Menggunakan 5 jenis Mesh, yaitu Jenis Coarse dengan Element Size sebesar 0,01 [m], Medium 0,0075 [m], Fine 0,005 [m], Finer 0,0035 [m], dan Very Fine 0,0025 [m]. Mesh Indenpendence Study bekerja untuk melihat perbedaan suatu parameter terhadap Number of Elements dengan cara merubah Element Size-nya pada saat metode mesh/grid di CFD.
Dari setiap Jenis Mesh dilihat Number of Elements. Dihasilkan yaitu Coarse dengan Element Size 0,01 [m] mendapatkan sebesar 2618, Medium Element Size 0,0075 [m] mendapatkan 6720, Fine Element Size 0,005 [m] mendapatkan 20520, Finer Element Size 0,0035 [m] mendapatkan 58916, dan Very Finer Element Size 0,0025 [m] mendapatkan 157325
Setiap Jenis Mesh dijalankan sampai residual tidak berubah dan rata-rata bernilai kecil. Nilai residual yang bagus adalah sekitar 10^-4 sampai 10^-7. Nilai residual pada iterasi 250 kali sudah kecil sehingga hasil sudah konvergen. Lalu dilihat nilai Pressure Total pada titik yang sudah di buatkan dengan Iso-Surface dan hitung perubahan Pressure-nya pada kedua titik tersebut. Gambar dibawah adalah gambar residual pada setiap Jenis Mesh dan gambar Pressure Total pada titik masuk (p-zmin) dan titk keluar (p-zmax):
1. Coarse



2. Medium



3. Fine



4. Finer



5. Very Fine



Hasil diplot ke dalam grafik sehingga menghasilkan sumbu X pada Number of Elements dan sumbu Y pada Pressure Drop [Pa] seperti yang ditampilkan dibawah:

Terlihat tidak terlalu berubah di-setiap Mesh Independence Study. Sehingga data ini sudah valid bahwa nilai Pressure Drop sekitar 14,6621 [Pa].