Difusivitas hukum ficks
Difusi hukum kedua Fick paling sering digunakan untuk estimasi perpindahan massa. Hukum pertama Fick dimana menjelaskan seberapa besar fluks air dan fluks air menjelaskan jumlah massa air yang perpindah melewati suatu luasan per satuan waktu. Sedangkan hukum kedua Fick menjelaskan perubahan kadar air di dalam material terhadap waktu dan posisi. Hukum kedua Fick lebih jelas untuk menghitung perpindahan massa suatu material terhadap waktu dan posisi. Proses perpindahan massa tidak bisa dipisahkan dengan kenaikan suhu, karena perpindahan massa disebabkan oleh terdapat perbedaan konsentrasi air di suatu material.
Menghitung nilai MEC (Moisture Equilibrium Content)
Salah satu model matematik yang sering digunakan untuk bahan pangan adalah model Guggenheim-Anderson-deBoer (GAB). Persamaan GAB dianggap adalah model yang paling ocock untuk produk pangan pada rentang ย yang luas antara 0-0,95. Persamaan GAB telah terbukti memiliki akurasi yang tinggi untuk memodelkan perilaku adsorpi produk dengan rentang aw yang luas terutama untuk produk biji-bijian (Moreira, R., 2010) dan tepung-tepungan (Chiste, R. C., 2015) (Ahmed, Md. W., 2018). Salah satunya adalah yang dilakukan Burmester pada tahun 2010, dalam tulisannya yang berjudul Heat and mass transfer during the coffee drying process, menganalisis proses pemodelan GAB perpindahan massa pada rentang suhu 30-60
ย dan beberapa kelembapan relatif (RH) dengan tujuan mengetahui efek suhu dan RH terhadap difusi internal biji kopi sampai mendapatkan nilai
ย pada biji kopi dari Costa Rica. (Burmester, K., 2010).