Search

  • TUGAS BESAR KOMPUTASI TEKNIK: PERHITUNGAN GAYA DALAM PROSES UPSETTING

    A. Project TitleFORCE CALCULATION AND APPROXIMATION FOR FORGING AND UPSETTING B. Author Complete NameRadifan Wirahadyanto C. Affiliation Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia D. Abstract Accurate prediction of forming force is a critical requirement in the design and analysis of upsetting (forging) processes. Conventional analytical approaches based on the Upper Bound Method

    Continue Reading

  • Perhitungan Posisi dan Orientasi Kendaraan

    Komputasi Teknik Benarido Amri [2506669226] I. Abstrak Laporan ini menyajikan metode perhitungan posisi dan orientasi kendaraan berdasarkan konsep pergerakan kinematika lateral kendaraan. Metode perhitungan ini dikerjakan menggunakan 5 prinsip DAI5 yaitu Deep Awareness of (I), Intention, Initial Thinking, Idealization, dan Instruction Set, dengan di dalamnya terdapat konsep computational thinking. Dalam melakukan perhitungan posisi dan orientasi

    Continue Reading

  • Development of a DAI5-Guided AI Agent for Turning Parameter Optimization Using Python-Based Computational Modeling

    A. Project Title Development of a DAI5-Guided Retrieval-Augmented AI Agent for Turning Parameter Optimization Using Python-Based Computational Modeling B. Author Complete Name Raden Jachregantravis C. Affiliation Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia D. Abstract This report presents the development of an artificial intelligence (AI) agent for optimizing turning process parameters, guided by

    Continue Reading

  • Laporan Tugas Akhir Menentukan Damper Rate dan Spring Rate Kendaran

    Spring Rate and Damper Rate Calculation of a Vehicle Using Numerical Method Adamsyah Haryo Saksono 2506565401 Universitas Indonesia Abstract kendaraan merupakan sistem transportasi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. tanpa adanya kendaraan berpergian menjadi sangat susah. agar perjalanan kendaraan menjadi aman dan nyaman diperlukan adanya sistem suspensi yang baik. beberapa cara untuk mengontorl suspensi

    Continue Reading

  • Tugas Besar Pyrolisis

    (Outline) A. Project Title Pemodelan Numerik Laju Pemanasan Internal Partikel Biomassa dan Limbah Menggunakan Finite Difference Method (FDM) 2D untuk Optimasi Proses Pirolisis B. Author Complete Name Azfa Rhazasta Abiandra C. Affiliation 555555555 Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia D. Abstract Penelitian ini menerapkan kerangka kerja FDM 2D Eksplisit untuk menganalisis konduksi termal transien pada berbagai

    Continue Reading

  • AI-Assisted Sensor Predictive Models Using Polynomial Regression

    AI-Assisted Sensor Predictive Models Using Polynomial Regression

    This project develops sensor predictive models using polynomial regression for two engineering cases: fuel level (fuel stick) and axle load. The work is organized into three stages: Stage I builds smooth predictive models, Stage II refines them into practical Python scripts for daily use, and Stage III implements an AI assistant to generate and validate…

    Continue Reading

  • AI assistant for Building Optimization

    AI assistant for Building Optimization

    A. Project Title AI-Assistant to optimized material selection, energy and cost in building B. Author Complete Name Rizky Nugraha – 2506669320 C. Affiliation Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia D. Abstract This report discusses the conceptual design of a Building AI Assistant as a decision support system aimed at improving operational efficiency,

    Continue Reading

  • [BOOKMARK KNOWLEDGE 1] System Initialization: Advanced Biomass-Based Interfacial Solar Evaporation Status: Active Role: Senior Materials Scientist & Thermodynamics Engineer Context: Analisis Evaporator Hidrogel Berbasis Biomassa untuk Desalinasi Air Laut Desalinasi adalah proses penghilangan kadar garam dan mineral dari air laut atau air payau untuk menghasilkan air tawar yang layak konsumsi. Dalam konteks file Anda (terutama

    Continue Reading

  • Format Laporan Tugas – DAI5 berikut link address nya Format Laporan Tugas/Project berbasis DAI5 dengan Contoh (Petunjuk) & 33 Kriteria Evaluasi/Penilaian The essence of guiding frame work of DAI5 DAI5 is a problem-solving framework structured around five core steps: Deep Awareness (of) I: The foundational step involving a continuous remembrance of The One and Only,

    Continue Reading

  • Kalkulator Penghitung Gaya untuk Proses Upsetting (Tempa)

    I. Masalah 2. Kondisi utamanya adalah: โ€ข Terdapat gesekan antara benda kerja dan cetakan. โ€ข Pembentukan barrel (menggembung pada sisi samping) diabaikan โ€” artinya tinggi benda kerja berkurang secara seragam. โ€ข Benda kerja dianggap berada dalam kondisi regangan bidang(plane strain), yaitu panjang jauh lebih besar dibandingkan lebar dan tingginya. โ€ข Tugas dari kalkulator ini adalah

    Continue Reading

Framework

Toward highmost consciousness

DAI5 adalah kerangka pemecahan masalah berbasis kesadaran, dikembangkan oleh Prof. DAI (Dr. Ahmad Indra), yang terstruktur dalam lima langkah inti:


1. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam tentang Diri):

Langkah dasar ini melibatkan pengingatan yang terus-menerus kepada Sang Maha Kuasa – Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Langkah ini menekankan kesadaran individu (atau jiwa/nafs) dan kesadaran diri, menyelaraskan tindakan dengan tujuan utama untuk mengenal dan mengakui Tuhan. Ini adalah keadaan “nafs,” yang berfungsi sebagai lapisan inti.


2. Intention (Niat):

Ini adalah keputusan atau tujuan sadar yang mendorong proses pemecahan masalah. Niat berasal dari hati, yang berfungsi sebagai “heartware” (perangkat hati) yang mengkodekan niat untuk seluruh kerangka kerja. Niat memastikan bahwa setiap langkah pemecahan masalah selaras dengan kehendak Sang Pencipta.


3. Initial Thinking (about the Problem) (Pemikiran Awal tentang Masalah):

Langkah ini mencakup analisis dan pemahaman mendalam tentang masalah, memastikan pemahaman yang komprehensif tentang sifat dan akar penyebabnya.


4. Idealization (Idealisasi):

Pada langkah ini, asumsi dibuat untuk menyederhanakan dan memodelkan masalah, sambil memastikan bahwa asumsi tersebut dapat diandalkan, realistis, dan selaras dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam niat.


5. Instruction Set (Set Instruksi):

Ini mencakup prosedur, langkah-langkah, dan metode iteratif untuk menerapkan solusi, dengan niat sadar yang terus membimbing tindakan selama pelaksanaan.


Kerangka ini menekankan keselarasan dengan tujuan yang lebih tinggi dan mengintegrasikan kesadaran teknis dan spiritual. DAI5 berbeda dari kerangka tradisional karena fokusnya pada niat dan lapisan dasar kesadaran (nafs).


Penjelasan Singkat:
DAI5 adalah pendekatan pemecahan masalah yang unik karena menggabungkan aspek spiritual (kesadaran diri dan niat) dengan langkah-langkah teknis yang sistematis. Ini menekankan pentingnya kesadaran akan Tuhan dan keselarasan dengan kehendak-Nya dalam setiap proses pemecahan masalah.

DAI5 is a framework, structured around five core steps:


1. Deep Awareness of I :

The foundational step involving a continuous remembrance of The Almighty – The One and Only, The Creator of the Universe and Everything in it. This step emphasizes the individual’s consciousness (soul or nafs within qalb) and self-awareness, aligning actions with the ultimate purpose of knowing and recognizing God. This is the state of “nafs,” which is human fundamental reality serving as the core layer.


2. Intention :

This is the conscious decision or purpose that drives the process. It originates from the heart, which acts as the “heartware” encoding intentions for the rest of the framework. Intention ensures that every problem-solving step is aligned with the Creator’s will.


3. Initial Thinking (about the Problem) :

This step includes a thorough analysis and understanding of the problem, ensuring a deep comprehension of its nature, first principle underlying the problem being solved and root causes.


4. Idealization :

This step entails envisioning the optimal solution or outcome, free from current constraints. It allows for creative thinking and the exploration of ideal scenarios, which can later be adjusted to fit practical limitations

In this idealization step, realistic and reliable assumptions are made to simplify and model the problem while ensuring they are reliable, realistic, and aligned with the overarching principles established in the intention.


5. Instruction Set :

This includes the procedures, steps, and iterative methods to implement the solution, with conscious intention continuously guiding actions throughout execution.

The framework emphasizes alignment with a higher purpose and integrates both material and immaterial awareness. It stands apart from traditional frameworks due to its focus on intention and the foundational layer of consciousness (nafs).

Note:

In Deep Awareness (of) I step, one exercises and express self-respect and gratitude to The Creator of all things, The One and Only. These creates one’s awareness to the reality of infinity.

___________________________________

The 33 DAI5 Implementation Evaluation Criteria

___________________________________

I. Deep Awareness of I (DAI)

1. Consciousness of Purpose: Reflects understanding of the Creator’s role in shaping the case study context.

2. Self-awareness: Demonstrates awareness of personal biases, assumptions, and roles in the analysis.

3. Ethical Considerations: Includes moral and ethical implications in addressing the case study.

4. Integration of CCIT (Cara Cerdas Ingat Tuhan): Maintains remembrance of The Creator throughout the essay.

5. Critical Reflection: Shows depth in connecting technical solutions to broader spiritual and societal impacts.

6. Continuum of Awareness: Evidence of uninterrupted and progressive conscious analysis.

II. Intention

7. Clarity of Intent: States a clear and purposeful intention aligned with the ultimate goal of the Creatorโ€™s recognition.

8. Alignment of Objectives: Aligns case study objectives with higher values and universal principles.

9. Relevance of Intent: Ensures the intention addresses real-world engineering needs effectively.

10. Sustainability Focus: Intends solutions that consider long-term environmental, societal, and economic impacts.

11. Focus on Quality: Demonstrates a conscious intention to prioritize reliability, accuracy, and precision.

III. Initial Thinking (about the Problem)

12. Problem Understanding: Clearly identifies and describes the engineering problem.

13. Stakeholder Awareness: Considers perspectives of all stakeholders impacted by the problem or solution.

14. Contextual Analysis: Places the problem within a relevant physical, social, and technical context.

15. Root Cause Analysis: Identifies underlying causes, not just symptoms of the problem.

16. Relevance of Analysis: Ensures the problem-solving process is grounded in practical and applicable insights.

17. Use of Data and Evidence: Employs credible, accurate, and sufficient data to support problem understanding.

IV. Idealization

18. Assumption Clarity: States all assumptions explicitly and justifies their relevance.

19. Creativity and Innovation: Proposes unique or unconventional idealized solutions while adhering to realism.

20. Physical Realism: Ensures the idealization adheres to physical laws and engineering principles.

21. Alignment with Intent: Ensures idealization aligns with the initial intention and overarching goals.

22. Scalability and Adaptability: Considers whether the idealized solution is scalable and adaptable to different contexts.

23. Simplicity and Elegance: Proposes solutions that are efficient, simple, and elegant while solving complex problems.

V. Instruction (Set)

24. Clarity of Steps: Outlines each step of the solution process clearly and logically.

25. Comprehensiveness: Includes all relevant aspects of the solution, leaving no gaps.

26. Physical Interpretation: Explains the physical meaning of all numerical results or design decisions.

27. Error Minimization: Includes procedures to reduce errors in solution implementation.

28. Verification and Validation: Provides methods for verifying and validating the solution.

29. Iterative Approach: Demonstrates readiness to iterate and refine the solution if needed.

30. Sustainability Integration: Considers sustainable practices within the solution execution.

31. Communication Effectiveness: Presents instructions in a way that is understandable and actionable by others.

32. Alignment with the DAI5 Framework: Maintains coherence with all preceding DAI5 steps.

33. Documentation Quality: Provides clear, complete, and professional documentation of the solution.

DAI5 adalah kerangka pemecahan masalah berbasis kesadaran, dikembangkan oleh Prof. DAI (Dr. Ahmad Indra), yang terstruktur dalam lima langkah inti:


1. Deep Awareness of I (Kesadaran Mendalam tentang Diri):

Langkah dasar ini melibatkan pengingatan yang terus-menerus kepada Sang Maha Kuasa – Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta dan segala isinya. Langkah ini menekankan kesadaran individu (atau jiwa/nafs) dan kesadaran diri, menyelaraskan tindakan dengan tujuan utama untuk mengenal dan mengakui Tuhan. Ini adalah keadaan “nafs,” yang berfungsi sebagai lapisan inti.


2. Intention (Niat):

Ini adalah keputusan atau tujuan sadar yang mendorong proses pemecahan masalah. Niat berasal dari hati, yang berfungsi sebagai “heartware” (perangkat hati) yang mengkodekan niat untuk seluruh kerangka kerja. Niat memastikan bahwa setiap langkah pemecahan masalah selaras dengan kehendak Sang Pencipta.


3. Initial Thinking (about the Problem) (Pemikiran Awal tentang Masalah):

Langkah ini mencakup analisis dan pemahaman mendalam tentang masalah, memastikan pemahaman yang komprehensif tentang sifat dan akar penyebabnya.


4. Idealization (Idealisasi):

Pada langkah ini, asumsi dibuat untuk menyederhanakan dan memodelkan masalah, sambil memastikan bahwa asumsi tersebut dapat diandalkan, realistis, dan selaras dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam niat.


5. Instruction Set (Set Instruksi):

Ini mencakup prosedur, langkah-langkah, dan metode iteratif untuk menerapkan solusi, dengan niat sadar yang terus membimbing tindakan selama pelaksanaan.


Kerangka ini menekankan keselarasan dengan tujuan yang lebih tinggi dan mengintegrasikan kesadaran teknis dan spiritual. DAI5 berbeda dari kerangka tradisional karena fokusnya pada niat dan lapisan dasar kesadaran (nafs).


Penjelasan Singkat:
DAI5 adalah pendekatan pemecahan masalah yang unik karena menggabungkan aspek spiritual (kesadaran diri dan niat) dengan langkah-langkah teknis yang sistematis. Ini menekankan pentingnya kesadaran akan Tuhan dan keselarasan dengan kehendak-Nya dalam setiap proses pemecahan masalah.