ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Analisis Simulasi Fluida Menggunakan STAR-CCM+ Tanpa dan Dengan Vortex Generator Berdasarkan Data Eksperimen Virtual – oleh Rainer Rakha Efkatama 2306208400

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan, nama saya Rainer Rakha Efkatama. Pada kesempatan ini, saya ingin memaparkan hasil dari simulasi fluida yang telah saya lakukan menggunakan perangkat lunak STAR-CCM+. Simulasi ini berfokus pada efek vortex generator terhadap performa aerodinamis suatu objek, serta dilakukan dalam kerangka berpikir DAI5 untuk membangun analisis yang menyeluruh dan reflektif.


1. Deep Awareness of I

Sebagai mahasiswa Teknik Mesin yang sedang mendalami ilmu fluida dan simulasi numerik, saya menyadari bahwa teknologi bukan hanya alat, melainkan jembatan untuk memahami lebih dalam bagaimana Allah menciptakan hukum-hukum alam yang teratur. Proses ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi efisiensi energi dan gaya hambat, sehingga saya dapat belajar tentang bagaimana desain yang bijak berperan dalam penghematan sumber daya dan keberlanjutan.


2. Intention

Tujuan utama dari simulasi ini adalah:

  • Menganalisis perubahan karakteristik aliran fluida saat vortex generator diterapkan.
  • Membandingkan kecepatan dan tekanan aliran antara kondisi dengan dan tanpa vortex generator.
  • Menggunakan STAR-CCM+ untuk memvisualisasikan dan memverifikasi fenomena yang sulit diamati secara langsung.
  • Mengkaji bagaimana geometri mempengaruhi pembentukan zona wake dan drag force.

Melalui pendekatan ini, saya ingin meningkatkan pemahaman terhadap interaksi fluida dengan geometri aerodinamis serta kontribusi desain kecil seperti vortex generator terhadap performa sistem.


3. Initial Thinking

Persamaan dan model dasar yang digunakan dalam simulasi ini adalah:

  • Persamaan Kontinuitas, untuk memastikan konservasi massa.
  • Persamaan Navier-Stokes, untuk menggambarkan keseimbangan momentum.
  • Model Turbulensi k-ε Realizable, dipilih untuk memodelkan aliran turbulen secara efisien di sekitar geometri kompleks.

Model k-ε Realizable digunakan karena mampu memberikan stabilitas numerik yang baik untuk simulasi steady turbulent flows, sebagaimana direkomendasikan dalam dokumentasi STAR-CCM+. Simulasi difokuskan pada kondisi steady-state untuk menggambarkan keadaan tunak dari distribusi tekanan dan kecepatan.


4. Idealization

Dalam simulasi ini, beberapa asumsi yang digunakan antara lain:

  • Aliran dianggap steady: tidak berubah terhadap waktu.
  • Geometri dua dimensi: digunakan untuk menyederhanakan analisis awal.
  • Kondisi dinding no-slip: kecepatan fluida terhadap permukaan = 0.
  • Inlet velocity: 20 m/s, berdasarkan data dari simulasi awal.
  • Outlet pressure: 1 atm sebagai acuan.
  • Pemodelan turbulensi: menggunakan model k-ε Realizable.

Dengan pendekatan ini, beban komputasi dapat dikendalikan tanpa mengorbankan validitas hasil, sesuai prinsip efisiensi dan relevansi dalam rekayasa numerik.


5. Instruction Set

Langkah-langkah simulasi meliputi:

1. Pembuatan Geometri:
Geometri yang digunakan adalah plat datar (flat plate) dengan dan tanpa vortex generator tipe blade. Ukuran vortex generator ditentukan dengan panjang 0.03 m dan tinggi 0.015 m.

2. Pembuatan Mesh:
Mesh dibuat dengan metode trimmed cell mesh. Refinement dilakukan di sekitar permukaan plat dan vortex generator. Jumlah elemen mesh berkisar di angka 185.000 – 195.000 cells.

3. Penetapan Kondisi Batas:

  • Inlet: Uniform velocity 20 m/s.
  • Outlet: Static pressure = 1 atm.
  • Wall: No-slip condition.
  • Turbulence Intensity: 5%.

4. Pengaturan Fisik:
Model digunakan adalah steady-state, incompressible, segregated flow dengan energy equation aktif. Digunakan juga wall y+ treatment (two-layer approach).

5. Simulasi dan Post-processing:

  • Distribusi kecepatan menunjukkan zona wake yang lebih kecil pada simulasi dengan vortex generator.
  • Nilai drag force menurun sebesar ±15% dibandingkan simulasi tanpa vortex generator.
  • Distribusi tekanan lebih stabil dan lambat menurun di belakang permukaan vortex generator.

Penutup

Simulasi ini memberikan wawasan tentang efektivitas desain pasif seperti vortex generator dalam mengontrol aliran dan mengurangi drag. Hasilnya menunjukkan bahwa desain kecil sekalipun memiliki pengaruh signifikan terhadap performa sistem. Bagi saya, ini adalah bukti bagaimana keteraturan sistem alam dapat dikaji dan dimanfaatkan secara ilmiah – sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas ilmu yang Allah titipkan kepada manusia.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.