assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Halo semuanya, bagaimana kabarnya?
Perkenalkan saya Migel Saputra Chen, sebagai salah satu mahasiswa Universitas Indonesia dengan jurusan Teknik Perkapalan. Saya lahir di Bogor dan besar di Bogor. Orang tua saya berasal dari Jambi, Sumatara barat. Terkadang kami sekeluarga masih sering untuk pulang ke kampung halaman (jambi). Kota yang terkesan besar karena sebagai Ibu kota provinsi Sumatra Barat, tetapi nyatanya hanyalah sebuah kota kecil. Ya, Jambi merupakan sebuah kota kecil yang kian panas saat ini, dikarenakan maraknya penanaman pohon pohon sawit ini. Tetapi ada satu hal yang sangat jauh berbeda dengan kota kota di jabodetabek ini. Jambi menjadi sebuah kota kecil, yang cocok untuk menikmati masa tua, dan slow living. Pertokoan yang baru buka jam 9, kegiatan kegiatan pasar baru buka jam 8, dan kehidupan setiap pagi di meja kopitiam. Orang orang akan bangun pagi dan duduk di kopitiam, hanya untuk sarapan dan berbincang dengan teman sebaya mereka, para orang tua mulai duduk dan berbincang keadaan mereka setiap pagi, kopitiam menjadi sebuah tempat pertukaran pendapat. Mereka yang setiap pagi berada di kopitiam tersebut, niscaya nya tidak akan merasa bosan ataupun lelah dengan kehidupannya masing masing, cerita yang terus bebrbeda hari harinya, berasal dari meja kopitiam yang diatasnya berisi segelas kopi hitam, semangkuk tamie, sepiring telor ayam kampung setengah matang.
Saat ini saya berusia 20 tahun, keseharian saya melakukan perjalanan PP dari bogor sampai ke Universitas Indonesia di depok jawa barat. Lama waktu perjalanan saya membutuhkan kurang lebih 2 jam perjalanan, dalam sehari saya menghabiskan waktu 3 sampai 4 jam untuk pulang pergi Bogor depok.
Pendidikan saya :
Saya SD hingga SMA di Mardi Yuana Bogor, ya memang sekolah yang jelek dan tidak terkenal. saya yakin semua yang membaca tidak mengetahuinya. Saya TK di Mardi Waluya Bogor. Saya masuk di UI menggunakan jalur SNBT. saat SMA memang saya ingin sekali dapat masuk di UI, maka dari itu saya pun mendapatkan kesempatan menjadi siswa eligible, sehingga saya memiliki kesempatan untuk mencoba SNBP. sayangnya saya di tolak oleh UI melalui jalur SNBP. ya saya coba kembali di SNBT, beruntungnya saya lolos. Teknik Perkapalan memang benar bukan pilihan pertama saya, teknik perkapalan adalah pilihan terakhir saya, entah dari mana pula saya bisa memilih teknik perkapalan ini. Tapi FTUI itulah pilihan pertama saya, ya sebenarnya saat masih SMA dulu saya tidak terlalu ingin untuk melanjutkan pendidikan S1 ini. Tetapi dorongan kali dorongan, suruhan kali suruhan, pengalaman berbagai orang, mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan S1 ini. Ya meskipun saya jalani saat ini, tetapi terkadang ada rasanya kurang bersemangat, dan tak ingin melanjutkannya. Terlebih latar belakang kedua orang tua saya bukan berasal dari S1 tetapi hanya tamatan SMEA atau SMA, yang dulu setara dengan SMK. Orang tua saya juga, yang terkadang membuat saya tidak ingin melanjutkan S1 ini. Tetapi bila sedang lelah, sejenak berhenti dan berpikir, UKT sudah masuk sekian puluh juta, yang notabene nya rata kanan. Bjirrrr