Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh perkenalkan saya Adam Zaki dengan NPM 2306155325. Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk menyampaikan apa yang telah saya pelajari dalam proses analisis performa hasil simulasi Vortex Generator (VG).
Rangkaian ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Metode Numerik yang berfokus pada penerapan simulasi numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Dengan menggunakan perangkat lunak Siemens STAR-CCM+, dilakukan simulasi aliran fluida melalui geometri dengan penambahan vortex generator (VG) guna menganalisis pengaruhnya terhadap distribusi tekanan, kecepatan, serta gaya hambat (drag).
Dalam penyusunan laporan ini, saya menggunakan kerangka berpikir DAI5 (Deep Awareness of I 5) untuk mendalami tidak hanya aspek teknis, namun juga pengembangan pola pikir sistematis, reflektif, dan solutif. Pendekatan DAI5 mendorong proses berpikir yang menyeluruh: dari kesadaran diri, niat awal, asumsi dasar, pemodelan ideal, hingga langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan masalah teknik.
Saya menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya terbuka terhadap segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang :
1.Deep Awareness of I (Kesadaran Diri Mendalam)
Sebagai mahasiswa Teknik Mesin yang sedang belajar metode numerik dan simulasi fluida, saya menyadari bahwa kemampuan membaca fenomena fisika tidak hanya bergantung pada hafalan rumus, melainkan pada penguasaan alat bantu simulasi dan pendekatan berpikir yang mendalam. Kesadaran ini mendorong saya untuk tidak hanya menampilkan hasil visual semata, tetapi juga memahami bagaimana data numerik seperti tekanan, kecepatan, dan drag force berkontribusi terhadap interpretasi desain teknik yang lebih baik.
2. Intention (Niat Awal atau Tujuan)
Sebelum saya mempraktikkan simulasi ini, tentunya saya harus memiliki tujuan yang jelas dari apa yang akan saya lakukan yaitu mempelajari Siemens CCM+. Tujuan utama dari simulasi ini adalah:
- Meningkatkan pemahaman konseptual terhadap pemanfaatan metode numerik dan software CFD dalam dunia nyata.
- Mengetahui bagaimana vortex generator (VG) mempengaruhi aliran fluida,
- Menilai pembentukan vortex di area belakang VG,
- Menganalisis perubahan drag force dan distribusi tekanan sebagai bentuk efisiensi aerodinamika
3. Initial Thinking (Pemikiran Awal)
Sebelum simulasi dijalankan, saya memiliki beberapa asumsi awal:
- VG akan menghasilkan vortex yang mempercepat fluida di sekitar permukaan dan menurunkan tekanan.
- Efek vortex akan menjaga aliran tetap menempel (attached flow), sehingga drag dapat diminimalisir.
- Namun, mungkin terdapat peningkatan lokal drag akibat adanya geometri penghalang (VG) itu sendiri.
4. Idealization (Pemodelan dan Penyederhanaan Awal)
Untuk memvalidasi asumsi tersebut, dilakukan pendekatan sebagai berikut:
- Geometri: Flat plate dengan konfigurasi VG (tampak miring atau membentuk sudut terhadap aliran)
- Boundary Condition:
- Inlet velocity = 20.8 m/s (maks)
- Outlet pressure = 0 Pa
- Wall = no-slip condition
- Mesh: Refinement di sekitar VG untuk menangkap gradien tekanan dan vortex secara akurat
- Model Turbulensi: (kemungkinan menggunakan) k-epsilon untuk keseimbangan antara akurasi dan kecepatan simulasi
5. Instruction Set (Langkah Implementatif)
Langkah-langkah sistematis yang dilakukan:
1. Pemodelan Geometri dan Domain
Geometri dibuat dengan VG yang dipasang di atas permukaan datar, lalu dimasukkan ke dalam domain aliran.
2. Pembuatan Mesh
Mesh lebih padat di sekitar VG untuk meningkatkan akurasi pembentukan vortex.
3. Set Up Simulasi
Boundary condition, model turbulensi, dan parameter solver diatur. Monitoring dilakukan terhadap residual dan nilai drag.
4. Running & Konvergensi
Simulasi dilakukan hingga iterasi ke-946 dengan residual < 1.45e-6. Nilai drag force stabil di 0.0503 N, dan drag coefficient di 2.515e-4.
5. Analisis Hasil Visualisasi
- Streamline menunjukkan terbentuknya aliran melingkar (vortex) di belakang VG.

- Warna velocity magnitude dari biru โ hijau menandakan akselerasi fluida setelah melalui VG.

- Tekanan rendah terbentuk di belakang VG, mendukung hipotesis adanya vortex kuat.

- Ketiga sudut pandang (top, front, diagonal) mengonfirmasi arah pembelokan dan interaksi aliran.
Berikut adalah grafik Residual vs Iteration selama 1000 iterasi.

Interpretasi Grafik Residual vs Iteration
- Semua residual turun drastis dari nilai awal >10โปยน ke nilai <10โปโถ, menunjukkan konvergensi sistem sangat baik.
- Fluktuasi kecil di tengah iterasi (500-an) pada grafik aslinya biasanya terjadi karena:
- Perubahan dalam kecepatan vortex
- Transisi dari aliran steady ke unsteady sebelum stabil kembali
- Setelah iterasi ke-600, semua parameter menyatu dan mendatar โ sistem telah mencapai steady-state solution.
Kesimpulan DAI5 terhadap Simulasi Vortex Generator
Melalui pendekatan DAI5:
Berdasarkan hasil simulasi menggunakan Siemens STAR-CCM+, dapat disimpulkan bahwa penerapan vortex generator (VG) secara signifikan memengaruhi karakteristik aliran fluida di sekitarnya. Proses iterasi numerik menunjukkan performa konvergensi yang sangat baik, di mana nilai residual untuk continuity dan momentum turun secara stabil hingga mencapai < 10โปโถ setelah sekitar 1000 iterasi. Hasil visualisasi aliran dalam bentuk streamline memperlihatkan pola vortex yang terbentuk di belakang VG, dengan percepatan fluida dan pembelokan arah aliran yang khas.
Distribusi tekanan juga mendukung interpretasi tersebut, dengan terbentuknya area tekanan rendah di belakang VG yang menjadi indikasi utama keberadaan vorteks. Selain itu, nilai gaya hambat (drag force) yang stabil di sekitar 0.0503 N dan drag coefficient sebesar 2.515e-4 menunjukkan bahwa sistem telah mencapai kondisi steady dan VG tidak menimbulkan penambahan resistansi yang signifikan.
Secara keseluruhan, penggunaan metode numerik berbasis CFD pada STAR-CCM+ terbukti efektif dalam memberikan gambaran fisis dan kuantitatif terhadap perilaku aliran. Vortex generator berfungsi optimal dalam menjaga aliran tetap terarah, meningkatkan efisiensi aliran, serta membuka peluang pengembangan desain yang lebih baik dalam aplikasi teknik seperti aerodinamika kendaraan atau sistem pipa.
Sekian dari saya kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Terimakasih, selamat beristirahat
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh