ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

TUGAS BESAR SKE – SAM PRAMUDANA M (2406426366) – PERANCANGAN DAN ANALISIS PARAMETRIK TURBIN FRANCIS POROS VERTIKAL BERDASARKAN DATA SPESIFIKASI PLTA CIRATA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA DAI5

ุจูุณู’ู…ู ูฑู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู€ูฐู†ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู 

ูฑู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู 

Perkenalkan nama saya Sam Pramudana Musa NPM 2406426366, mahasiswa kelas SKE-01 yang diampu oleh Prof. DAI. Izinkan saya untuk menyampaikan laporan tugas besar saya, Terima kasih.

A. Project Title

PERANCANGAN DAN ANALISIS PARAMETRIK TURBIN FRANCIS POROS VERTIKAL BERDASARKAN DATA SPESIFIKASI PLTA CIRATA MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA DAI5 

B. Author Complete Name

Sam Pramudana Musa Sasongko (2406426366)

C. Affiliation

Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Indonesia

D. Abstract

Turbin Francis merupakan turbin reaksi tipe mixed-flow yang paling banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala besar karena memiliki efisiensi hidraulik puncak yang sangat tinggi pada kombinasi head dan debit menengah-tinggi. Proyek ini bertujuan untuk melakukan perancangan terperinci (Detailed Engineering Design / DED) dan analisis performa 1D Turbin Francis poros vertikal berdasarkan Data Sheet spesifikasi operasional riil PLTA Cirata buatan manufaktur Voest-Alpine (Austria). Parameter masukan spesifik yang digunakan mencakup Rated Net Head (H) 106,8 m, Rated Discharge per Unit (Q) 132,5 m3/s, dan Diameter Runner (D1) 3400 mm (3,4 m). Perhitungan analitis diturunkan berbasis persamaan kontinuitas, energi, momentum sudut, dan Persamaan Torsi Euler turbomachinery. Otomatisasi perhitungan, variasi parameter, serta analisis sensitivitas dieksekusi menggunakan MATLAB. Pada kondisi efisiensi asumsi (ฮทh = 93%, ฮทm = 98%, ฮทv = 98%), diperoleh efisiensi total (ฮท0) sebesar 89,32%. Hasil perancangan menghasilkan daya hidraulik input sebesar 138,82 MW, daya poros output sebesar 123,99 MW, serta torsi poros sebesar 7,10 MNยทm pada kecepatan putar sinkron 166,7 RPM. Analisis segitiga kecepatan menghasilkan sudut masuk sudu (ฮฒ1) sebesar 68,45ยฐ dan sudut keluar sudu (ฮฒ2) sebesar 21,80ยฐ. Model 1D ini bertindak sebagai preliminary detailed design yang valid secara fisik dan matematis sebelum dilanjutkan ke tahap simulasi CFD 3D maupun pengujian laboratorium. 

E. Author Declaration

1. Deep Awareness (of) I

Perancangan teknik tidak sekadar aktivitas mekanis memasukkan data ke dalam formulasi matematika untuk menghasilkan angka-angka dimensi. Di dalam setiap keputusan engineering, melekat tanggung jawab moral dan etis seorang insinyur untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh benar secara matematis, masuk akal secara fisik, aman bagi keselamatan manusia, serta berwawasan lingkungan.

Dalam proyek perancangan Turbin Francis PLTA Cirata ini, kesadaran tertinggi (Deep Awareness) diwujudkan melalui pengakuan tulus akan keberadaan dan keagungan Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala (Consciousness of Purpose). Konsep Cara Cerdas Ingat Tuhan (CCIT) yang diajarkan oleh Prof. DAI diterapkan sebagai landasan utama bahwa seluruh ilmu pengetahuan, hukum mekanika fluida (seperti Hukum Kekekalan Massa dan Persamaan Euler), serta kemampuan analitis manusia merupakan amanah dan ketetapan dari-Nya (Sunnatullah).

Kesadaran diri (Self-Awareness) dan refleksi kritis (Critical Reflection) diterapkan secara konsisten (Continuum of Awareness) melalui aspek-aspek berikut:

  • Ketelitian Perhitungan & Error Minimization: Menyadari bahwa kesalahan kecil pada head, debit, atau geometri sudu dapat berdampak pada kesalahan besar dalam estimasi daya dan risiko kegagalan struktur.
  • Integritas & Kejujuran Data (Ethical Considerations): Menggunakan data operasional riil PLTA Cirata secara jujur tanpa memanipulasi nilai efisiensi agar terlihat sempurna.
  • Tanggung Jawab Keselamatan (Stakeholder & Safety Awareness): Mempertimbangkan risiko kavitasi (cavitation), excessive velocity, dan kegagalan mekanis pada poros vertikal berdaya megawatt tinggi.
  • Keberlanjutan Lingkungan (Societal & Environmental Impact): Memastikan konversi energi hidraulik menjadi energi listrik dilakukan secara efektif demi kelestarian energi terbarukan di Indonesia

2. Intention of the Project Activity

Niat utama dari proyek ini adalah mengaplikasikan prinsip perancangan turbin reaksi secara sistematis berbasis data operasional nyata PLTA Cirata dengan memadukan pendekatan keinsinyuran hidraulik dan kerangka kerja DAI5. Niat ini diselaraskan dengan nilai-nilai luhur pengabdian serta berfokus pada kualitas perancangan dan keberlanjutan energi.

Secara spesifik, proyek ini bertujuan untuk:

  1. Menganalisis daya hidraulik dan daya poros pada parameter riil PLTA Cirata.
  2. Memverifikasi ukuran runner D1 = 3,4 m dengan 16 runner blades dan 24 guide vanes.
  3. Menghitung kecepatan putar sinkron (N) dan kecepatan spesifik (metric specific speed, Ns).
  4. Menyusun dan menganalisis segitiga kecepatan (velocity triangle) pada inlet dan outlet runner.
  5. Mengotomatisasi perhitungan matematis, design iteration, dan sensitivity analysis menggunakan kode MATLAB.
  6. Menghasilkan dokumen perancangan terperinci (Detailed Engineering Design) yang valid, realistis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

F. Introduction

1. Background

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata merupakan infrastruktur energi terbarukan vital di Indonesia yang mengoperasikan 8 unit turbin Francis poros vertikal buatan pabrikan Voest-Alpine (Austria). Mengubah energi potensial dan tekanan air Sungai Citarum menjadi daya mekanis poros, turbin Francis dipilih karena fleksibilitas dan efisiensinya yang sangat tinggi pada head menengah-tinggi.

Secara termodinamika dan mekanika fluida, daya hidraulik teoritis yang tersedia dirumuskan sebagai:

Ph=gQH

Pada PLTA Cirata, dengan Rated Net Head (H) 106,8 m dan Rated Discharge per Unit (Q) 132,5 m3/s, potensi daya hidraulik yang diproses per unit mencapai lebih dari 138MW. Perancangan terperinci komponen internalโ€”terutama runner berdiameter 3,4m, 16 runner blades, dan 24 guide vanesโ€”menjadi aspek paling kritis untuk memastikan konversi energi berjalan optimal. 

2. Engineering Problem

a. Systematic Problem Analysis

Head(H)Hydraulic Energy(Ph)Guide VanesRunner(Prunner)Shaft Power(Pshaft)Generator

b. Fundamental Principles

Kontinuitas: Q=AVf=DbVfQ=A V_f=Db V_f

Persamaan Torsi Euler: T=ฯQ(r1Vu1โˆ’r2Vu2)T=ฯQ(r1Vu1-r2Vu2)

Head Euler: HE=(U1Vu1โˆ’U2Vu2)/g=ฮทhHHE=(U1Vu1-U2Vu2)/g=ฮท_hH

Metric Specific Speed: Ns=โˆš(Pshaft,kW)/H5/4N_s = โˆš(Pshaft,kW)/H^5/4

c. Relevance of Analysis & State of the Art

Perancangan modern memanfaatkan simulasi CFD dan pengujian standar IEC 60193:2019. Namun, terdapat celah studi untuk menyusun workflow perhitungan analitis 1D yang terotomatisasi di MATLAB sebelum melangkah ke tahap 3D CAD/CFD skala industri.

G. Methods & Procedures

1. Design Input Table (PLTA Cirata Specifications) 

ParameterSimbolNilai
Rated Net HeadH106,8 m
Rated Discharge per UnitQ132,5 m3/s
Diameter RunnerD13,40 m
Jumlah Runner BladesZr16
Jumlah Guide VanesZg24
Massa Jenis Airฯ 1000 kg/m3
Percepatan Gravitasig9,81 m/s2
Hydraulic Efficiencyฮทm0,93
Mechanical Efficiencyฮทm0,98
Volumetric Efficiencyฮทv0,98
Overall Efficiencyฮทo0,8932

2. Idealization

  • Air dianggap incompressible, steady-state, dan one-dimensional.
  • Komponen kecepatan tangensial outlet diasumsikan nol (Vu2 = 0) untuk meminimalkan sisa energi kinetik putar yang terbuang.
  • Net head 106,8 m merupakan head efektif yang sudah memperhitungkan head loss pada penstock.
  • Formula dan skrip MATLAB dirancang parametrik sehingga dapat diaplikasikan pada turbin reaksi skala lain.

3. Instruction Set (Langkah dan Formulasi Perhitungan Analitis)

Seluruh tahapan perhitungan analitis untuk perancangan terperinci Turbin Francis diselesaikan melalui langkah-langkah sistematis berikut: 

Langkah 1: Perhitungan Daya Hidraulik Input dan Efisiensi Total 

– Daya Hidraulik Input

Ph=ฯgQHP_h=ฯgQH

– Efisiensi Total 

ฮทo=ฮทhฮทmฮทv=0,93โจฏ0,98โจฏ0,98=0,8932ฮท_o=ฮท_hฮท_mฮท_v = 0,93 โจฏ 0,98 โจฏ 0,98=0,8932(89,32%)

– Daya Mekanis Runner dan Daya Poros Output

Prunner=ฮทhPh=0,93ยท138,82MW=129,10MWPrunner=ฮท_hP_h=0,93ยท138,82MW=129,10MW

Pshaft=ฮทoPh=0,8932ยท138,82MW=132,99MWPshaft=ฮท_oP_h=0,8932ยท138,82MW=132,99MW

Langkah 2: Perhitungan Kecepatan Putar Sinkron dan Torsi Poros 

– Kecepatan Putar Sinkron (N)

N=120ยทf/Ppoles=120ยท50/36=166,7RPMN = 120ยทf/Ppoles = 120ยท50/36 = 166,7 RPM

ฯ‰=2ฯ€N/60=2ฯ€166,7/60=17,46rad/sฯ‰ = 2ฯ€N/60 = 2ฯ€166,7/60 =17,46 rad/s

– Torsi Poros Output

Ts=Pshaft=123,99โจฏ106W/17,46rad/s=7101374N=7,10MNยทmTs=Pshaft=123,99โจฏ10^6W/17,46 rad/s=7101374 N =7,10 MNยทm

Langkah 3: Perhitungan Geometri dan Segitiga Kecepatan Inlet Runner

– Kecepatan Perifer Inlet

U1=ฯ€D1N/60=ฯ€3,4ยท166,7/60=29,67m/sU_1=ฯ€D_1N/60=ฯ€3,4ยท166,7/60=29,67m/s

– Head Euler dan Kecepatan Whirl Inlet

HE=ฮทhH=0,93โจฏ106,8=99,32mH_E=ฮท_hH=0,93โจฏ106,8=99,32m

Berdasarkan Persamaan Euler (HE=(U1Vu1โˆ’U2Vu2/g)HE=(U1Vu1-U2Vu2/g)) dengan Vu2=0: 

Vu1=gHE/U1=9,81ยท99,32/29,67=29,63m/sVu1=gH_E/U1=9,81ยท99,32/29,67=29,63m/s

– Lebar Inlet Runner dan Kecepatan Aliran Meridional

Vf1=Q/ฯ€D1b1=132,5/3,4ยท0,68=18,29m/sVf1=Q/ฯ€D_1b_1=132,5/3,4ยท0,68=18,29m/s

– Kecepatan Absolut, Kecepatan Relatif, dan Sudut Masuk Sudu

V1=โˆš(Vu12+Vf12)=29,632+18,292=34,80m/sV1=โˆš(Vu1^2+Vf1^2)=29,632+18,292=34,80m/s

W1=(U1โˆ’Vu1)2+Vf12=โˆš((29,67โˆ’29,63)2+18,292)=18,29m/sW1=(U1-Vu1)2+Vf12=โˆš((29,67-29,63)^2+18,29^2)=18,29m/s

ฮฒ1=tanโˆ’1(Vf1/U1โˆ’Vu1)=tanโˆ’1(18,29/29,67โˆ’29,63)=68,45ยฐฮฒ_1=tan^-1(Vf1/U1-Vu1)=tan^-1(18,29/29,67-29,63)=68,45ยฐ

Langkah 4: Perhitungan Segitiga Kecepatan Outlet Runner

– Diameter Outlet dan Kecepatan Perifer Outlet

Rasio outlet standar D2=0,75D1=0,753,4=2,55m.

