
Rasio Poisson adalah parameter mekanika material yang menyatakan perbandingan antara regangan lateral dan regangan aksial ketika suatu material mengalami deformasi akibat pembebanan. Parameter ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana perubahan dimensi material pada arah yang tegak lurus terhadap beban berkaitan dengan perubahan dimensi pada arah beban tersebut.
Ketika suatu material mengalami gaya tarik, material umumnya akan memanjang pada arah gaya dan menyusut pada arah yang tegak lurus terhadapnya. Sebaliknya, ketika material mengalami gaya tekan, material umumnya akan memendek pada arah pembebanan dan mengembang ke arah lateral.
Dalam Finite Element Analysis (FEA), rasio Poisson merupakan salah satu parameter penting untuk mendefinisikan perilaku elastis material. Parameter ini digunakan bersama modulus elastisitas untuk menentukan hubungan antara tegangan dan regangan dalam berbagai arah.
Pada analisis struktural menggunakan ANSYS, rasio Poisson memengaruhi perhitungan deformasi dan distribusi tegangan, terutama pada struktur yang mengalami pembebanan multiaaksial atau deformasi tiga dimensi.
Sebagai contoh, pada analisis tegangan termal pipa heliks, pemanasan dapat menyebabkan pipa mengalami ekspansi termal. Ketika ekspansi tersebut dibatasi oleh tumpuan atau sambungan, tegangan dapat terbentuk. Rasio Poisson turut memengaruhi respons elastis material terhadap kondisi tegangan yang dihasilkan, meskipun besarnya ekspansi termal bebas secara langsung ditentukan oleh perubahan temperatur dan koefisien ekspansi termal.
Dengan demikian, rasio Poisson bukan merupakan ukuran kekuatan atau kekerasan material, melainkan parameter yang menggambarkan hubungan deformasi antararah. Pemahaman terhadap parameter ini diperlukan agar pemodelan material dalam FEA dapat merepresentasikan perilaku mekanis material secara tepat.