Kesadaran dan Niat Komputasi (Kriteria 1-11)
- Filosofi Fisik: Komputasi dimulai dengan kesadaran bahwa aliran fluida dan hukum aerodinamika tunduk pada keteraturan alam yang ditetapkan oleh Sang Pencipta.
- Fokus Kualitas: Simulasi diatur dengan niat yang jelas untuk memprioritaskan presisi dan akurasi dalam memprediksi gaya hambat (drag) dan gaya angkat (lift), dengan mempertimbangkan keberlanjutan solusi teknik nyata.
Pemahaman Masalah dan Idealisasi (Kriteria 12-23)
- Analisis Kontekstual: Mengidentifikasi karakteristik masalah aerodinamika NACA 4112, seperti fenomena lapisan batas viskos, titik pemisahan aliran (separation point), dan pola aliran wake.
- Penentuan Asumsi: Menyederhanakan model menjadi 2D untuk menangkap fenomena utama secara efisien, serta menentukan kondisi sempadan fisik yang realistis seperti no-slip condition pada permukaan silinder atau airfoil.
- Pemilihan Model: Memilih model matematika yang tepat berdasarkan Reynolds Number (Re), misalnya menggunakan k-w SST yang terbukti lebih akurat dalam menangani fenomena pemisahan aliran dibandingkan model k-ฮต.
Eksekusi Komputasi dan Verifikasi (Kriteria 24-33)
- Minimisasi Error: Menggunakan Finite Volume Method (FVM) dengan skema differensiasi Upwind orde kedua untuk menjaga stabilitas dan mengurangi tingkat kesalahan numerik.
- Kejelasan Instruksi: Melakukan strategi near-wall refinement pada mesh di permukaan NACA 4112 untuk menangkap lapisan batas secara presisi, serta melakukan studi independensi grid.
- Interpretasi Fisik: Mengkaji hasil komputasi (seperti streamline aliran dan kontur vortisitas) bukan sekadar sebagai deretan angka, melainkan menjelaskannya sebagai fenomena fisik yang dapat divalidasi dan diiterasi ulang jika diperlukan.