Studi kasus: PLTS atap DPPU Soekarno-Hatta (Lat โ6,14ยฐ, Lon 106,63ยฐ)
Di blog sebelumnya kita membedah bagaimana angka radiasi di PVsyst lahir dari rantai rumus. Kali ini kita masuk ke sisi desain: kenapa di HelioScope tertulis Tilt 10ยฐ, Azimuth 68,09864ยฐ, Intrarow Spacing 2,0 ft, dan seterusnya? Semua kolom di tabel Field Segments itu punya dasar geometri dan fisika yang bisa dirumuskan. Mari kita bahas satu per satu, lengkap dengan rumus dan contoh hitung dari data yang kamu pakai.
Catatan: beberapa angka di bawah (dimensi modul 2,28 m, performance ratio 0,80) adalah asumsi ilustrasi karena tidak tertulis di tabel. Silakan ganti dengan data modul dan hasil simulasi HelioScope kamu.
1. Membaca tabel Field Segments
Field segment adalah satu “petak” susunan modul dengan parameter mekanis yang seragam. Arti tiap kolom:
| Kolom | Arti | Simbol |
|---|---|---|
| Racking | Jenis struktur: Fixed Tilt (rangka dengan sudut sendiri) atau Flush Mount (menempel sejajar atap) | โ |
| Orientation | Posisi modul: Portrait (sisi panjang vertikal) atau Landscape (sisi panjang horizontal) | โ |
| Tilt | Kemiringan modul terhadap bidang horizontal | ฮฒ |
| Azimuth | Arah hadap modul, diukur searah jarum jam dari utara | A |
| Intrarow Spacing | Jarak bersih antar baris modul dalam satu segmen | g |
| Frame Size | Jumlah modul per rangka (baris ร kolom), misal 1ร1 atau 1ร2 | โ |
| Frames | Jumlah rangka | N_f |
| Modules | Jumlah modul | N_m |
| Power | Daya DC terpasang | P_dc |
2. Ringkasan layout yang kamu buat
Dari 15 baris yang terlihat di tangkapan layar:
| Kelompok | Racking | Azimuth | Modul | Daya |
|---|---|---|---|---|
| Segment 1 (3 baris: 84, 80, 153 modul) | Fixed Tilt, portrait | 68,10ยฐ | 317 | 174,4 kW |
| Segment 2 (6 baris ร 18) | Flush mount, landscape | 248,38ยฐ (3 baris) dan 68,09ยฐ (3 baris) | 108 | 59,4 kW |
| Segment 8 (2 baris ร 18) | Flush mount, landscape | 248,33ยฐ dan 248,58ยฐ | 36 | 19,8 kW |
| Segment 10 (2 baris ร 18) | Flush mount, landscape | 248,33ยฐ dan 68,50ยฐ | 36 | 19,8 kW |
| Segment 14 (2 baris ร 36) | Flush mount, landscape, frame 1ร2 | 338,04ยฐ dan 158,20ยฐ | 72 | 39,6 kW |
| Total (baris yang terlihat) | 569 | โ 313,0 kW |
Daya per modul dapat dihitung balik dari tabel:
P_modul = P_segmen / N_modul = 46,2 kW / 84 = 0,550 kW = 550 Wp
Cek dengan baris lain: 153 ร 0,55 = 84,15 โ 84,2 kW ✔. Total daya DC:
P_dc = N_modul ร P_modul = 569 ร 550 Wp = 312.950 Wp โ 313 kWp
(Penomoran segmen yang melompat, misalnya 1, 2, 8, 10, 14, menandakan ada segmen lain yang tidak tampak di tangkapan layar, jadi total sebenarnya bisa lebih besar.)
3. Sistem sudut: tilt dan azimuth
Tilt (ฮฒ) adalah sudut antara bidang modul dan bidang horizontal: 0ยฐ = telentang rata, 90ยฐ = berdiri tegak.
Azimuth (A) di HelioScope memakai konvensi kompas, diukur searah jarum jam dari utara:
0ยฐ = Utara, 90ยฐ = Timur, 180ยฐ = Selatan, 270ยฐ = Barat
Jadi azimuth 68ยฐ berarti modul menghadap timur-timur laut (ENE), 248ยฐ menghadap barat-barat daya (WSW), 338ยฐ menghadap utara-barat laut (NNW), dan 158ยฐ menghadap selatan-tenggara (SSE).
Hati-hati beda konvensi. PVsyst memakai 0ยฐ = selatan, timur negatif, barat positif. Konversinya:
A_PVsyst = A_kompas โ 180ยฐContoh: 68,1ยฐ (HelioScope) โ โ111,9ยฐ (PVsyst); 248,4ยฐ โ +68,4ยฐ.
Secara matematis, arah hadap modul adalah vektor normal satuan. Dengan sumbu x = timur, y = utara, z = atas:
n = ( sinฮฒ ยท sin A , sinฮฒ ยท cos A , cosฮฒ )
4. Sudut datang: rumus yang menghubungkan matahari dan modul
Matahari juga punya vektor arah. Dengan ketinggian matahari ฮฑ dan azimuth matahari A_s (kompas):
s = ( cosฮฑ ยท sin A_s , cosฮฑ ยท cos A_s , sinฮฑ )
Sudut datang ฮธ (sudut antara sinar matahari dan normal modul) didapat dari hasil kali titik (dot product) dua vektor satuan, materi aljabar vektor di Matematika Teknik:
cos ฮธ = n ยท s = cosฮฑ ยท sinฮฒ ยท cos(A_s โ A) + sinฮฑ ยท cosฮฒ
Rumus ini setara dengan rumus DuffieโBeckman yang memakai ฮด, ฯ, ฯ, dan memberi hasil identik. Dua kasus penting:
- Jika ฮฒ = 0ยฐ (datar): cosฮธ = sinฮฑ = cosฮธz, kembali ke rumus zenit di blog sebelumnya.
- Semakin kecil ฮธ, semakin besar energi yang ditangkap (hukum kosinus Lambert).
Radiasi pada bidang modul (Plane of Array, POA) dijumlahkan dari tiga komponen. Pada model langit isotropik (LiuโJordan):
G_POA = G_b ยท cosฮธ + G_d ยท (1 + cosฮฒ)/2 + G_h ยท ฯ ยท (1 โ cosฮฒ)/2
dengan G_b = radiasi langsung (normal terhadap sinar), G_d = difus horizontal, G_h = global horizontal, ฯ = albedo permukaan. Model yang lebih canggih (HayโDavies, Perez) menambah koreksi anisotropi, tetapi kerangkanya sama. (Model transposisi yang dipakai HelioScope bisa dilihat di Condition Set proyekmu.)
Pelajaran penting untuk tilt 10ยฐ
Komponen difus dipengaruhi faktor pandang langit:
(1 + cos 10ยฐ)/2 = (1 + 0,98481)/2 = 0,9924
Artinya modul pada 10ยฐ hampir melihat langit sebanyak modul datar (99,2%). Dari blog sebelumnya, sekitar 54% radiasi di Soekarno-Hatta adalah difus, jadi lebih dari separuh energi nyaris tidak peduli soal tilt dan azimuth. Inilah salah satu alasan orientasi di dekat ekuator “lebih memaafkan” dibanding di lintang tinggi.
5. Penentuan tilt optimal
5.1 Penurunan sederhana dari geometri
Pada tengah hari matahari, sudut datang untuk modul yang menghadap ke arah ekuator (di Belahan Bumi Selatan berarti menghadap utara) adalah:
ฮธ_siang = | ฯ โ ฮด + ฮฒ | (ฯ negatif di selatan, modul menghadap utara)
Cek dengan 15 Oktober: ฯ = โ6,14ยฐ, ฮด = โ9,6ยฐ, ฮฒ = 10ยฐ โ ฮธ = |โ6,14 + 9,6 + 10| = 13,5ยฐ. Masuk akal: matahari ada 3,5ยฐ di selatan zenit, sedangkan normal modul miring 10ยฐ ke utara.
ฮธ_siang = 0 (sinar tegak lurus modul) terjadi bila:
ฮฒ_opt(hari) = ฮด โ ฯ
Karena rata-rata deklinasi sepanjang tahun adalah ฮด โ 0ยฐ (ia berayun antara +23,45ยฐ dan โ23,45ยฐ), tilt optimum tahunan secara teoretis:
ฮฒ_opt(tahunan) โ | ฯ | = 6,1ยฐ (menghadap utara)
Secara empiris, regresi data dunia memberi rumus kasar yang sedikit lebih besar:
ฮฒ_opt โ 0,76 ยท |ฯ| + 3,1ยฐ = 0,76 ร 6,14 + 3,1 โ 7,8ยฐ
Jadi untuk Jakarta, tilt “ideal” ada di kisaran 6ยฐโ8ยฐ. Kenapa kamu memakai 10ยฐ? Alasan praktisnya sangat masuk akal:
- Self-cleaning: kemiringan minimal sekitar 10ยฐ membuat air hujan membilas debu (penting di area bandara/industri).
- Mengikuti kemiringan atap: pada flush mount, tilt = kemiringan atap (lihat 5.2).
- Beban angin dan jarak antar baris: tilt kecil memperkecil bayangan antar baris dan beban angin.
- Kurva kehilangan sangat landai di sekitar optimum, sehingga selisih 6ยฐ vs 10ยฐ hanya berpengaruh kecil terhadap energi tahunan.
5.2 Tilt pada atap miring
Untuk flush mount, kemiringan modul sama dengan kemiringan atap:
ฮฒ = arctan( tinggi / jarak mendatar )
tan 10ยฐ = 0,176 โ naik ยฑ 17,6 cm setiap 1 m jarak mendatar
6. Penentuan azimuth
6.1 Teori: kenapa utara?
Di Belahan Bumi Selatan, azimuth optimum adalah 0ยฐ (utara). Tetapi Jakarta terletak hanya 6ยฐ di selatan ekuator, sedangkan matahari bergeser antara ยฑ23,45ยฐ. Matahari ada di utara zenit sekitar MaretโSeptember (saat ฮด > ฯ = โ6,14ยฐ), dan di selatan zenit sekitar OktoberโFebruari. Akibatnya tidak ada arah “jelas” terbaik sepanjang tahun, dan inilah yang membuat orientasi timurโbarat tetap layak di sini.
6.2 Praktik: azimuth ditentukan oleh atap
Pada flush mount kamu tidak memilih azimuth; atap yang menentukan. Perhatikan pola datanya:
- 68,09ยฐ dan 248,38ยฐ berselisih 180,29ยฐ. Ini bidang atap pelana (gable) yang saling membelakangi, dengan punggung atap (ridge) berarah kira-kira 158ยฐ/338ยฐ.
- 338,04ยฐ dan 158,20ยฐ juga berselisih 179,84ยฐ. Ini bangunan lain yang punggung atapnya berarah sekitar 68ยฐ/248ยฐ, yakni tegak lurus bangunan pertama.
Hubungan antara arah punggung atap dan azimuth modul:
A_modul = A_ridge ยฑ 90ยฐ
Perbedaan kecil seperti 248,38ยฐ vs 248,33ยฐ vs 248,58ยฐ muncul karena azimuth dibaca dari garis yang digambar pada citra satelit, jadi wajar ada selisih beberapa persepuluh derajat. Selisih sekecil itu tidak berpengaruh nyata pada energi.
6.3 Contoh hitung: timur vs barat pada tilt 10ยฐ
Kita bandingkan segmen azimuth 68,1ยฐ (menghadap timur) dengan 248,4ยฐ (menghadap barat) pada 15 Oktober, memakai rumus sudut datang di bagian 4. Data matahari (ฯ = โ6,14ยฐ, ฮด = โ9,6ยฐ):
Pukul 09:00 (ฯ = โ45ยฐ): ฮฑ = 45,3ยฐ , A_s = 97,5ยฐ
cosฮธz = sinฮฑ = 0,711
Segmen timur (A = 68,1ยฐ):
cosฮธ = (0,703)(0,1736)cos(97,5ยฐ โ 68,1ยฐ) + (0,711)(0,9848)
= (0,1221)(0,871) + 0,700 = 0,807
Segmen barat (A = 248,4ยฐ):
cosฮธ = (0,1221)cos(97,5ยฐ โ 248,4ยฐ) + 0,700
= (0,1221)(โ0,874) + 0,700 = 0,594
Rasio faktor sinar langsung terhadap bidang datar, R_b = cosฮธ / cosฮธz:
| Pukul | Segmen timur (68ยฐ) | Segmen barat (248ยฐ) | Rata-rata pasangan |
|---|---|---|---|
| 09:00 | 1,13 | 0,83 | 0,98 |
| 15:00 | 0,82 | 1,15 | 0,98 |
Interpretasi:
- Pagi hari, segmen timur menang ~13%, segmen barat kalah ~17%. Sore hari sebaliknya.
- Kalau luas timur dan barat seimbang, jumlahnya hampir impas (โ 0,98 dibanding bidang datar). Beban energi tersebar sepanjang hari dan puncak daya menjadi lebih landai, keuntungan bagi inverter dan jaringan.
- Karena tilt hanya 10ยฐ (sin 10ยฐ = 0,17), pengaruh arah hanya ยฑ sekitar 15% pada komponen langsung (yang sekitar 46% dari total), jadi dampak ke energi tahunan jauh lebih kecil.
Untuk intuisi umum, pada tilt kecil pengaruh azimuth bisa didekati secara linear:
G_POA / G_h โ 1 โ ฮฒ ยท f(azimuth, posisi matahari) (ฮฒ dalam radian: 10ยฐ = 0,175)
Semakin kecil ฮฒ, semakin kecil dampak azimuth. Pada ฮฒ โ 0 semua azimuth sama saja.
7. Racking: fixed tilt vs flush mount
Di tabelmu ada dua jenis:
- Fixed Tilt (Segment 1): modul dipasang di atas rangka dengan sudut sendiri (10ยฐ) di atap datar, portrait, dengan intrarow spacing 2,0 ft (0,61 m). Karena baris-baris berderet, bayangan antar baris harus dihitung.
- Flush Mount (Segment 2, 8, 10, 14): modul menempel sejajar atap dengan celah 0,1 ft (ยฑ3 cm). Tidak ada bayangan antar baris karena semua modul sebidang.
7.1 Jarak antar baris dan bayangan
Misalkan panjang modul L (asumsi modul 550 Wp โ 2,28 m, cek datasheet). Tinggi tepi atas baris depan:
h = L ยท sinฮฒ = 2,28 ร 0,1736 = 0,396 m
Panjang bayangan di tanah saat matahari setinggi ฮฑ tepat di depan baris:
l = h / tanฮฑ
Bayangan tidak mengenai baris belakang bila l โค g (jarak bersih). Dengan g = 2,0 ft = 0,61 m:
tanฮฑ_kritis = h / g = 0,396 / 0,61 = 0,65 โ ฮฑ_kritis โ 33ยฐ
Pada 15 Oktober, ฮฑ = 33ยฐ terjadi ketika cosฯ = (0,5446 โ 0,0178)/0,9804 = 0,537, yakni ฯ โ 57,5ยฐ atau sekitar 3,8 jam dari tengah hari. Jadi saat matahari lebih rendah dari itu (sebelum ยฑ08:10 dan sesudah ยฑ15:50, bila matahari tepat di depan baris) sebagian modul belakang mulai tertutup bayangan, tetapi pada jam-jam itu radiasi memang kecil, sehingga rugi energinya kecil. Inilah alasan tilt rendah memungkinkan jarak antar baris rapat.
7.2 Ground Coverage Ratio (GCR)
Jarak antar baris (pitch) dan rasio tutupan lahan atap:
d = L ยท cosฮฒ + g = 2,28 ร 0,9848 + 0,61 = 2,86 m
GCR = L / d = 2,28 / 2,86 โ 0,80
GCR tinggi artinya atap termanfaatkan padat (banyak kWp per mยฒ), dengan konsekuensi shading antar baris sedikit lebih besar pada sudut matahari rendah.
8. Orientasi modul dan frame size
- Portrait vs Landscape: menentukan arah sisi panjang modul. Pada fixed tilt, portrait membuat tinggi baris h = Lยทsinฮฒ lebih besar (bayangan lebih panjang), landscape memakai sisi pendek sebagai tinggi baris dan bayangannya lebih pendek. Selain itu, dioda bypass membagi modul menjadi tiga substring memanjang, sehingga bayangan yang “mengiris” arah tertentu akan lebih merugikan di satu orientasi dibanding lainnya.
- Frame size 1ร1 vs 1ร2: satu rangka menampung 1 atau 2 modul. Pada Segment 14: 18 rangka ร 2 = 36 modul โ 36 ร 0,55 = 19,8 kW ✔.
Relasi dasarnya hanya perkalian:
N_modul = N_rangka ร (modul per rangka)
P_segmen = N_modul ร P_modul
9. Dari geometri ke energi
Setelah G_POA diketahui (per jam), HelioScope menghitung daya listrik tiap modul. Bentuk yang disederhanakan:
T_sel = T_udara + (NOCT โ 20) / 800 ยท G_POA
P_dc = P_stc ยท (G_POA / 1000) ยท [ 1 + ฮณ ยท (T_sel โ 25) ]
dengan ฮณ = koefisien suhu daya (โ โ0,35 %/ยฐC untuk silikon kristal). Di daerah tropis seperti Soekarno-Hatta, T_udara โ 26,7ยฐC, jadi suhu sel mudah mencapai 50โ60ยฐC dan menurunkan daya beberapa persen. Lalu ditambah rugi inverter, kabel, kotoran, dan bayangan.
Estimasi cepat energi (ilustrasi)
Dengan GHI tahunan 1795,5 kWh/mยฒ (dari blog PVsyst), P_dc = 313 kWp, dan performance ratio asumsi 0,80:
E_tahun โ P_dc ร (H / 1 kW/mยฒ) ร PR
= 313 ร 1795,5 ร 0,80 โ 449.600 kWh โ 450 MWh/tahun
Yield spesifik = 1795,5 ร 0,80 โ 1436 kWh/kWp/tahun
Ini hanya patokan kasar (memakai GHI, bukan POA, dan hanya segmen yang terlihat). Angka resmi tetap dari hasil simulasi HelioScope.
10. Checklist kewajaran desain
| Pengecekan | Hasil |
|---|---|
| 46,2 kW / 84 modul | 550 Wp per modul, konsisten di semua baris |
| Total modul terlihat | 569 modul โ โ 313 kWp |
| Pasangan azimuth selisih ~180ยฐ | Atap pelana timurโbarat atau utaraโselatan |
| Tilt 10ยฐ vs optimum teoretis 6โ8ยฐ | Selisih kecil, dan 10ยฐ menguntungkan untuk self-cleaning serta kemiringan atap |
| Faktor pandang langit pada 10ยฐ | 0,992 (hampir tak berubah dari datar) |
| Pasangan timurโbarat | R_b rata-rata โ 0,98, profil produksi lebih landai |
11. Kaitan dengan Matematika Teknik
| Konsep | Muncul di mana |
|---|---|
| Trigonometri | Sudut ฮฒ, azimuth, ฮฑ |
| Aljabar vektor, dot product | cosฮธ = n ยท s |
| Optimasi (turunan = 0) | Mencari ฮฒ_opt yang memaksimalkan cosฮธ |
| Aproksimasi linear (deret Taylor) | Pengaruh azimuth pada ฮฒ kecil |
| Integral | Energi harian = โซ G_POA dt |
| Perkalian & rasio sederhana | N_modul, P_segmen, GCR |
Penutup
Parameter di tabel Field Segments bukan angka sembarangan: tilt dipilih dari kompromi antara optimum geometri (โ6ยฐโ8ยฐ) dan kebutuhan praktis (10ยฐ), azimuth diwarisi dari orientasi atap (68ยฐ/248ยฐ dan 338ยฐ/158ยฐ), sedangkan spacing, frame, dan jumlah modul adalah hitungan geometri dan perkalian sederhana. Rangkaian ini bersama blog sebelumnya menjelaskan bagaimana dari sebuah titik koordinat kita sampai pada angka kWh yang akhirnya dibayar oleh listrik.
Referensi
- Duffie, J.A. & Beckman, W.A. Solar Engineering of Thermal Processes, Bab 1โ2 (geometri matahari, sudut datang).
- Liu, B.Y.H. & Jordan, R.C. (1963); Hay & Davies (1980); Perez dkk. (1990): model transposisi.
- Lunde, P.J. (1980) dan Chinchilla dkk. (2021): rumus tilt optimum empiris.
- Dokumentasi HelioScope (Folsom Labs/Aurora Solar): Field Segments dan Condition Set.
- Kreyszig, E. Advanced Engineering Mathematics (edisi 10), Bab 9 (aljabar vektor), Bab 22 (optimasi).
KELVIN MANIK
S2 Teknik Mesin – Universitas Riau