Pada tahap C3 ini, saya kembali berdiskusi dengan AI DAI5 untuk memperdalam pemahaman saya mengenai penerapan metode numerik dalam dunia teknik perkapalan, khususnya dalam proses analisis dan evaluasi data hasil simulasi awal project. Dari interaksi tersebut, saya mulai memahami bahwa metode numerik tidak hanya digunakan untuk memperoleh nilai perhitungan, tetapi juga digunakan untuk membaca pola, membandingkan hasil, dan menentukan keputusan teknik yang paling mendekati kondisi nyata. AI DAI5 membantu saya memahami bahwa setiap hasil iterasi memiliki makna yang harus dianalisis, bukan hanya diterima sebagai angka akhir semata.
Dalam proses belajar ini, saya memahami pentingnya validasi dan evaluasi terhadap hasil perhitungan numerik. AI DAI5 menjelaskan bahwa pada dunia engineering, khususnya perkapalan, suatu model harus mampu menggambarkan kondisi operasional kapal secara realistis walaupun menggunakan pendekatan sederhana. Dari sini saya belajar bahwa asumsi yang digunakan dalam perhitungan sangat mempengaruhi hasil akhir, sehingga engineer perlu memahami batasan model yang dibuat. Selain itu, saya juga mulai memahami bahwa metode numerik dapat digunakan untuk membantu proses optimasi secara bertahap melalui pengamatan tren hasil perhitungan, misalnya melihat bagaimana perubahan kecepatan atau bentuk lambung mempengaruhi hambatan kapal.
Melalui tahap C3 ini, saya merasa pemahaman saya terhadap metode numerik menjadi lebih luas karena tidak hanya fokus pada rumus, tetapi juga pada proses analisis engineering secara keseluruhan. AI DAI5 membantu saya memahami bahwa metode numerik merupakan alat bantu berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang maritim. Dari pembelajaran ini, saya mulai mengerti bahwa seorang engineer harus mampu menghubungkan antara data, model matematis, dan kondisi lapangan agar solusi yang dihasilkan tidak hanya benar secara teori, tetapi juga relevan untuk diaplikasikan pada sistem kapal yang sebenarnya.