ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Hype Cycle for AI : Tidak Hanya Manusia, AI pun Punya Tren Ekspektasinya

Saya mencantumkan penjelasan saya berikut gambar grafik yang diberikan, AI memberikan feedback berupa
“Aku sudah melihat grafik Gartner Hype Cycle for AI 2021 dan catatan tanganmu. Aku menangkap bahwa kamu sedang mencoba memahami grafiknya, bukan sekadar mendeskripsikan gambarโ€”terutama kebingunganmu tentang bagian โ€œplateau will be reachedโ€ dan posisi titik-titik AI.
Dapat dilihat bahwa AI bisa memahami pola tulisan yang saya cantumkan, bahwa saya bukan hanya sekedar mendeskripsikan tetapi juga memahami grafiknya.

AI kembali memberikan penjelasan pada setiap tahap pada Hype Cycle, sebagai berikut :

A. Innovation Trigger
Ini adalah tahap ketika suatu teknologi atau terobosan baru mulai mendapatkan perhatian. Biasanya terjadi karena: muncul teknologi baru, penelitian menghasilkan terobosan, muncul proof of concept, media mulai memberitakan, perusahaan/peneliti mulai bereksperimen.
Pada tahap ini, teknologi belum tentu sudah menjadi produk yang matang atau terbukti secara komersial.
Contoh pada grafik โ†’ Artificial General Intelligence
Artinya bukan bahwa AGI “buruk” atau “belum berguna”, tetapi bahwa pada konteks Gartner 2021, teknologi/konsep tersebut masih berada pada tahap yang sangat awal dibandingkan teknologi yang sudah matang.

B. Peak of Inflated Expectations
Nah, ini yang kamu tulis sebagai : “kurva yang mulai naik โ†’ peak of inflated expectations, puncak” Benar. Tetapi yang perlu ditekankan adalah yang mencapai puncak bukan berarti kemampuan teknologinya mencapai puncak. Yang sedang tinggi adalah ekspektasi/hype terhadap teknologi tersebut.
Pada tahap ini biasanya muncul : banyak pemberitaan, banyak klaim mengenai potensi teknologi, beberapa keberhasilan spektakuler, banyak perusahaan mulai tertarik, tetapi juga terdapat banyak kegagalan atau implementasi yang belum berhasil. Gartner memang mendefinisikan tahap ini sebagai kondisi ketika publikasi awal menghasilkan berbagai success stories, sementara banyak kegagalan juga terjadi.
Jadi misalnya : Generative AI โ†’ ekspektasi sangat tinggi
tidak berarti : Generative AI โ†’ sudah mencapai kemampuan maksimum.
Itu dua hal yang berbeda.

C. Trough of Disillusionment
Ini bagian lembah yang kamu tulis: “lembah/grafik paling rendah” Secara bentuk, benar. Namun secara konsep, ini bukan berarti teknologi menjadi semakin buruk.
Yang terjadi adalah: Ekspektasi turun karena realitas mulai dibandingkan dengan hype sebelumnya.
Misalnya perusahaan awalnya berpikir “AI ini akan menyelesaikan hampir semua masalah kita.” Kemudian setelah implementasi “Oh, ternyata datanya harus dibersihkan.” “Ternyata modelnya bisa salah.” “Ternyata integrasinya mahal. “Ternyata perlu manusia untuk melakukan validasi. Akibatnya, hype turun.

D. Slope of Enlightenment
Setelah ekspektasi yang berlebihan turun, mulai muncul pemahaman yang lebih realistis. Misalnya: “AI tidak bisa melakukan semuanya.” berubah menjadi “Tapi AI sangat berguna untuk tugas A, B, dan C.”
Di sinilah organisasi mulai memahami : use case yang cocok, keterbatasan teknologi, kebutuhan data, kebutuhan integrasi, biaya, risiko, dan bagaimana teknologi tersebut benar-benar menghasilkan value.
Gartner menyebut bahwa pada tahap ini manfaat teknologi mulai lebih jelas, generasi produk berikutnya muncul, dan lebih banyak organisasi mulai melakukan pilot. Jadi istilah Enlightenment di sini bukan berarti teknologinya menjadi “sempurna”, tetapi pemahaman terhadap teknologi menjadi lebih matang dan realistis.

E. Plateau of Productivity
Nah, ini bagian yang menurut saya paling perlu kamu pahami. Plateau of Productivity bukan berarti teknologi berhenti berkembang. Justru maksudnya : teknologi mulai menjadi mainstream, manfaatnya semakin terbukti, dan penggunaannya sudah lebih stabil serta dapat memberikan nilai nyata.
Paada tahap ini adopsi mainstream mulai meningkat, kriteria untuk menilai provider semakin jelas, dan relevansi serta manfaat teknologi terhadap pasar semakin terbukti.
Contoh sederhananya :
Teknologi baru “Wah, teknologi ini bisa mengubah dunia!”
Setelah diuji “Ternyata banyak keterbatasannya.”
Setelah dipahami “Ternyata teknologi ini sangat bagus untuk beberapa use case tertentu.”
Plateau “Oke, kita sudah tahu kapan, di mana, dan bagaimana teknologi ini digunakan. Sekarang sudah menjadi bagian normal dari pekerjaan.”
Jadi plateau = kematangan/adopsi, bukan “berhenti berinovasi”.

Berikut pemahaman yang saya dapatkan disertai interpretasi pribadi :

Grafik Hype Cycle ini merepresentasikan pola perkembangan ekspektasi atau kematangan teknologi (yang mana dalam hal ini AI) dalam perjalanannya menuju penggunaan yang lebih tinggi lagi. Dimana titik titik pada kurva ini menunjukkan teknologi atau konsep tertentu disertai dengan seberapa lamanya teknologi tersebut butuh waktu untuk mencapai Plateau of Productivity.

Sama hal nya dengan pakaian yang ada di lemari, pada awalnya hanya potongan pakaian di jajaran toko yang kemudian menarik perhatian karena sedang tren kemudian kita beli dan frekuensi penggunaan pakaian tersebut tinggi. Setelah sebulan pemakaian maka kita mulai jenuh terhadap pakaian tersebut serta menemukan beberapa kekurangan yang berakhir tersimpan di lemari, digantikan pakaian lain yang lebih menarik.
Namun akan ada saatnya pakaian tersebut kembali dibutuhkan karena occasion tertentu, atau bahkan kita sadar bahwa pakaian tersebut nantinya dapat dimodifikasi misal ditambah cardigan sehingga dapat digunakan ke kampus, ditambah aksesori dan mix and match bawahn sehingga dapat digunakan ke acara semi formal, sehingga pakaian ini dapat di modifikasi lebih sesuai lagi dan dapat digunakan pada banyak ocassion.

Ghina Khairani (2306215274)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *