ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Sulthaanan N

Pendahuluan Kelas Komputasi Teknik

Dalam sesi kelas pertama kita diajak untuk mengevaluasi pendekatan kita dalam menyelesaikan masalah. Proses yang biasanya langsung dimulai dengan mencari solusi permasalahan. Alih-alih memulai pemecahan masalah dengan memikirkan solusi, kita perlu untuk mengawali proses pemecahan masalah dengan mencari tahu dan berusaha mengenal siapa sejatinya diri kita serta apa tujuan atau niat kita.

Pertanyaan besar terkait niat adalah mengapa? Mengapa perlu belajar komputas teknik. Komputasi teknik berperan sebagai sarana pengembangan keterampilan teknis dan non-teknis yang relevan, sebagai keterampilan dasar yang perlu dimiliki seorang engineer, diantaranya:

  • Membantu melatih kita untuk memiliki kemampuan berfikir logis.ย 
  • Mengasah kemampuan menyelesaikan masalah dengan memecah masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan.ย 
  • Kemampuan memahami dan mengembangkan konsep teknis dengan menganalisa data atau mengembangkan model dan simulasi untuk mendapatkan solusi yang optimal dan efektif.ย 

Secara singkat, belajar komputasi teknik tidak terbatas belajar matematika saja, tetapi memberikan kita kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir logis dan problem-solving yang penting untuk sukses di bidang engineering.

Di masa ini, dimana perkembangan teknologi berlangsung dengan sangat cepat, dan manusia berada dalam bayang-bayang teknologiย artificialย intelligenceย (AI), peningkatan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai seorang profesional menjadi semakin penting. Pergesaran fungsi dari tugas-tugas yang sifatnyaย repetitiveย serta pergeseran peran dari fungsi operator ke peran-peran dengan kapasitas yang tidak tergantikan oleh AI perlu kita lakukan.ย 

Sebagai seorang engineer kita perlu menyadari bahwa AI adalah sebuah alat dan kita memiliki real intelligence dan heartware yang tidak dimiliki AI. Kita berperan merekayasa alat tersebut untuk membantu tugas kita dan mendapatkan hasil yang kita inginkan dengan mengacu pada consciences atau kata hati kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *