ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AIDAI5 | DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia | 8N8 |

Menganalisa Hasil Simulasi Aerodinamis pada Vortex Generator Menggunakan Software Siemens STAR-CCM+ 2310 dan metode Finite Element Method (FEM) – Tengku Pasha Kevin Husnadi (2306155363)

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi, siang, sore dan malam Prof DAI dan teman-teman. Perkenalkan saya Tengku Pasha Kevin Husnadi (2306155363). Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk membagikan hasil analisa saya dari simulasi ini sebagai langkah saya untuk memahami lebih dalam mengenai metode numerik dan diikuti juga dengan tugas tambahan untuk menambahkan nilai saya.

Finite Element Method (FEM) adalah suatu metode numerik yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial dalam berbagai bidang teknik, terutama untuk menganalisis perilaku struktur atau benda padat ketika dikenai beban, panas, getaran, atau kondisi batas tertentu.

FEM bekerja dengan cara membagi suatu struktur kompleks menjadi elemen-elemen kecil (finite elements), kemudian menyelesaikan masalah fisika pada tiap elemen tersebut secara lokal, dan akhirnya menggabungkannya secara global untuk memperoleh solusi keseluruhan sistem.

1. Deep Awareness (Kesadaran Mendalam)

Sebagai mahasiswa teknik mesin yang mempelajari aerodinamika, saya menyadari bahwa efisiensi aliran fluida sangat berperan dalam kinerja sistem transportasi dan mesin. Salah satu cara meningkatkan efisiensi aerodinamik adalah dengan memanfaatkan vortex generator (VG) untuk mengendalikan aliran batas (boundary layer) dan mencegah separasi aliran. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis kesadaran mendalam (DAI5) mengarahkan saya untuk memahami bahwa studi ini bukan hanya sekadar simulasi numerik, tetapi juga bagian dari usaha untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

2. Intention (Niat dan Tujuan)

Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh vortex generator terhadap distribusi tekanan, kecepatan, dan turbulensi pada permukaan bidang datar menggunakan simulasi CFD dengan Siemens STAR-CCM+ 2310. Selain itu, saya ingin mengeksplorasi bagaimana pendekatan Finite Element Analysis (FEA) dapat digunakan untuk menganalisis tegangan struktural akibat interaksi fluida pada permukaan yang diberi VG. Studi ini bertujuan menghasilkan pemahaman mendalam tentang pengaruh geometri dan penempatan VG terhadap karakteristik aliran dan respons struktur.

3. Initial Thinking (Pemikiran Awal)

Permasalahan aerodinamik sering kali berkaitan dengan separasi aliran yang menyebabkan peningkatan drag dan penurunan efisiensi. Dengan menempatkan vortex generator secara strategis, diharapkan aliran dapat tetap menempel pada permukaan sehingga mengurangi drag. Secara numerik, saya memikirkan bagaimana menggunakan software STAR-CCM+ untuk menyimulasikan aliran dengan dan tanpa VG, serta membandingkan hasil distribusi Cp (koefisien tekanan), vektor kecepatan, dan vorticity. Untuk aspek FEA, saya akan mengevaluasi tegangan dan deformasi yang terjadi akibat tekanan permukaan dari hasil simulasi CFD.

Secara fisika, simulasi ini sangat erat hubungannya dengan persamaan Navierโ€“Stokes dan persamaan kontinuitas, dua fondasi utama dalam dinamika fluida komputasional. Persamaan Navierโ€“Stokes menggambarkan konservasi momentum dalam fluida:

Sementara persamaan kontinuitas menjamin konservasi massa:

Semua output simulasi seperti kontur tekanan, vorticity, dan garis alir merupakan solusi numerik dari sistem persamaan ini, yang didiskretisasi dan diselesaikan dengan Finite Volume Method (FVM) oleh STAR-CCM+.

4. Idealization (Idealisasi Model)

Dalam penyusunan model numerik dan struktural:

  • Aliran dianggap inkompresibel dan tunak (steady), dengan asumsi laminar/turbulen sesuai Reynolds number.
  • Geometri VG disederhanakan menjadi model segitiga atau trapezoidal dengan sudut tertentu.
  • Material permukaan dianggap isotropik dan elastis linear untuk analisis tegangan.
  • Interaksi fluida-struktur dimodelkan secara terpisah (CFD kemudian FEA).

Dengan idealisasi tersebut, simulasi menjadi lebih terkontrol dan dapat diselesaikan secara efisien dengan tetap merepresentasikan kondisi nyata secara umum.

5. Instruction Set (Langkah Instruksi)

Berikut langkah-langkah sistematis yang dilakukan:

  1. Pembuatan Geometri dan Mesh: Mendesain permukaan bidang datar dengan dan tanpa vortex generator, serta membuat mesh yang halus di sekitar VG.
  2. Konfigurasi Simulasi CFD di STAR-CCM+: Menentukan kondisi batas (inlet, outlet, wall), memilih model turbulensi (misalnya k-epsilon atau SST), dan menjalankan simulasi.
  3. Post-processing Data: Mengekstrak data distribusi tekanan, kontur kecepatan, dan garis aliran untuk analisis pengaruh VG.
  4. Ekspor Data Tekanan ke FEA: Menggunakan data tekanan dari CFD untuk dijadikan input beban permukaan pada simulasi struktur.
  5. Simulasi FEA: Menganalisis tegangan maksimum, deformasi, dan distribusi regangan akibat beban fluida menggunakan Finite Element Method (FEM).
  6. Interpretasi Hasil dan Perbandingan: Membandingkan hasil simulasi dengan dan tanpa VG, baik dari aspek aerodinamik maupun struktural.
  7. Dokumentasi: Menyusun laporan sistematis yang mencakup model, parameter, hasil, dan pembahasan.

Visualisasi Hasil

Kesimpulan

Melalui penerapan framework DAI5, saya mampu menyusun pendekatan pemecahan masalah aerodinamika dan struktur dengan lebih reflektif dan menyeluruh. Penggunaan STAR-CCM+ dalam studi ini membantu mengeksplorasi perilaku aliran secara mendalam, sedangkan integrasi FEA memberikan pemahaman tambahan terhadap respons material akibat beban fluida. Hasil ini menunjukkan bahwa VG dapat meningkatkan performa aliran sekaligus memberikan tantangan tambahan terhadap kekuatan struktur, yang harus dipertimbangkan dalam desain teknik yang optimal dan berkelanjutan. Keseluruhan simulasi CFD ini bertumpu pada solusi numerik dari persamaan Navierโ€“Stokes dan kontinuitas, yang membentuk jantung dari semua fenomena fluida yang dianalisis dalam studi ini.