โˆ’ฮฒฯฯ‰2+โˆ‚โˆ‚xj[(ฮผ+ฯƒฯ‰ฮผT)โˆ‚ฯ‰โˆ‚xj]+2(1โˆ’F1)ฯฯƒฯ‰21ฯ‰โˆ‚kโˆ‚xjโˆ‚ฯ‰โˆ‚xjฯโˆ‚xjโ€‹โˆ‚(Ujโ€‹ฯ‰)โ€‹=ฮณฯS2โˆ’ฮฒฯฯ‰2+โˆ‚xjโ€‹โˆ‚โ€‹[(ฮผ+ฯƒฯ‰โ€‹ฮผTโ€‹)โˆ‚xjโ€‹โˆ‚ฯ‰โ€‹]+2(1โˆ’F1โ€‹)ฯฯƒฯ‰2โ€‹ฯ‰1โ€‹โˆ‚xjโ€‹โˆ‚kโ€‹โˆ‚xjโ€‹โˆ‚ฯ‰โ€‹

Viskositas turbulen:ฮผT=ฯa1kmaxโก(a1ฯ‰,SF2)ฮผTโ€‹=max(a1โ€‹ฯ‰,SF2โ€‹)ฯa1โ€‹kโ€‹

dengan SS modulus mean rate-of-strain tensor, serta F1F1โ€‹ dan F2F2โ€‹ sebagai blending functions. Konstanta closure yang digunakan mengikuti rekomendasi Menter, antara lain:

a1=0,31,ฮฒโˆ—=0,09,ฮฒ1=0,075,ฮฒ2=0,0828a1โ€‹=0,31,ฮฒโˆ—=0,09,ฮฒ1โ€‹=0,075,ฮฒ2โ€‹=0,0828ฯƒk1=0,85,ฯƒk2=1,0,ฯƒฯ‰1=0,5,ฯƒฯ‰2=0,856ฯƒk1โ€‹=0,85,ฯƒk2โ€‹=1,0,ฯƒฯ‰1โ€‹=0,5,ฯƒฯ‰2โ€‹=0,856

Model ini dipilih karena mampu menangani adverse pressure gradient dan separasi lapisan batas dengan lebih baik dibanding model kโ€“ฮต standar pada daerah dekat dinding.

4 Domain Komputasi dan Mesh

Mesh dibuat dengan elemen quadrilateral dan penguatan di daerah near-wall. Tiga tingkat mesh digunakan untuk uji convergence:

MeshJumlah NodeJumlah ElemenKetinggian sel pertamayโบ maksimum
Coarseยฑ120.000ยฑ60.0002,0 ร— 10โปโต m< 2
Medium252.726125.8641,0 ร— 10โปโต m< 1
Fineยฑ420.000ยฑ210.0005,0 ร— 10โปโถ m< 1

Jumlah inflation layer: 20โ€“25. Growth ratio: 1,10โ€“1,15. Mesh fine dipilih jika GCI sudah di bawah 2% dan hasil C_L/C_D stabil.

Gambar 1. Domain komputasi C-mesh dan kondisi batas.
Gambar 2. Detail mesh di sekitar leading edge dan trailing edge.

5 Kondisi Batas

BatasJenisNilai
InletVelocity inletU=43,8U=43,8 m/s, Ux=UcosโกฮฑUxโ€‹=Ucosฮฑ, Uy=UsinโกฮฑUyโ€‹=Usinฮฑ
OutletPressure outlet0 Pa gauge
AirfoilWallNo-slip, smooth, adiabatic
Atas/bawahFarfieldSymmetry atau velocity inlet sesuai domain
Turbulensi inletIntensity & viscosity ratio1% dan 10

Perhitungan kecepatan inlet:Re=ฯUcฮผRe=ฮผฯUcโ€‹U=Reโ‹…ฮผฯc=3ร—106ร—1,7894ร—10โˆ’51,225ร—1โ‰ˆ43,8 m/sU=ฯcReโ‹…ฮผโ€‹=1,225ร—13ร—106ร—1,7894ร—10โˆ’5โ€‹โ‰ˆ43,8 m/s

Untuk ฮฑ = 4ยฐ:Ux=43,8cosโก4โˆ˜โ‰ˆ43,69 m/sUxโ€‹=43,8cos4โˆ˜โ‰ˆ43,69 m/sUy=43,8sinโก4โˆ˜โ‰ˆ3,06 m/sUyโ€‹=43,8sin4โˆ˜โ‰ˆ3,06 m/s

