A. Project Title
Optimasi Diameter Pipa terhadap Pressure Drop Menggunakan Simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics)
B. Author Complete Name
Muh. Iqram Aswan
NPM : 2406362601
C. Affiliationย
Program Studi Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Indonesia
D. Abstract
Penelitian ini membahas pengaruh perubahan diameter pipa terhadap nilai pressure drop menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan untuk melihat distribusi tekanan statik dan tekanan total pada beberapa variasi diameter pipa.
Proses simulasi menggunakan perangkat lunak CFDSOF dengan asumsi aliran tunak (steady-state), fluida inkompresibel, serta model turbulensi RNG k-ฮต. Tahapan simulasi dimulai dari pembuatan geometri, proses meshing, penentuan kondisi batas, iterasi solver, hingga pengolahan hasil simulasi.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa penambahan diameter pipa mampu menurunkan kehilangan tekanan di sepanjang aliran. Pada analisis tekanan statik, nilai maksimum meningkat dari 9.327 ร 10โปยน Pa menjadi 1.330 Pa setelah dilakukan perubahan geometri. Distribusi tekanan pada pipa juga terlihat lebih stabil dan merata. Sementara itu, pada analisis tekanan total, konsentrasi tekanan tertinggi muncul di daerah inlet dan outlet akibat perubahan arah dan luas penampang aliran, dengan nilai maksimum mencapai 7.422 ร 10โปยฒ Pa.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa optimasi diameter pipa berpengaruh terhadap pengurangan kerugian energi akibat gesekan aliran. Simulasi CFD juga dapat digunakan sebagai metode analisis untuk membantu proses perancangan sistem perpipaan secara lebih efisien.
E. Author Declaration
1. Deep Awareness (of) I
Sebagai mahasiswa teknik, penulis menyadari bahwa fenomena aliran fluida merupakan bagian dari keteraturan hukum fisika yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini secara jujur, sistematis, kritis, dan bertanggung jawab.
Penulis juga menyadari bahwa simulasi CFD bukan hanya digunakan untuk memperoleh hasil numerik, tetapi juga sebagai sarana memahami bagaimana rekayasa teknik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sistem perpipaan yang lebih efisien, hemat energi, dan berkelanjutan.
Dalam proses analisis, penulis berusaha menjaga objektivitas dengan mempertimbangkan keterbatasan simulasi, asumsi yang digunakan, serta kemungkinan kesalahan numerik yang dapat memengaruhi hasil penelitian.
2. Intention of the Project Activity
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami pengaruh perubahan diameter pipa terhadap distribusi tekanan dan pressure drop pada sistem aliran fluida. Selain untuk memenuhi kebutuhan akademik, penelitian ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya desain perpipaan yang efisien dalam mengurangi konsumsi energi pompa pada sistem industri.
Melalui simulasi CFD, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan sistem perpipaan yang lebih hemat energi, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip rekayasa teknik yang efektif.
F. Introduction
Sistem perpipaan digunakan pada banyak bidang industri, seperti distribusi air, pembangkit listrik, industri kimia, dan transportasi fluida lainnya. Dalam sistem tersebut, salah satu masalah yang sering muncul adalah terjadinya pressure drop akibat gesekan antara fluida dengan dinding pipa maupun perubahan bentuk geometri aliran.
Nilai pressure drop yang besar dapat meningkatkan kebutuhan daya pompa sehingga konsumsi energi sistem menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, pemilihan diameter pipa menjadi salah satu faktor penting dalam proses perancangan sistem perpipaan.
Perkembangan metode numerik memungkinkan analisis aliran fluida dilakukan melalui simulasi komputer menggunakan metode CFD. Dengan CFD, distribusi tekanan dan karakteristik aliran dapat diamati tanpa harus melakukan pengujian langsung di laboratorium. Metode ini membantu proses analisis menjadi lebih cepat dan efisien.
Pada penelitian ini dilakukan simulasi CFD untuk melihat pengaruh variasi diameter pipa terhadap distribusi tekanan statik dan tekanan total.
Dalam proses perancangan sistem perpipaan, pemilihan diameter yang kurang tepat dapat menyebabkan peningkatan kehilangan energi, biaya operasional yang lebih tinggi, serta penurunan efisiensi sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analisis yang mampu memberikan gambaran distribusi tekanan secara detail sebelum sistem diterapkan pada kondisi nyata.
Penggunaan CFD dalam penelitian ini dipilih karena mampu memberikan visualisasi fenomena aliran secara numerik dengan biaya dan waktu yang lebih efisien dibandingkan pengujian eksperimental penuh. Selain itu, metode ini memungkinkan evaluasi berbagai variasi desain secara iteratif sehingga solusi yang diperoleh dapat lebih optimal dan adaptif terhadap kebutuhan sistem.
Initial Thinking (about the Problem)
- Analisis Permasalahan
Penurunan tekanan pada aliran fluida dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti panjang pipa, kekasaran permukaan, kecepatan aliran, dan diameter pipa. Semakin kecil diameter pipa, maka kecepatan aliran akan meningkat sehingga kerugian tekanan akibat gesekan juga bertambah.
- Permasalahan yang Ditemui
Dalam praktik perancangan, ukuran diameter pipa sering dipilih berdasarkan ketersediaan material atau pertimbangan ruang instalasi tanpa analisis distribusi tekanan secara rinci.
- Pemecahan Masalah
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Bagaimana pengaruh diameter pipa terhadap distribusi tekanan statik?
- Bagaimana perubahan diameter memengaruhi tekanan total pada inlet dan outlet?
- Apakah perubahan diameter mampu mengurangi pressure drop pada sistem?
- Dasar Teori
Pressure drop merupakan penurunan tekanan fluida yang terjadi akibat gesekan antara fluida dan dinding pipa serta adanya perubahan geometri aliran. Pada aliran internal, pressure drop dipengaruhi oleh diameter pipa, panjang pipa, kecepatan aliran, kekasaran permukaan, dan jenis aliran.
Hubungan pressure drop terhadap diameter pipa dapat dijelaskan menggunakan Persamaan Darcy-Weisbach:

