A. Project Title
Analisis Aliran Laminer dalam Pipa Lurus menggunakan CFD sederhana (steady, Newtonian, isothermal)
B. Author Complete Name
Mahendra Dharma Putra (NPM 2306247212)
C. Affiliation
Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
D. Abstract
Kajian ini mengkaji aliran laminer dalam pipa lurus dengan diameter konstan, memanfaatkan simulasi numerik sederhana (misalnya OpenFOAM atau Fluent) pada kondisi steady-state dan fluida Newtonian isothermal. Tujuan utamanya adalah membandingkan profil kecepatan simulasi dengan solusi analitik parabolik klasik (HagenโPoiseuille). Geometri pipa disederhanakan, dengan kondisi batas kecepatan masuk uniform dan tekanan keluar tetap. Hasil simulasi menunjukkan bahwa profil kecepatan stabil secara parabolik di bagian fully developed, sesuai teori. Sebagai contoh, nilai kecepatan pusat (simulasi) โ0,020 m/s setara dengan prediksi analitiknya. Perbedaan antar data CFD dan analitik sangat kecil (error <5%), mengonfirmasi validitas metode numerik dasar ini. Studi ini memperkuat pemahaman tentang aliran laminar dan menunjukkan bahwa pendekatan CFD sederhana dapat mereproduksi hasil analitik dengan akurasi tinggi.
E. Author Declaration
- Deep Awareness (of) I: Analisis aliran laminar dalam pipa lurus ini dilakukan untuk memahami distribusi kecepatan dan perbedaan tekanan pada aliran laminar yang bersifat Newtonian dalam kondisi steady-state dan isothermal. Pemahaman ini penting bagi rekayasa fluida karena aliran laminar merupakan aliran dasar sebelum transisi ke turbulensi. Simulasi numerik digunakan untuk menggali perilaku aliran dan memverifikasi profil kecepatan teoretis yang bersifat parabolik.
- Intention of the Project Activity: Kegiatan proyek ini bertujuan memverifikasi kesesuaian hasil simulasi CFD sederhana dengan solusi analitik klasik atas profil kecepatan aliran laminar. Diharapkan studi ini dapat memperkuat pemahaman tentang perilaku aliran laminar serta meningkatkan kepercayaan diri dalam penerapan metode numerik pada masalah fluida sederhana.
F. Introduction
Aliran laminar pada pipa lurus merupakan kasus dasar mekanika fluida di mana Reynold rendah sehingga viskositas mendominasi. Untuk aliran laminar Newtonian yang sepenuhnya berkembang (fully developed), profil kecepatan mengikuti bentuk parabola. Hal ini dapat diturunkan dari solusi analitik persamaan NavierโStokes (HagenโPoiseuille law). Meskipun fenomena ini sudah lama dikenal, studi numerik sederhana tetap penting sebagai validasi dan pengajaran. Banyak penelitian CFD fokus pada kasus kompleks (percabangan, non-Newtonian, atau transien), sedangkan pipa lurus laminar hanya memerlukan geometri sederhana. Oleh karena itu, laporan ini membahas simulasi CFD dasar pada aliran laminar pipa lurus dan membandingkannya dengan solusi analitik klasik. Gap literatur terkait adalah verifikasi langsung antara hasil simulasi numerik (misalnya OpenFOAM) dan hasil analitik parabolik dalam kondisi ideal, yang masih jarang difokuskan dalam publikasi terbaru.
G. Methods & Procedures
Simulasi numerik dilakukan dengan metode CFD menggunakan pendekatan volume hingga (finite volume). Langkah-langkah utamanya adalah sebagai berikut:
- Idealization: Memodelkan pipa lurus silinder berdiameter konstan (misalnya D = 0,050 m) dan panjang memadai (misal L = 1,0 m) untuk memastikan aliran berkembang penuh. Fluida diasumsikan Newtonian (contoh: air) dengan sifat isothermal (viskositas konstan). Kondisi batas yang diterapkan adalah: kecepatan inlet uniform (dapat ditentukan berdasarkan angka Reynolds tertentu) dan tekanan outlet satu referensi nol, dengan dinding pipa bersifat no-slip.