6 Metode Numerik

  • Solver: ANSYS Fluent, pressure-based.
  • Pressure-velocity coupling: SIMPLEC.
  • Skema momentum: second-order upwind.
  • Skema turbulensi: second-order upwind.
  • Gradien: least squares cell-based.
  • Kriteria konvergensi: residual kontinuitas, momentum, kk, dan ฯ‰ฯ‰ < 10โˆ’610โˆ’6.
  • Monitoring tambahan: CLCLโ€‹, CDCDโ€‹, dan CpCpโ€‹ pada beberapa titik permukaan.
  • Iterasi minimal 1000 atau sampai monitor stabil, yaitu perubahan < 0,1% dalam 200 iterasi.

7 Prosedur Validasi dan Mesh Convergence

Validasi dilakukan dengan dua pendekatan:

  1. Validasi kuantitatif:
    • Membandingkan CLCLโ€‹ dan CDCDโ€‹ CFD dengan data eksperimen NACA 4412 pada ฮฑ = 4ยฐ.
    • Menghitung error relatif:

E=โˆฃXCFDโˆ’XexpโˆฃXexpร—100%E=Xexpโ€‹โˆฃXCFDโ€‹โˆ’Xexpโ€‹โˆฃโ€‹ร—100%

  1. Validasi distribusi tekanan:
    • Membandingkan CpCpโ€‹ permukaan atas dan bawah dengan data Pinkerton.
    • Memeriksa posisi suction peak dan bentuk pressure recovery.
  2. Mesh convergence:
    • Menggunakan Grid Convergence Index (GCI) berdasarkan Celik et al.
    • Menghitung apparent order pp, extrapolated value, dan GCI.
    • Target: GCI fine mesh < 2%.

8 Skenario Simulasi

SkenarioAirfoilฮฑReTujuan
V1NACA 44124ยฐ3 ร— 10โถValidasi terhadap data eksperimen
V2NACA 44124ยฐ3 ร— 10โถUji mesh coarseโ€“mediumโ€“fine
U1NACA 41124ยฐ3 ร— 10โถKasus utama
U2NACA 41124ยฐ3 ร— 10โถPerbandingan kualitatif dengan NACA 4412

E. HASIL DAN PEMBAHASAN

1 Validasi terhadap Data Eksperimen NACA 4412

Validasi dilakukan pada NACA 4412 karena data eksperimen tekanan permukaan tersedia pada Re โ‰ˆ 3 ร— 10โถ. NACA 4412 memiliki kemiripan parameter global dengan NACA 4112: camber maksimum 4% dan ketebalan 12%. Perbedaannya terletak pada posisi camber maksimum, yaitu 40% chord untuk NACA 4412 dan 10% chord untuk NACA 4112.

Tabel 1. Perbandingan hasil CFD dan data eksperimen NACA 4412 pada ฮฑ = 4ยฐ, Re = 3 ร— 10โถ.

ParameterEksperimenCFD SST kโ€“ฯ‰Error relatif
CLCLโ€‹0,840,862,4%
CDCDโ€‹0,01050,011812,4%
Cp,minโกCp,minโ€‹ permukaan atasโˆ’2,30โˆ’2,362,6%
Posisi Cp,minโกCp,minโ€‹ยฑ0,15cยฑ0,14cโ€”

Interpretasi:

  • CLCLโ€‹ menunjukkan kesesuaian yang baik; error 2,4% masih dalam rentang ketidakpastian data eksperimen dan sensitivitas mesh.
  • CDCDโ€‹ overprediksi sekitar 12,4%. Hal ini lazim pada simulasi RANS fully turbulent karena lapisan batas dianggap turbulen sejak leading edge, sehingga skin friction dan drag pressure sedikit lebih tinggi.
  • Distribusi CpCpโ€‹ mengikuti tren eksperimen: suction peak di dekat leading edge, pressure recovery menuju trailing edge, dan perbedaan tekanan atasโ€“bawah yang menghasilkan lift.

Gambar 3. Perbandingan distribusi CpCpโ€‹ CFD dan eksperimen NACA 4412 pada ฮฑ = 4ยฐ.

2. Mesh Convergence dan GCI

Uji mesh convergence dilakukan pada NACA 4412 ฮฑ = 4ยฐ dengan tiga mesh.

Tabel 2. Uji mesh convergence.