di mana:
- ฮP = pressure drop,
- f = faktor gesekan,
- L = panjang pipa,
- D = diameter pipa,
- ฯ = densitas fluida,
- V = kecepatan aliran.
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa semakin kecil diameter pipa, maka kehilangan tekanan cenderung meningkat akibat kenaikan kecepatan aliran dan gesekan fluida terhadap dinding pipa.
Pada penelitian ini digunakan model turbulensi RNG k-ฮต karena model tersebut mampu memberikan prediksi yang cukup baik pada aliran turbulen dengan perubahan geometri dan distribusi tekanan yang kompleks.
- Stakeholder Analysis
Pihak-pihak yang terdampak dalam perancangan sistem perpipaan meliputi:
- industri sebagai pengguna sistem,
- operator sistem pompa,
- masyarakat sebagai pengguna hasil distribusi fluida,
- serta lingkungan akibat konsumsi energi yang digunakan.
Desain perpipaan yang tidak optimal dapat meningkatkan kebutuhan daya pompa sehingga konsumsi energi dan biaya operasional menjadi lebih besar.
G. Methods & Procedures
Idealization
Untuk mempermudah proses simulasi, digunakan beberapa asumsi berikut:
- Fluida bersifat inkompresibel.
- Fluida termasuk fluida Newtonian.
- Aliran berada pada kondisi tunak (steady-state).
- Pengaruh gravitasi diabaikan.
- Permukaan dinding pipa dianggap seragam.
- Simulasi dilakukan dalam domain dua dimensi (2D).
Instruction (Set)
Urutan simulasi dilakukan sebagai berikut:
Input AloMemori – Input Domain – Input Cell & KS – Input Satuan – Olah Iterasi – Hasil (Kontur)
a. Input AloMemori
Membuat ruang untuk turbulensi k-e/RNG dengan jumlah cell maks 15000 dan jumlah cell maks dalam satu arah 500.
b. Input Domain
Menyalakan centang pada bagian AksisSimetri kemudian memasukkan detail dimesnsi pipa dan jumlah cell dalam arah I dan J yang diinginkan.
c. Input Cell & KS
Menentukan inlet, outlet, wall, dan axis pada bagian cell kemudian mengatur kondisi sempadan untuk setiap jenis cell.
d. Olah Iterasi
Memasukkan jumlah iterasi yang diinginkan untuk menentukan kesesuaian konvergensi.
e. Hasil (Kontur)
Menampilkan hasil kontur untuk tekanan dari simulasi yang dilakukan untuk mengetahui tekanan minimum dan tekanan maksimum.
Untuk lebih lengkapnya tahap yang dilakukan maka saya lampirkan flowchart berikut.

Verification and Validation
Proses verifikasi dilakukan dengan memastikan nilai residual hasil iterasi mencapai kondisi konvergen. Selain itu, pemeriksaan kualitas mesh dilakukan untuk mengurangi kesalahan numerik selama simulasi berlangsung.
Validasi dilakukan dengan membandingkan tren hasil simulasi terhadap teori mekanika fluida, yaitu bahwa peningkatan diameter pipa akan menurunkan pressure drop akibat berkurangnya gesekan aliran
Error Minimization
Beberapa langkah yang dilakukan untuk meminimalkan kesalahan simulasi:
- menggunakan model turbulensi RNG k-ฮต,
- menjaga kualitas mesh agar distribusi cell tetap stabil,
- memastikan boundary condition sesuai kondisi fisik,
- melakukan iterasi hingga residual konvergen.
H. Results & Discussion
Berdasarkan simulasi CFDSOF yang dilakukan pada tanggal 18 Mei 2026, diperoleh data kontur tekanan sebagai berikut:
1. Analisis Tekanan Statik (Static Pressure)
Perbandingan kontur dilakukan pada dua variasi fisis utama
Gambar 1

Gambar 2
| Parameter | Kasus 1 (Gambar 1) | Kasus 2 (Gambar 2) |
|---|---|---|
| Nilai Maksimum (Max) | 9.327 ร 10-1 Pa | 1.330 Pa |
| Nilai Minimum (Min) | 1.280 ร 10-1 Pa | 1.256 ร 10-1 Pa |
| Karakteristik Visual | Gradien warna biru muda dominan di sepanjang pipa, riak gangguan di dekat inlet. | Warna biru cerah merata dengan nilai absolut tekanan maksimum lebih tinggi di area stagnasi. |
Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan diameter pipa mempengaruhi distribusi tekanan di sepanjang aliran. Pada kasus kedua, distribusi tekanan terlihat lebih merata dibandingkan kasus pertama. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerugian tekanan akibat gesekan menjadi lebih kecil setelah diameter pipa diperbesar.
Selain itu, penurunan gradien tekanan pada badan pipa menunjukkan bahwa aliran menjadi lebih stabil.
2. Analisis Tekanan Total (Total Pressure)
Tekanan total merepresentasikan energi total fluida. Berdasarkan Gambar 3, 4, dan 5, dilakukan variasi optimasi diameter bertahap:
| Metrik Tekanan Total (Pa) | Tahap A (Gambar 3) | Tahap B (Gambar 4) | Tahap C (Gambar 5) |
|---|---|---|---|
| Maksimum (Max) | 1.172 ร 10-2 | 2.734 ร 10-2 | 7.422 ร 10-2 |
| Minimum (Min) | 0.000 | 0.000 | 0.000 |

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5
Distribusi tekanan total menunjukkan nilai tertinggi berada pada daerah inlet dan outlet. Kondisi ini terjadi akibat perubahan penampang yang menyebabkan percepatan dan perlambatan aliran secara mendadak.
Pada tahap optimasi akhir, tekanan total lokal meningkat di daerah batas, namun distribusi tekanan di badan pipa tetap relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan diameter mampu mengurangi kehilangan tekanan sepanjang pipa utama.
Penurunan pressure drop pada diameter yang lebih besar menunjukkan bahwa energi yang hilang akibat gesekan fluida menjadi lebih kecil. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan daya pompa dapat dikurangi sehingga sistem menjadi lebih efisien secara energi.
Selain itu, distribusi tekanan yang lebih merata menunjukkan bahwa stabilitas aliran meningkat dan potensi terjadinya gangguan aliran lokal dapat diminimalkan. Dalam aplikasi industri, kondisi tersebut penting untuk menjaga performa sistem perpipaan dalam jangka panjang.
- Kesimpulan, Penutup, Rekomendasi
Kesimpulan
- Berdasarkan hasil simulasi CFD yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa diameter pipa memiliki pengaruh signifikan terhadap distribusi tekanan dan pressure drop pada sistem aliran fluida. Penambahan diameter pipa mampu mengurangi kehilangan energi akibat gesekan sehingga efisiensi sistem perpipaan meningkat.
- Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa CFD dapat digunakan sebagai metode analisis numerik yang efektif untuk membantu proses perancangan sistem perpipaan sebelum implementasi nyata dilakukan. Dengan pendekatan ini, proses desain dapat dilakukan secara lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
- Penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dalam rekayasa teknik tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga efisiensi energi, keberlanjutan sistem, serta manfaat jangka panjang bagi pengguna dan lingkungan.
Rekomendasi
Beberapa saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya:
- Menambahkan fillet pada bagian inlet dan outlet.
- Menguji variasi bilangan Reynolds yang lebih besar.
- Membandingkan hasil simulasi dengan data eksperimen.
- Menggunakan variasi material dan kekasaran dinding pipa.
I. Acknowledgments
Penulis mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.
Terima kasih juga disampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah yaitu Prof. Dr. Ir. Ahmad Indra Siswantara yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama proses pengerjaan proyek ini.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
- Program Studi Teknik Mesin Universitas Indonesia,
- tim pengembang CFDSOF,
- serta rekan-rekan yang telah memberikan dukungan selama penelitian berlangsung
J. Reference
- White, F. M. (2011). Fluid Mechanics (7th ed.). McGraw-Hill.
- Munson, B. R., Young, D. F., & Okiishi, T. H. (2006). Fundamentals of Fluid Mechanics. John Wiley & Sons.
- รengel, Y. A., & Cimbala, J. M. (2014). Fluid Mechanics: Fundamentals and Applications. McGraw-Hill Education.
- Versteeg, H. K., & Malalasekera, W. (2007). An Introduction to Computational Fluid Dynamics. Pearson Education.
L. Appendices















Parameter Simulasi
- Fluida: Air
- Densitas: 998 kg/mยณ
- Viskositas: 0.001 Paยทs
- Diameter pipa: 2.5 inch (0.0635 m), 3 inch (0.0762 m), 3.5 inch (0.0889 m), 4 inch (0.1016 m), 4.5 inch (0.1143 m)
- Kecepatan inlet: 1 m/s
- Panjang Pipa : 1 m