Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebelumnya perkenalkan dahulu nama saya Muhammad Rafa Rizkia dari kelas Metode Numerik 01. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas hasil eksplorasi saya terkait penerapan metode numerik menggunakan Finite Element Method (FEM) dan Computational Fluid Dynamics (CFD) pada simulasi aliran udara dengan penambahan vortex generator. Fokus dari percobaan ini adalah melihat bagaimana vortex generator dapat mempengaruhi perilaku aliran dan performa aerodinamika, khususnya dalam konteks pengurangan drag dan peningkatan efisiensi sistem.
1. Latar Belakang
Dalam dunia teknik mesin dan penerbangan, efisiensi aliran udara memegang peranan yang sangat amat penting, terutama dalam pengembangan kendaraan hemat energi. Salah satu pendekatan umum untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan menambahkan vortex generator (VG) pada permukaan benda. VG berfungsi untuk memicu turbulensi kecil yang menjaga aliran tetap menempel pada permukaan, sehingga mengurangi pemisahan aliran (flow separation) dan menurunkan gaya hambat (drag).
Untuk menganalisis fenomena ini secara lebih mendalam, saya menggunakan software Simcenter STAR-CCM+ yang memiliki kapabilitas FEM dan CFD. Penggunaan FEM memudahkan saya untuk membagi geometri kompleks menjadi elemen kecil agar lebih mudah dianalisis, sedangkan CFD membantu saya memahami perilaku fluida secara visual dan numerik.
2. DAI5 โ Deep Awareness of I
Dalam pelaksanaan tugas ini, saya menggunakan pendekatan DAI5 yang menjadi kerangka refleksi pembelajaran bagi saya. Saya tidak hanya mempelajari software dan metode numerik, tetapi juga mengevaluasi ulang bagaimana pengetahuan ini akan saya gunakan sebagai calon engineer. Saya mengetahui bahwa kontribusi saya nantinya tidak hanya diukur dari keahlian saya mengoperasikan software, tetapi bagaimana saya bisa memberikan solusi yang nyata dan berdampak bagi masyarakat luas.
3. Intention โ Niat dan Tujuan
Tujuan utama saya dari studi ini adalah untuk memahami bagaimana vortex generator bisa menurunkan drag dengan memodifikasi aliran udara, dan juga sejauh mana efeknya terhadap performa aerodinamis secara keseluruhan. Dengan memvisualisasikan distribusi tekanan dan kecepatan melalui CFD, saya ingin melihat apakah vortex generator memang efektif dalam meningkatkan efisiensi.
4. Initial Thinking โ Dasar Pemikiran
Fenomena aliran udara pada objek dipengaruhi oleh hukum fisika dasar yang digambarkan dalam Persamaan Navier-Stokes:
Dengan:

: vektor kecepatan- p : tekanan
: densitas fluida
: viskositas dinamis
Persamaan ini tidak dapat diselesaikan secara analitik dalam geometri kompleks, sehingga diperlukan pendekatan numerik seperti FEM dan CFD.
5. Idealization โ Penyederhanaan Masalah
Agar simulasi dapat berjalan secara efisien, dilakukan sejumlah idealisasi, antara lain:
- Aliran dianggap tunak (steady-state)
- Aliran diklasifikasikan sebagai turbulen dan dimodelkan dengan k-ฮต
- Kondisi batas (boundary condition):
- Inlet: kecepatan 20 m/s
- Outlet: tekanan atmosfer
- Wall: no-slip condition
- Mesh diperhalus di sekitar VG untuk meningkatkan akurasi
6. Instruction Set โ Langkah Simulasi
- Pembuatan Geometri: Sayap datar dengan VG diletakkan di posisi strategis.
- Meshing: Mesh lebih rapat di sekitar VG agar hasil lebih akurat.
- Penetapan Boundary Condition: seperti disebut di atas.
- Pemilihan Model Turbulensi: Menggunakan k-ฮต untuk keseimbangan antara akurasi dan efisiensi komputasi.
- Running Simulasi: Simcenter STAR-CCM+ digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan numerik.
- Post-Processing: Analisis tekanan, kecepatan, dan gaya hambat.
7. Hasil Simulasi
Dari hasil simulasi numerik yang telah dilakukan, berikut data dan interpretasinya:
- Kecepatan aliran meningkat di atas permukaan, aliran tetap menempel karena pengaruh VG.
- Tekanan stagnasi: 228 Pa di depan objek
- Tekanan minimum: โ527 Pa di area belakang (wake region)
- Gaya hambat (drag force): 0.0503 N
- Koefisien drag (Cd): 2.515317 x 10-4
- Konvergensi numerik: residual semua parameter < , menandakan hasil stabil dan valid.
Visualisasi streamline memperlihatkan aliran yang lebih stabil dan menempel di permukaan objek. Ini menunjukkan bahwa VG efektif dalam menjaga kontinuitas aliran. Aliran juga tampak berputar dan menimbulkan vorteks kecil, sesuai dengan tujuan pemasangan VG.
8. Interpretasi Visualisasi

Gambar A
Tampak adanya sebaran streamline yang tetap rapat dan mengikuti kontur permukaan di belakang VG. Ini mengindikasikan wake yang relatif stabil dan berkurangnya pemisahan aliran

Gambar B
Aliran tampak mengikuti jalur yang halus di sepanjang permukaan. Vortex kecil terlihat terbentuk tepat setelah VG yang membantu menjaga aliran tetap menempel.

Gambar C
Vortex generator tampak mengganggu simetri aliran awal, membentuk vortex spiral ke samping dan ke atas. Ini menjadi bukti terbentuknya secondary flow yang menguntungkan.

Gambar D
Ditampilkan angka “Current Iteration” sejumlah 946. Ini merupakan jumlah iterasi total hingga seluruh residual parameter berada di bawah ambang batas 1e-6, menandakan bahwa solusi numerik telah mencapai konvergensi yang stabil dan valid.
9. Refleksi dan Penutup
Simulasi ini tidak hanya memperdalam pemahaman saya terhadap dinamika fluida, tetapi juga membentuk pola pikir sistemik dan kritis sebagai calon engineer masa depan. Melalui framework DAI5, saya belajar bahwa menjadi engineer itu bukan hanya soal menguasai software ataupun rumus, tetapi juga tentang tanggung jawab moral untuk menciptakan sistem yang efisien, aman, dan berdampak.
Kesimpulan:
Penerapan Finite Element Method dan CFD melalui STAR-CCM+ memberikan gambaran yang cukup akurat mengenai dampak VG terhadap efisiensi aliran udara. Nilai drag yang menurun, tekanan yang terkendali, serta distribusi kecepatan yang optimal menjadi indikator keberhasilan pendekatan ini. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan numerik dalam inovasi aerodinamika modern.
Sekian laporan ini saya buat, jika masih ada yang kurang mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Wr. Wb
MESIN BERSYUKUR, BERSYUKUR, BERSYUKUR.