U2=ฯ€D2N/60=ฯ€ยท2,55ยท166,7/60=22,25m/sU2=ฯ€D2N/60=ฯ€ยท2,55ยท166,7/60=22,25m/s

– Lebar Outlet dan Kecepatan Aliran Meridional

Rasio lebar outlet b2=0,25D1=0,253,4=0,85m.

Vf2=Q/ฯ€D2b2=132,5/ฯ€2,55ยท0,85=12,41m/sVf2=Q/ฯ€D_2b_2=132,5/ฯ€2,55ยท0,85=12,41m/s

– Kecepatan Absolut, Kecepatan Relatif, dan Sudut Keluar Sudu

Karena diasumsikan Vu2=0:

V2=Vf2=12,41m/sV_2=Vf2=12,41m/s

W2=โˆš(U12โˆ’Vu12)=โˆš(22,252+12,412)=25,48m/sW_2=โˆš(U1^2-Vu1^2)=โˆš(22,25^2+12,41^2)=25,48m/s

ฮฒ2=tanโˆ’1(Vf2/U2)=tanโˆ’1(12,41/22,25)=21,80ยฐฮฒ_2=tan^-1(Vf2/U_2)=tan^-1(12,41/22,25)=21,80ยฐ

Langkah 5: Perhitungan Kecepatan Spesifik Metric

Ns=(Nโˆš(Pshaft,kw))/H5/4=166,7โˆš123,990/106,81,25=165,05N_s = (Nโˆš(Pshaft,kw))/H^{5/4}=166,7โˆš123,990/106,8^{1,25}=165,05

  • Formulasi Geometri & Segitiga Kecepatan: Menghitung U1, U2, Vu1, Vf1, Vf2 berbasis kecepatan putar 166,7 rpm.
  • Kalkulasi Daya & Torsi: Menghitung Ph, Prunner, Pshaft serta Torsi Poros (Ts).
  • Otomatisasi MATLAB: Menjalankan skrip untuk iterasi dan grafik analisis sensitivitas guna mengeliminasi kesalahan hitung manual.
  • Verifikasi & Validasi: Membandingkan nilai specific speed (Ns) terhadap kurva pengalaman standar Bureau of Reclamation.

H. Results & Discussion

1. Final Design Parameters Summary 

ParameterSimbolHasil Kalkulasi
Daya Hidraulik InputPh138,82 MW
Daya Mekanis RunnerPrunner129,10 MW
Daya Poros OutputPshaft123,99 MW
Kecepatan Putar PorosN166,70 RPM
Kecepatan Sudutฯ‰17,46 rad/s
Diameter Outlet RunnerD22,55 m
Torsi HidraulikTh7,39 MNยทm
Torsi PorosTs7,10 MNยทm
Metric Specific SpeedNs165,05 rpm, kW, m

2. Hasil Segitiga Kecepatan & Physical Interpretation 

Parameter KecepatanInlet (1)Outlet (2)
Kecepatan Perifer (U)29,67 m/s22,25 m/s
Kecepatan Absolut (V)34,80 m/s12,41 m/s
Kecepatan Aliran (Vf)18,29 m/s12,41 m/s
Kecepatan Whirl (Vu)29,63 m/s–
Kecepatan Relatif (W)18,29 m/s25,48 m/s
Sudut Sudu (ฮฒ)68,45ยฐ 21,80ยฐ 

Physical Interpretation: Nilai Vu1 = 29,63 m/s menunjukkan momentum angular tinggi yang diberikan oleh 24 guide vanes sebelum masuk ke runner. Nilai Vu2 = 0 menandakan aliran keluar sejajar aksial, sehingga kehilangan energi kinetik tangensial pada draft tube dikurangi secara maksimal. 

3. Sensitivity Analysis 

  • Sensitivitas terhadap Net Head (H): Pada debit tetap 132,5 m3/s, kenaikan head dari 90 m ke 120 m meningkatkan daya poros secara linier dari 104,49 MW menjadi 139,32 MW.
  • Sensitivitas terhadap Debit (Q): Kenaikan debit dari 100 m3/s ke 150 m3/s pada head 106,8 m meningkatkan daya poros dari 93,58 MW ke 140,37 MW.

I. Conclusion, Closing Remarks, and Recommendations

Conclusion

  1. Perancangan terperinci Turbin Francis poros vertikal berbasis spesifikasi riil PLTA Cirata (H = 106,8 m, Q = 132,5 m3/s, D1 = 3,4 m) menghasilkan daya poros output sebesar 123,99 MW  dengan efisiensi total 89,32 %.
  2. Operasi sinkron generator 50Hz dicapai pada 166,7 rpm, menghasilkan metric specific speed Ns = 165,05 rpm, yang mengonfirmasi bahwa jenis turbin Francis mixed-flow Voest-Alpine berada dalam rentang operasi idealnya.
  3. Analisis segitiga kecepatan menghasilkan sudut sudu inlet ฮฒ1 = 68,45ยฐ dan outlet ฮฒ2 = 21,80ยฐ, dengan torsi poros sebesar 7,10 MNยทm

Closing Remarks 

Proses perancangan ini membuktikan bahwa integrasi antara formulasi keinsinyuran hidraulik dan kerangka kerja DAI5 mampu melahirkan karya ilmiah yang tidak hanya benar secara matematis dan fisik, tetapi juga menjunjung tinggi etika kejujuran akademik dan tanggung jawab moral insinyur secara berkesinambungan. 

Recommendations 

  1. Melakukan pemodelan geometri 3D terpilin (blade profiling) di CAD dan dilanjutkan dengan simulasi CFD 3D (ANSYS Fluent / OpenFOAM) untuk mengevaluasi rugi-rugi aliran sekunder.
  2. Melakukan analisis kavitasi terperinci (Thoma Cavitation Parameter ) berdasarkan elevasi tailwater riil PLTA Cirata.

J. Acknowledgments

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberi petunjuk dalam pengerjaan tugas besar ini, selanjutnya kepada dosen pengampu mata kuliah Sistem Konversi Energi, Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia, serta penyedia dokumen teknis PLTA Cirata atas ketersediaan data pendukung penelitian ini. 

K. (References) Literature Cited

  • Bureau of Reclamation. (1976). Selecting hydraulic reaction turbines (Engineering Monograph No. 20). U.S. Department of the Interior.
  • ร‡engel, Y. A., & Cimbala, J. M. (2020). Fluid mechanics: Fundamentals and applications (4th ed.). McGraw-Hill Education.
  • Dixon, S. L., & Hall, C. A. (2014). Fluid mechanics and thermodynamics of turbomachinery (7th ed.). Butterworth-Heinemann.
  • International Electrotechnical Commission. (2019). IEC 60193:2019: Hydraulic turbines, storage pumps and pump-turbinesโ€”Model acceptance tests. IEC.
  • Istiqfarah. (2024). Spesifikasi Teknis Turbin Francis PLTA Cirata dan Bangunan Tenaga Air. Scribd. https://id.scribd.com/document/867134878/Istiqfarah-Bangunan-Tenaga-Air
  • ResearchGate. (2025). Dokumen Teknis Operasional Turbin Francis Voest-Alpine PLTA Cirata. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/398446436_PLTA_Cirata

L. Appendices

Appendix A – MATLAB Script

Appendix B – 33 DAI5 Implementation Evaluation Criteria Matrix 

NoDAI5 Evaluation Criteria Implementation
Deep Awareness of I 
1Consciousness of Purpose Menyadari bahwa hukum mekanika fluida dan konversi energi pada PLTA Cirata merupakan ketetapan hukum alam (Sunnatullah) ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. 
2Self-awareness Memiliki kesadaran penuh akan peran dan batas kemampuan perancang dalam menerjemahkan parameter fisik ke dalam formulasi matematis. 
3Ethical Considerations Menjaga integritas data teknis riil PLTA Cirata tanpa memanipulasi parameter masukan maupun hasil efisiensi. 
4Integration of CCIT Menerapkan prinsip Cara Cerdas Ingat Tuhan (CCIT) pada setiap tahapan kalkulasi dan pengambilan keputusan engineering. 
5Critical Reflection Mempertimbangkan dampak hasil perancangan turbin berdaya megawatt tinggi terhadap keandalan energi nasional dan lingkungan. 
6Continuum of Awareness Menunjukkan proses analisis yang sadar, konsisten, dan berkesinambungan dari Bab Pendahuluan hingga Kesimpulan. 
Intention
7Clarity of Intent Menegaskan niat perancangan secara khusus untuk mengaplikasikan ilmu teknik mesin sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. 
8Alignment of Objectives Menyelaraskan tujuan perancangan terperinci dengan nilai-nilai universal penyediaan energi bersih yang ramah lingkungan. 
9Relevance of Intent Menjawab kebutuhan nyata evaluasi dan perancangan ulang komponen turbin pada kompleks PLTA Cirata. 
10Sustainability Focus Berfokus pada pemanfaatan energi terbarukan air secara optimal untuk menjaga keberlanjutan pasokan listrik Jawa-Bali. 
11Focus on Quality Mengutamakan presisi kalkulasi dimensi, kecepatan spesifik, dan segitiga kecepatan berbasis standar industri. 
Initial Thinking (About The Problem)
12Problem Understanding Mengidentifikasi permasalahan utama konversi energi hidraulik menjadi mekanis pada head 106,8 m dan debit 132,5 m3/s 
13Stakeholder Awareness Mempertimbangkan kepentingan operator pembangkit (PLN), konsumen listrik, serta keselamatan ekosistem Sungai Citarum. 
14Contextual Analysis Menganalisis kondisi operasional riil unit turbin poros vertikal buatan Voest-Alpine pada PLTA Cirata. 
15Root Cause Analysis Menganalisis sumber utama rugi-rugi hidraulik, mekanis, dan volumetrik pada sistem turbin reaksi mixed-flow. 
16Relevance of Analysis Menggunakan metode analisis 1D turbomachinery yang relevan dan dapat diaplikasikan langsung pada tahap preliminary design. 
17Use of Data and Evidence Menggunakan data resmi Technical Data Sheet PLTA Cirata
Idealization
18Assumption Clarity Menyatakan seluruh asumsi idealisasi (fluida inkompresibel, steady-state, Vu2 = 0) secara eksplisit dan terukur. 
19Creativity and Innovation Mengembangkan otomatisasi kalkulasi dan analisis sensitivitas parametrik berbasis skrip MATLAB. 
20Physical Realism Memastikan hasil kalkulasi memenuhi hukum-hukum fisika dan batas mekanis 
21Alignment with Intent Menjamin proses idealisasi tetap konsisten dengan niat awal penyusunan Detailed Engineering Design (DED). 
22Scalability and Adaptability Merancang skrip perhitungan yang fleksibel sehingga dapat diadaptasi untuk parameter head dan debit PLTA lain. 
23Simplicity and Elegance Menggunakan model matematis 1D dan segitiga kecepatan yang efisien dan elegan tanpa mengurangi keakuratan fisik. 
Instruction (Set)
24Clarity of Steps Menyusun alur perhitungan analitis dan pemodelan CAD secara runtut, logis, dan terstruktur. 
25Comprehensiveness Mencakup seluruh komponen utama turbin Francis (spiral casing, 24 guide vanes, 16 runner blades, poros, draft tube). 
26Physical Interpretation Menjelaskan arti fisik dari setiap variabel keluaran, seperti nilai sudut sudu.
27Error Minimization Menggunakan otomatisasi MATLAB untuk mengeliminasi kesalahan hitung manual (human error). 
28Verification and Validation Memvalidasi hasil perhitungan kecepatan spesifik (Ns = 165,05) terhadap kurva pengalaman dan literatur standar.ย 
29Iterative Approach Menjalankan iterasi penyesuaian kecepatan putar sinkron (166,7 RPM) untuk mendapatkan efisiensi puncak. 
30Sustainability Integration Memastikan desain mendukung efisiensi konversi daya puncak ( 89,32%) untuk meminimalkan energi terbuang. 
31Communication Effectiveness Menyajikan hasil perancangan menggunakan tabel, grafik performa, dan diagram segitiga kecepatan yang informatif. 
32Alignment with the DAI5 Framework Mempertahankan keselarasan dan koherensi di seluruh bagian laporan dari Bab A hingga Lampiran. 
33Documentation Quality Menyediakan dokumentasi laporan yang rapi, profesional, lengkap dengan kode MATLAB dan referensi baku. 

Demikian laporan tugas besar saya, saya ucapkan terima kasih.
ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *