ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

Search

  • DAI5

    DAI5 adalah kerangka pemecahan masalah berbasis kesadaran, dikembangkan oleh Prof. DAI (Dr. Ahmad Indra), yang terstruktur dalam lima langkah inti: 1. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam tentang Diri): Langkah dasar ini melibatkan pengingatan yang terus-menerus kepada Sang Maha Kuasa – Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Langkah ini menekankan kesadaran individu (atau jiwa/nafs) dan

    Continue Reading

  • Angga Septiyana

    Selamat datang di ruang dokumentasi digital saya. Halaman ini didedikasikan secara khusus untuk merekam jejak, metodologi, dan perkembangan penelitian yang sedang saya tekuni mengenai Aplikasi Overset Mesh openFOAM untuk Estimasi Turunan Kestabilan UAV. Sebagai bentuk transparansi dan arsip proses, saya juga melampirkan catatan harian penelitian saya secara mendetail

    Continue Reading

  • Illa Rizianiza

    Blog ini berisi catatan disertasi dan logbook pengembangan yang membahas pirolisis, biochar sebagai kandidat prekursor grafena, serta pengembangan Computational Fluid Dynamics (CFD) dalam mendukung rekayasa dan transisi energi berkelanjutan….

    Continue Reading

  • M. Hilman Gumelar Syafei

    Selamat datang di dalam journey penelitian M. Hilman Gumelar Stafei

    Continue Reading

  • PoSTE1E0

    Post Sampah Tabungan Energi ke 1 ID: PosTE1E0 Lokasi Pembuatan : TPS UIKlaster: ZWI-Campus-UI Tanggal: 30 Januari 2026 Pembuat : Asep Pengawas: Sukarwan Penanggung Jawab: Slamet Bahari Data Histori …….. Dokumentasi

    Continue Reading

  • CCIT Projects

    Projects CONSULTING SERVICES PROJECTS PT CCIT Group Indonesia has experiences and completed the following projects: TRAINING CENTER OF ENGINEERING SOFTWARE On Februay 07th, 08th & 10th, 2017, PT. CCIT Group Indonesia has already organized Training of โ€œSimulation of Conduction Heat Flow Transientโ€ with 9 participants from Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). On December 05th โ€“ 07th,

    Continue Reading

  • ZWI – PoSTE – CEPAT

    PoSTE-CEPAT Ecosystem | CCIT Online PoSTE CCIT Online DAI5 Filosofi Teknologi ZERO WASTE REVOLUTION Pengembangan Ekosistem PoSTE-CEPAT Manifestasi kesadaran spiritual dalam pengelolaan sampah, pangan, energi, dan air. Prof. Ir. Ahmad Indra Siswantara, Ph.D Prof. DAI โ€“ ZWI (Zero Waste Initiatives) Konsultan AI Cerdas Analisis PoSTE Processing Fondasi DAI5 1 Deep Awareness: Kesadaran bahwa “Aku adalah

    Continue Reading

  • Design and Analysis of Low-Speed Water Tunnel for Learning Visualization

    Muhammad Naufal AfiansyahUniversitas Indonesia, Fakultas Teknik, Jurusan Mesin, NPM 2206031914 Abstrak Pembelajaran mekanika fluida di perguruan tinggi masih banyak didominasi pendekatan teoritis sehingga mahasiswa kerap kesulitan memahami fenomena aliran secara nyata, seperti boundary layer, pembentukan vorteks, separasi aliran, dan distribusi kecepatan. Untuk menjembatani kebutuhan visualisasi dan observasi aliran secara langsung dalam kondisi terkontrol, proyek ini

    Continue Reading

  • TUGAS BESAR GAYA GERAK PADA STAIRLIFT ( Safety & Stairlifts ) – Peter Deo – 2506565484

    Simulasi Dinamika Stairlift Simulasi Dinamika Stairlift Input Parameter Massa (kg) Sudut tangga (ยฐ) Gaya motor (N) Redaman (Ns/m) Gaya gesek (N) Waktu simulasi (s) Run Simulasi ANALISA GAYA DAN GERAK STAILIFT Nama Penulis : Peter Deo NPM : 2506565484 Afiliasi : Program Magister Perancangan dan Manufaktur, Fakultas Teknik ABSTRACKStairlift merupakan alat bantu mobilitas yang dirancang

    Continue Reading

Framework

Toward highmost consciousness

DAI5 adalah kerangka pemecahan masalah berbasis kesadaran, dikembangkan oleh Prof. DAI (Dr. Ahmad Indra), yang terstruktur dalam lima langkah inti:


1. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam tentang Diri):

Langkah dasar ini melibatkan pengingatan yang terus-menerus kepada Sang Maha Kuasa – Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Langkah ini menekankan kesadaran individu (atau jiwa/nafs) dan kesadaran diri, menyelaraskan tindakan dengan tujuan utama untuk mengenal dan mengakui Tuhan. Ini adalah keadaan “nafs,” yang berfungsi sebagai lapisan inti.


2. Intention (Niat):

Ini adalah keputusan atau tujuan sadar yang mendorong proses pemecahan masalah. Niat berasal dari hati, yang berfungsi sebagai “heartware” (perangkat hati) yang mengkodekan niat untuk seluruh kerangka kerja. Niat memastikan bahwa setiap langkah pemecahan masalah selaras dengan kehendak Sang Pencipta.


3. Initial Thinking (about the Problem) (Pemikiran Awal tentang Masalah):

Langkah ini mencakup analisis dan pemahaman mendalam tentang masalah, memastikan pemahaman yang komprehensif tentang sifat dan akar penyebabnya.


4. Idealization (Idealisasi):

Pada langkah ini, asumsi dibuat untuk menyederhanakan dan memodelkan masalah, sambil memastikan bahwa asumsi tersebut dapat diandalkan, realistis, dan selaras dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam niat.


5. Instruction Set (Set Instruksi):

Ini mencakup prosedur, langkah-langkah, dan metode iteratif untuk menerapkan solusi, dengan niat sadar yang terus membimbing tindakan selama pelaksanaan.


Kerangka ini menekankan keselarasan dengan tujuan yang lebih tinggi dan mengintegrasikan kesadaran teknis dan spiritual. DAI5 berbeda dari kerangka tradisional karena fokusnya pada niat dan lapisan dasar kesadaran (nafs).


Penjelasan Singkat:
DAI5 adalah pendekatan pemecahan masalah yang unik karena menggabungkan aspek spiritual (kesadaran diri dan niat) dengan langkah-langkah teknis yang sistematis. Ini menekankan pentingnya kesadaran akan Tuhan dan keselarasan dengan kehendak-Nya dalam setiap proses pemecahan masalah.

DAI5 is a framework, structured around five core steps:


1. Deep Awareness of I :

The foundational step involving a continuous remembrance of The Almighty – The One and Only, The Creator of the Universe and Everything in it. This step emphasizes the individual’s consciousness (soul or nafs within qalb) and self-awareness, aligning actions with the ultimate purpose of knowing and recognizing God. This is the state of “nafs,” which is human fundamental reality serving as the core layer.


2. Intention :

This is the conscious decision or purpose that drives the process. It originates from the heart, which acts as the “heartware” encoding intentions for the rest of the framework. Intention ensures that every problem-solving step is aligned with the Creator’s will.


3. Initial Thinking (about the Problem) :

This step includes a thorough analysis and understanding of the problem, ensuring a deep comprehension of its nature, first principle underlying the problem being solved and root causes.


4. Idealization :

This step entails envisioning the optimal solution or outcome, free from current constraints. It allows for creative thinking and the exploration of ideal scenarios, which can later be adjusted to fit practical limitations

In this idealization step, realistic and reliable assumptions are made to simplify and model the problem while ensuring they are reliable, realistic, and aligned with the overarching principles established in the intention.


5. Instruction Set :

This includes the procedures, steps, and iterative methods to implement the solution, with conscious intention continuously guiding actions throughout execution.

The framework emphasizes alignment with a higher purpose and integrates both material and immaterial awareness. It stands apart from traditional frameworks due to its focus on intention and the foundational layer of consciousness (nafs).

Note:

In Deep Awareness (of) I step, one exercises and express self-respect and gratitude to The Creator of all things, The One and Only. These creates one’s awareness to the reality of infinity.

___________________________________

The 33 DAI5 Implementation Evaluation Criteria

___________________________________

I. Deep Awareness of I (DAI)

1. Consciousness of Purpose: Reflects understanding of the Creator’s role in shaping the case study context.

2. Self-awareness: Demonstrates awareness of personal biases, assumptions, and roles in the analysis.

3. Ethical Considerations: Includes moral and ethical implications in addressing the case study.

4. Integration of CCIT (Cara Cerdas Ingat Tuhan): Maintains remembrance of The Creator throughout the essay.

5. Critical Reflection: Shows depth in connecting technical solutions to broader spiritual and societal impacts.

6. Continuum of Awareness: Evidence of uninterrupted and progressive conscious analysis.

II. Intention

7. Clarity of Intent: States a clear and purposeful intention aligned with the ultimate goal of the Creatorโ€™s recognition.

8. Alignment of Objectives: Aligns case study objectives with higher values and universal principles.

9. Relevance of Intent: Ensures the intention addresses real-world engineering needs effectively.

10. Sustainability Focus: Intends solutions that consider long-term environmental, societal, and economic impacts.

11. Focus on Quality: Demonstrates a conscious intention to prioritize reliability, accuracy, and precision.

III. Initial Thinking (about the Problem)

12. Problem Understanding: Clearly identifies and describes the engineering problem.

13. Stakeholder Awareness: Considers perspectives of all stakeholders impacted by the problem or solution.

14. Contextual Analysis: Places the problem within a relevant physical, social, and technical context.

15. Root Cause Analysis: Identifies underlying causes, not just symptoms of the problem.

16. Relevance of Analysis: Ensures the problem-solving process is grounded in practical and applicable insights.

17. Use of Data and Evidence: Employs credible, accurate, and sufficient data to support problem understanding.

IV. Idealization

18. Assumption Clarity: States all assumptions explicitly and justifies their relevance.

19. Creativity and Innovation: Proposes unique or unconventional idealized solutions while adhering to realism.

20. Physical Realism: Ensures the idealization adheres to physical laws and engineering principles.

21. Alignment with Intent: Ensures idealization aligns with the initial intention and overarching goals.

22. Scalability and Adaptability: Considers whether the idealized solution is scalable and adaptable to different contexts.

23. Simplicity and Elegance: Proposes solutions that are efficient, simple, and elegant while solving complex problems.

V. Instruction (Set)

24. Clarity of Steps: Outlines each step of the solution process clearly and logically.

25. Comprehensiveness: Includes all relevant aspects of the solution, leaving no gaps.

26. Physical Interpretation: Explains the physical meaning of all numerical results or design decisions.

27. Error Minimization: Includes procedures to reduce errors in solution implementation.

28. Verification and Validation: Provides methods for verifying and validating the solution.

29. Iterative Approach: Demonstrates readiness to iterate and refine the solution if needed.

30. Sustainability Integration: Considers sustainable practices within the solution execution.

31. Communication Effectiveness: Presents instructions in a way that is understandable and actionable by others.

32. Alignment with the DAI5 Framework: Maintains coherence with all preceding DAI5 steps.

33. Documentation Quality: Provides clear, complete, and professional documentation of the solution.

DAI5 adalah kerangka pemecahan masalah berbasis kesadaran, dikembangkan oleh Prof. DAI (Dr. Ahmad Indra), yang terstruktur dalam lima langkah inti:


1. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam tentang Diri):

Langkah dasar ini melibatkan pengingatan yang terus-menerus kepada Sang Maha Kuasa – Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Langkah ini menekankan kesadaran individu (atau jiwa/nafs) dan kesadaran diri, menyelaraskan tindakan dengan tujuan utama untuk mengenal dan mengakui Tuhan. Ini adalah keadaan “nafs,” yang berfungsi sebagai lapisan inti.


2. Intention (Niat):

Ini adalah keputusan atau tujuan sadar yang mendorong proses pemecahan masalah. Niat berasal dari hati, yang berfungsi sebagai “heartware” (perangkat hati) yang mengkodekan niat untuk seluruh kerangka kerja. Niat memastikan bahwa setiap langkah pemecahan masalah selaras dengan kehendak Sang Pencipta.


3. Initial Thinking (about the Problem) (Pemikiran Awal tentang Masalah):

Langkah ini mencakup analisis dan pemahaman mendalam tentang masalah, memastikan pemahaman yang komprehensif tentang sifat dan akar penyebabnya.


4. Idealization (Idealisasi):

Pada langkah ini, asumsi dibuat untuk menyederhanakan dan memodelkan masalah, sambil memastikan bahwa asumsi tersebut dapat diandalkan, realistis, dan selaras dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam niat.


5. Instruction Set (Set Instruksi):

Ini mencakup prosedur, langkah-langkah, dan metode iteratif untuk menerapkan solusi, dengan niat sadar yang terus membimbing tindakan selama pelaksanaan.


Kerangka ini menekankan keselarasan dengan tujuan yang lebih tinggi dan mengintegrasikan kesadaran teknis dan spiritual. DAI5 berbeda dari kerangka tradisional karena fokusnya pada niat dan lapisan dasar kesadaran (nafs).


Penjelasan Singkat:
DAI5 adalah pendekatan pemecahan masalah yang unik karena menggabungkan aspek spiritual (kesadaran diri dan niat) dengan langkah-langkah teknis yang sistematis. Ini menekankan pentingnya kesadaran akan Tuhan dan keselarasan dengan kehendak-Nya dalam setiap proses pemecahan masalah.