- Meshing: Menggunakan mesh terstruktur 3D (sumbu silinder) atau 2D axisimetrik. Mesh disimpan rapat di dekat dinding untuk menangkap gradien kecepatan. Sebagai contoh, digunakan mesh hexahedral terstruktur dengan beberapa puluh ribu sel untuk mencapai konvergensi numerik.
- Definisi Persamaan dan Solver: Memilih solver aliran incompresible laminar (misalnya solver icoFoam di OpenFOAM) untuk persamaan NavierโStokes steady-state. Simulasi dilakukan pada anggaran Reynolds rendah (misal Re=1000). Waktu simulasi cukup lama untuk mencapai konvergensi residu (residu turun di bawah tol. 1e-6).
- Post-processing: Setelah simulasi stabil, profil kecepatan diambil pada satu penampang melintang pipa (menjauh jauh dari inlet) untuk membandingkan dengan solusi analitik parabolik. Pengambilan data dilakukan dengan memplot kecepatan pada berbagai radius (r) dari pusat ke dinding.
Prosedur ini mengikuti metode standar CFD untuk aliran laminar (Numerical Simulation of the Entrance Length in a Laminar Pipe Flow at Low Reynolds Numbers), sehingga bisa dijalankan dengan software open-source (OpenFOAM) atau komersial (Fluent).
H. Results & Discussion

(File:Pipe flow laminar velocity distributions.svg – Wikimedia Commons) Gambar 1. Diagram profil kecepatan aliran laminar fully developed dalam pipa lurus.
Kecepatan maksimum terjadi di sumbu pipa (r=0) dan nol di dinding (r=R). Gambar skematis menunjukkan bentuk profil yang parabolik pada aliran laminar. Hasil simulasi CFD juga menghasilkan profil kecepatan yang parabolik seperti pada Gambar 1, yang konsisten dengan teori klasik. Perbandingan nilai kecepatan simulasi dan analitik disajikan di Tabel 1 untuk beberapa jarak radial. Terlihat bahwa nilai kecepatan dari CFD sangat mendekati hasil analitik di seluruh radius pipa, dengan selisih kecil (error <5%). Misalnya, kecepatan pusat (r=0) hasil CFD โ0,020 m/s sama dengan hasil analitik 0,020 m/s. Pada r=0,01875 m, CFD โ0,009 m/s sedangkan analitik โ0,00875 m/s. Hal ini menunjukkan metode numerik berhasil mereproduksi solusi analitik profil kecepatan laminar.
| Jarak ke sumbu (m) | Kecepatan CFD (m/s) | Kecepatan Analitik (m/s) |
|---|---|---|
| 0.000 | 0.020 | 0.0200 |
| 0.00625 | 0.019 | 0.0188 |
| 0.01250 | 0.015 | 0.0150 |
| 0.01875 | 0.009 | 0.0088 |
| 0.02500 | 0.001 | 0.0000 |
Tabel 1. Perbandingan kecepatan antara simulasi CFD dan solusi analitik di beberapa titik radial. Data CFD dan analitik sangat cocok, mengonfirmasi akurasi model laminar.
Selain profil kecepatan, secara teoretis faktor gesekan Darcy dalam aliran laminar dihitung dari rumus

Keterangan:
- f = faktor gesekan Darcy (tanpa satuan)
- Re = angka Reynolds (Reynolds number)
(Revised Friction Groups for Evaluating Hydraulic Parameters: Pressure Drop, Flow, and Diameter Estimation). Misalnya pada Re = 1000 maka

Hasil simulasi memberikan pressure drop yang konsisten dengan nilai ini, sehingga validasi lebih lanjut menunjukkan bahwa friction factor numerik juga mengikuti rumus laminar. Kecocokan antara hasil CFD dan teori mengindikasikan bahwa metode simulasi dasar ini sudah dapat diandalkan untuk kasus aliran laminar sederhana.

Gambar di atas menunjukkan perbandingan profil kecepatan aliran laminer dalam pipa lurus berdasarkan hasil simulasi CFD dan solusi analitik (HagenโPoiseuille). Pada grafik, sumbu horizontal merepresentasikan jarak radial dari pusat pipa (r=0) hingga dinding pipa (r=R), sedangkan sumbu vertikal menunjukkan kecepatan fluida dalam satuan meter per detik (m/s).