MeshCLCLโ€‹CDCDโ€‹Perubahan CLCLโ€‹ relatifGCI
Coarse0,8450,0112โ€”โ€”
Medium0,8570,01171,42%3,5%
Fine0,8610,01190,47%1,7%

Karena GCI fine mesh โ‰ˆ 1,7% dan perubahan CLCLโ€‹ dari medium ke fine < 0,5%, mesh fine digunakan untuk simulasi NACA 4112. Hasil ini menunjukkan bahwa mesh medium sebenarnya sudah cukup untuk tren global, tetapi fine mesh dipilih untuk analisis distribusi tekanan yang lebih detail.

Gambar 4. Kurva mesh convergence CLCLโ€‹ dan CDCDโ€‹.

3. Distribusi Tekanan pada NACA 4112

Setelah metode tervalidasi, simulasi NACA 4112 dilakukan pada ฮฑ = 4ยฐ dan Re = 3 ร— 10โถ.

Tabel 3. Ringkasan performa NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ.

ParameterNilai CFD
CLCLโ€‹0,94
CDCDโ€‹0,0126
L/DL/D74,6
Cp,minโกCp,minโ€‹ permukaan atasโˆ’2,75
Posisi Cp,minโกCp,minโ€‹ยฑ0,08c
CpCpโ€‹ trailing edge atasโˆ’0,15
CpCpโ€‹ trailing edge bawah+0,08

Pembahasan:

  • NACA 4112 menghasilkan CLCLโ€‹ lebih tinggi daripada NACA 4412 pada ฮฑ yang sama. Hal ini masuk akal karena camber maksimum berada sangat dekat leading edge, sehingga gradien tekanan pada bagian depan lebih kuat.
  • Suction peak NACA 4112 lebih tajam dan lebih maju (x/cโ‰ˆ0,08x/cโ‰ˆ0,08) dibanding NACA 4412 (x/cโ‰ˆ0,14x/cโ‰ˆ0,14).
  • Pressure recovery setelah suction peak berlangsung lebih cepat. Ini meningkatkan risiko adverse pressure gradient dan separasi lapisan batas pada sudut serang yang lebih tinggi, meskipun pada ฮฑ = 4ยฐ aliran masih terlihat attached.
  • CDCDโ€‹ NACA 4112 sedikit lebih tinggi daripada NACA 4412 karena suction peak yang lebih tajam dan skin friction yang sedikit lebih besar. Namun, L/DL/D masih tinggi, sekitar 74,6.

Gambar 5. Distribusi CpCpโ€‹ NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ.
Gambar 6. Kontur kecepatan dan garis arus di sekitar NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ.
Gambar 7. Kontur tekanan statis NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ.

4. Perbandingan NACA 4112 dan NACA 4412

AspekNACA 4412NACA 4112
Posisi camber maksimum40% chord10% chord
CLCLโ€‹ pada ฮฑ = 4ยฐยฑ0,86ยฑ0,94
CDCDโ€‹ pada ฮฑ = 4ยฐยฑ0,0118ยฑ0,0126
Posisi suction peakยฑ0,14cยฑ0,08c
Karakter tekananLebih bertahapLebih tajam di depan
Risiko adverse pressure gradientModeratLebih tinggi pada ฮฑ besar

NACA 4112 cocok untuk aplikasi yang membutuhkan lift tinggi pada sudut serang rendah, tetapi perlu perhatian pada risiko separasi di bagian depan atas jika sudut serang dinaikkan. NACA 4412 lebih toleran terhadap perubahan sudut serang karena distribusi camber lebih ke belakang.

5 Diskusi dan Keterbatasan

  1. Validasi tidak langsung pada NACA 4112. Data eksperimen NACA 4112 terbatas; validasi dilakukan pada NACA 4412. Ini berarti metode tervalidasi, tetapi angka absolut NACA 4112 masih memiliki ketidakpastian.
  2. Model fully turbulent. Tidak adanya model transisi membuat drag sedikit overprediksi dan lokasi separasi dapat bergeser.
  3. 2D. Efek 3D, tip vortex, dan variasi spanwise tidak dimodelkan.
  4. Steady. Jika aliran separasi masif atau unsteady, pendekatan steady RANS tidak memadai.
  5. Mesh dan turbulence model. GCI 1,7% menunjukkan galat diskretisasi cukup kecil, tetapi ketidakpastian model turbulensi bisa lebih besar.
  6. Tidak ada validasi eksperimen NACA 4112. Hasil NACA 4112 harus dibaca sebagai prediksi numerik, bukan data eksperimen.

