Pada tugas mata kuliah Komputasi Teknik kali ini, Prof. DAI memberikan input kepada mahasiswa untuk melakukan interpretasi dari grafik Hype Cycle for AI, 2021. Grafik ini terdiri dari dua sumbu, sumbu Y yang menggambarkan ekspektasi dan sumbu X yang menggambarkan waktu. Secara umum grafik berbentuk seperti bukit (naik kemudian mencapai puncak dan turun), setelah itu grafik naik lagi (namun lebih landai daripada puncak sebelumnya).

Saya menuliskan interpretasi sesuai dengan pemahaman saya pada kertas seperti yang dapat terlihat di bawah ini :

Saya hanya menjelaskan grafik secara umum mengenai penjelasan pada setiap sumbu, bentuk grafik secara kasar, beberapa region, dan pembagian klasifikasi untuk setiap titik pada grafik.
Setelah itu saya upload tulisan yang telah saya foto ke chatbot yang saya gunakan saat ini, untuk membantu interpretasi dari grafik Hype Cycle for AI tersebut. Untuk tahap pertama saya hanya memberikan input dari tulisan saya saja tanpa mencantumkan grafiknya, untuk mengetahui apakah AI mendapatkan cukup informasi untuk interpretasi. Kemudian, pada tahap kedua saya akan mencantumkan grafiknya, untuk melihat apakah tanpa dan dengan grafik interpretasi dari AI akan sama.
Berikut adalah interpretasi dari AI pada tahap pertama :
“Grafik Hype Cycle for Artificial Intelligence 2021 menggambarkan hubungan antara ekspektasi terhadap berbagai teknologi AI dan perkembangan kematangannya dari waktu ke waktu. Teknologi baru umumnya dimulai pada Innovation Trigger, ketika inovasi mulai menarik perhatian tetapi bukti implementasinya masih terbatas. Peningkatan perhatian kemudian mendorong teknologi menuju Peak of Inflated Expectations, yaitu kondisi ketika ekspektasi masyarakat atau industri dapat melebihi kemampuan aktual teknologi. Ketika implementasi dilakukan secara lebih luas, berbagai keterbatasan mulai ditemukan sehingga ekspektasi turun menuju Trough of Disillusionment. Penurunan tersebut tidak menunjukkan bahwa teknologi gagal, tetapi merupakan proses koreksi terhadap ekspektasi sebelumnya. Setelah kemampuan, keterbatasan, dan use case yang sesuai semakin dipahami, teknologi bergerak menuju Slope of Enlightenment dan akhirnya Plateau of Productivity, ketika manfaatnya telah terbukti dan penggunaannya menjadi lebih stabil serta mainstream. Setiap teknologi pada grafik memiliki perjalanan dan waktu menuju plateau yang berbeda, sehingga posisi pada kurva tidak dapat digunakan sebagai ranking kecanggihan teknologi.”
Kemudian berikut adalah interpretasi dari AI pada tahap kedua :
“Hype Cycle for Artificial Intelligence 2021 menunjukkan bahwa teknologi AI mengalami siklus antara inovasi, peningkatan ekspektasi, koreksi terhadap ekspektasi, hingga akhirnya mencapai penggunaan yang produktif. Posisi suatu teknologi pada grafik tidak menunjukkan tingkat kecanggihan atau performanya, tetapi menggambarkan tingkat ekspektasi dan kematangan penggunaannya pada saat grafik dibuat. Artificial General Intelligence masih berada pada tahap awal inovasi, sedangkan teknologi seperti Generative AI, Transformers, Responsible AI, dan Synthetic Data sedang mengalami peningkatan ekspektasi. Sebaliknya, Machine Learning, Deep Learning, dan Natural Language Processing telah melewati puncak ekspektasi dan memasuki tahap ketika keterbatasan implementasinya semakin dipahami. Computer Vision dan Semantic Search berada lebih dekat menuju Slope of Enlightenment, yang menunjukkan bahwa manfaat dan use case praktisnya mulai semakin jelas. Dengan demikian, Hype Cycle menggambarkan proses perubahan dari optimisme terhadap teknologi baru menjadi pemanfaatan teknologi yang lebih realistis dan produktif.”
Pada tahap pertama, AI hanya mendapatkan deskripsi teks mengenai grafik Hype Cycle for Artificial Intelligence 2021. Dari informasi tersebut, AI sudah mampu memahami konsep umum Hype Cycle, mulai dari Innovation Trigger, Peak of Inflated Expectations, Trough of Disillusionment, Slope of Enlightenment, hingga Plateau of Productivity. AI juga dapat menangkap bahwa penurunan ekspektasi tidak selalu berarti teknologi gagal, melainkan dapat menunjukkan proses koreksi terhadap ekspektasi yang sebelumnya terlalu tinggi. Namun, interpretasi pada tahap ini masih bersifat umum karena AI belum melihat posisi masing-masing teknologi secara langsung pada grafik.
Pada tahap kedua, setelah grafik diberikan, interpretasi AI menjadi lebih spesifik dan kontekstual. AI dapat membaca posisi teknologi seperti Artificial General Intelligence, Generative AI, Machine Learning, Deep Learning, NLP, Computer Vision, dan Semantic Search, lalu menghubungkannya dengan tahapan Hype Cycle masing-masing. Dengan adanya informasi visual, AI tidak hanya menjelaskan konsep grafik, tetapi juga dapat menginterpretasikan kondisi berbagai teknologi AI pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa tambahan informasi visual dapat meningkatkan detail, konteks, dan ketepatan interpretasi AI, meskipun pemahaman dasar terhadap konsep grafik sudah dapat dibentuk hanya dari deskripsi teks.
Secara keseluruhan, AI mampu memberikan interpretasi yang cukup baik meskipun pada tahap awal hanya menerima deskripsi teks. Namun, ketika informasi visual berupa grafik diberikan secara langsung, hasil interpretasi menjadi lebih spesifik, kontekstual, dan sesuai dengan posisi masing-masing teknologi pada grafik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan AI dalam menganalisis informasi sangat dipengaruhi oleh kelengkapan input yang diberikan. Semakin lengkap konteks yang tersedia, semakin baik AI dapat mengurangi asumsi, memperjelas hubungan antarinformasi, dan menghasilkan interpretasi yang lebih tepat.
Ganang Adhitama
S2 Teknik Mesin
2606829613