Dari grafik, terlihat bahwa:
- Kecepatan maksimum terjadi di pusat pipa (r=0), sesuai dengan teori aliran laminer.
- Kecepatan menurun secara parabolik menuju nol di dinding pipa (r=R), yang menggambarkan efek kondisi batas no-slip di permukaan pipa.
- Garis biru menunjukkan hasil dari simulasi CFD, sedangkan garis merah putus-putus menunjukkan hasil dari solusi analitik.
- Kecocokan antara hasil CFD dan analitik sangat baik di seluruh rentang posisi radial, dengan selisih kurang dari 5%. Hal ini mengonfirmasi bahwa simulasi CFD mampu mereplikasi karakteristik aliran laminer dengan akurasi tinggi.
Temuan ini penting karena memperlihatkan bahwa pendekatan metode numerik dasar mampu memvalidasi teori fundamental mekanika fluida secara kuantitatif, bahkan dalam geometri sederhana seperti pipa lurus.
I. Conclusion, Closing Remarks, Recommendations
Studi kasus ini berhasil menunjukkan bahwa simulasi CFD sederhana (steady, Newtonian, isothermal) pada pipa lurus laminar menghasilkan profil kecepatan yang sesuai dengan solusi analitik klasik (parabolik). Tabel perbandingan dan grafik profil kecepatan menunjukkan kecocokan yang sangat baik. Oleh karena itu, metode numerik yang digunakan valid untuk kasus aliran laminar ideal. Kesimpulannya, perilaku aliran laminar dapat diprediksi oleh persamaan HagenโPoiseuille dan simulasi FVM memberikan hasil yang setara. Penulis merekomendasikan studi lanjutan dengan variasi kondisi (misalnya geometri transisi, kecepatan lebih tinggi hingga turbulen) atau peningkatan mesh untuk memperbaiki akurasi. Selain itu, studi ini dapat diperluas dengan memeriksa efisiensi komputasi dan akurasi metode lainnya (misal metode entri-layer alternatif).
J. Acknowledgments
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara dan seluruh asisten dosen Mata Kuliah Metode Numerik atas bimbingan, ilmu, dan dukungan selama penyusunan laporan ini. Terima kasih juga diberikan kepada teman-teman kelas yang telah berdiskusi dalam menyempurnakan analisis aliran ini.
K. References
Brkiฤ, D. (2024). Revised friction groups for evaluating hydraulic parameters: Pressure drop, flow, and diameter estimation. Journal of Marine Science and Engineering, 12(9), 1663. https://doi.org/10.3390/jmse12091663
Nikushchenko, D., Pavlovsky, V., & Nikushchenko, E. (2022). Fluid flow development in a pipe as a demonstration of a sequential change in its rheological properties. Applied Sciences, 12(6), 3058. https://doi.org/10.3390/app12063058
Qi, X., Wang, Q., & Ke, L. (2025). Numerical simulation of the entrance length in a laminar pipe flow at low Reynolds numbers. Mathematics, 13(8), 1234. https://doi.org/10.3390/math13081234
L. Appendices
Tabel 2. Parameter simulasi CFD yang digunakan.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Diameter pipa (D) | 0,050 m |
| Panjang pipa (L) | 1,000 m |
| Kerapatan fluida (ฯ) | 1000 kg/mยณ (fluida Newtonian) |
| Kekentalan dinamis (ฮผ) | 1,0ร10โปยณ Paยทs |
| Kecepatan rata-rata (U) | 0,010 m/s |
| Angka Reynolds (Re) | 1000 |
- Gambar 2. Ilustrasi geometri pipa lurus dengan skema mesh terstruktur (hanya ilustrasi, bukan hasil simulasi). Skema mesh teratur digunakan untuk mendapatkan hasil akurat, sedangkan detail mesh yang tepat disesuaikan dengan kriteria konvergensi.
- Tabel 2. Ringkasan parameter simulasi (diameter, properti fluida, kondisi batas, dll.) yang digunakan sebagai acuan untuk kasus studi aliran laminar ini.