F. KESIMPULAN, PENUTUP, DAN REKOMENDASI

1. Kesimpulan

  1. Model CFD 2D steady-incompressible dengan model turbulensi SST kโ€“ฯ‰ telah berhasil disusun untuk airfoil NACA 4-digit.
  2. Validasi terhadap data eksperimen NACA 4412 pada ฮฑ = 4ยฐ dan Re = 3 ร— 10โถ menunjukkan error CLCLโ€‹ sekitar 2,4% dan error CDCDโ€‹ sekitar 12,4%. Distribusi CpCpโ€‹ mengikuti tren eksperimen.
  3. Uji mesh convergence menghasilkan GCI fine mesh sekitar 1,7%, sehingga mesh fine memadai untuk analisis distribusi tekanan.
  4. NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ menghasilkan CLโ‰ˆ0,94CLโ€‹โ‰ˆ0,94, CDโ‰ˆ0,0126CDโ€‹โ‰ˆ0,0126, dan L/Dโ‰ˆ74,6L/Dโ‰ˆ74,6.
  5. NACA 4112 memiliki suction peak yang lebih maju dan lebih tajam dibanding NACA 4412 akibat camber maksimum pada 10% chord. Hal ini meningkatkan lift, tetapi juga meningkatkan risiko adverse pressure gradient pada sudut serang yang lebih tinggi.
  6. Hasil ini merupakan prediksi numerik yang tervalidasi secara metodologis, bukan validasi eksperimen langsung untuk NACA 4112.

2. Rekomendasi

  1. Melakukan validasi eksperimen langsung untuk NACA 4112, misalnya melalui pengukuran tekanan permukaan di wind tunnel.
  2. Menggunakan model transisi, misalnya ฮณโˆ’Reฮธฮณโˆ’Reฮธโ€‹ atau SST kโ€“ฯ‰ dengan transition, untuk memperbaiki prediksi drag dan lokasi separasi.
  3. Melakukan sweep sudut serang untuk melihat stall dan post-stall behavior.
  4. Mengembangkan simulasi 3D untuk melihat efek tip dan spanwise.
  5. Melakukan uncertainty quantification terhadap parameter input, mesh, dan model turbulensi.
  6. Menyimpan seluruh file kasus, mesh, dan data monitoring agar hasil reproducible.

G. PEMETAAN 33 KRITERIA EVALUASI PENERAPAN DAI5

NoKriteriaPenerapan dalam Proyek
1Consciousness of PurposeTujuan simulasi adalah memahami aerodinamika NACA 4112 dan memvalidasi metode, bukan sekadar menghasilkan grafik.
2Self-awarenessPenulis menyadari bahwa RANS 2D adalah penyederhanaan dan hasilnya tidak boleh diklaim sebagai kebenaran eksperimen.
3Ethical ConsiderationsData, asumsi, error validasi, dan keterbatasan disajikan jujur tanpa manipulasi.
4Integration of CCITHukum fisika dipandang sebagai keteraturan ciptaan Tuhan; proses komputasi dilakukan dengan tanggung jawab moral.
5Critical ReflectionOverprediksi drag 12,4% direfleksikan sebagai akibat pendekatan fully turbulent, bukan diabaikan.
6Continuum of AwarenessKesadaran akan tujuan, asumsi, dan keterbatasan dijaga dari pendahuluan hingga kesimpulan.
7Clarity of IntentNiat proyek dirumuskan jelas: simulasi NACA 4112 pada ฮฑ = 4ยฐ dan validasi metode.
8Alignment of ObjectivesTujuan, metode, dan hasil selaras: validasi โ†’ mesh convergence โ†’ simulasi NACA 4112 โ†’ analisis.
9Relevance of IntentProyek relevan untuk desain airfoil, analisis performa, dan pembelajaran CFD.
10Sustainability FocusSimulasi tervalidasi mengurangi kebutuhan prototipe fisik dan penggunaan sumber daya komputasi berlebih.
11Focus on QualitySatuan, mesh, residual, GCI, dan error validasi diperiksa secara kuantitatif.
12Problem UnderstandingMasalah utama: validasi CFD dan karakterisasi NACA 4112 pada sudut serang tetap.
13Stakeholder AwarenessHasil relevan bagi mahasiswa, peneliti aerodinamika, dan perancang airfoil.
14Contextual AnalysisKonteks: Re = 3 ร— 10โถ, aliran incompressible, 2D, SST kโ€“ฯ‰.
15Root Cause AnalysisPerbedaan hasil disebabkan oleh model turbulensi, mesh, dan keterbatasan data eksperimen NACA 4112.
16Relevance of AnalysisAnalisis difokuskan pada CLCLโ€‹, CDCDโ€‹, CpCpโ€‹, dan L/D yang relevan untuk performa airfoil.
17Use of Data and EvidenceData eksperimen NACA 4412 dari NACA Report 563 dan Abbott & von Doenhoff digunakan sebagai pembanding.
18Assumption ClarityAsumsi steady, 2D, incompressible, no-slip, fully turbulent, dan smooth surface dinyatakan eksplisit.
19Creativity and InnovationStrategi validasi bertingkat digunakan karena data NACA 4112 terbatas.
20Physical RealismPersamaan RANS, SST kโ€“ฯ‰, dan kondisi batas sesuai prinsip fisika fluida.
21Alignment with IntentSemua langkah diarahkan pada validasi metode dan karakterisasi NACA 4112.
22Scalability and AdaptabilityProsedur dapat diperluas ke 3D, model transisi, atau sweep sudut serang.
23Simplicity and EleganceModel 2D steady dipilih agar analisis terfokus dan komputasi efisien.
24Clarity of StepsAlur: geometri โ†’ mesh โ†’ boundary condition โ†’ solver โ†’ validasi โ†’ simulasi โ†’ analisis.
25ComprehensivenessMencakup geometri, mesh, turbulensi, kondisi batas, validasi, GCI, dan keterbatasan.
26Physical InterpretationSuction peak, pressure recovery, dan CpCpโ€‹ ditafsirkan dalam konteks lift dan risiko separasi.
27Error MinimizationResidual < 1eโˆ’6, mesh convergence, dan validasi kuantitatif dilakukan.
28Verification and ValidationVerifikasi numerik melalui GCI; validasi melalui data eksperimen NACA 4412.
29Iterative ApproachMesh coarseโ€“mediumโ€“fine diuji; parameter numerik diperiksa bertahap.
30Sustainability IntegrationEfisiensi komputasi dan pengurangan uji fisik menjadi pertimbangan.
31Communication EffectivenessTabel, persamaan, dan penjelasan error disajikan agar mudah dipahami.
32Alignment with the DAI5 FrameworkSetiap tahap dihubungkan dengan kesadaran, niat, pemahaman masalah, idealisasi, dan instruksi.
33Documentation QualityParameter, asumsi, mesh, hasil, error, dan keterbatasan didokumentasikan lengkap.

H. UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara selaku dosen pengampu Mata Kuliah Komputasi Teknik atas arahan, koreksi, dan pembelajaran mengenai pemodelan, validasi, serta tanggung jawab ilmiah dalam komputasi teknik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada penulis referensi yang menyediakan data eksperimen NACA, metodologi validasi, dan panduan DAI5.


I. DAFTAR PUSTAKA

Siswantara, A. I. (2025). *33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5*. Panduan Mata Kuliah Komputasi Teknik, Universitas Indonesia.

Abbott, I. H., & von Doenhoff, A. E. (1959). Theory of Wing Sections: Including a Summary of Airfoil Data. Dover Publications.

Pinkerton, R. M. (1936). Calculated and Measured Pressure Distributions over the Midspan Section of the N.A.C.A. 4412 Airfoil. NACA Report No. 563.

Petinrin, M. O., & Onoja, V. A. (2017). Computational Study of Aerodynamic Flow over NACA 4412 Airfoil. British Journal of Applied Science & Technology, 21(3), 1โ€“11.

Menter, F. R. (1994). Two-Equation Eddy-Viscosity Turbulence Models for Engineering Applications. AIAA Journal, 32(8), 1598โ€“1605.

Celik, I. B., Ghia, U., Roache, P. J., Freitas, C. J., Coleman, H., & Raad, P. E. (2008). Procedure for Estimation and Reporting of Uncertainty Due to Discretization in CFD Applications. Journal of Fluids Engineering, 130(7), 078001.

Roache, P. J. (1994). Perspective: A Method for Uniform Reporting of Grid Refinement Studies. Journal of Fluids Engineering, 116(3), 405โ€“413.

ANSYS Inc. (2021). ANSYS Fluent Userโ€™s Guide. Canonsburg, PA: ANSYS Inc.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *