Nama: Zakaa Aidan Ahmad
NPM: 2306225041
Bagian 1: Definisi sistem perpipaan
ipa merupakan salah satu jenis komponen struktural yang bersifat struktural dalam ranah industri, pertambangan, perminyakan dan gas. Fungsi utama dari pipa sebagai media transportasi fluida, yang dapat berupa cairan ataupun gas

Untuk dapat beroperasi sesuai fungisnya, konsep mekanika fluida dan prinsip-prinsip fisika lainnya wajib dipertimbangkan. Maka dari itu, bentuk umum dari penampang pipa berupa lingkaran menyerupai cincin, mengingat distribusi tekanan fluida di dalam pipa akan cenderung merata dalam profil
Bagian 2: Definisi penyangga pipa
Penyangga (support) merupakan komponen yang bersifat krusial pada sistem perpipaan. Fungsi dari penyangga sama halnya dengan pilar bangunan, yakni sebagai penopang berat pipa, dan mendistribusikannya ke tanah. Selain menggunakan penyangga, terdapat juga pipa yang ditempatkan persis di atas tanah (resting pipeline), atau berada di bawah permukaannya.

Dalam konteks sistem penyangga perpipaan, terdapat istilah bentangan atau span. Bentangan tersebut merepresentasikan jarak antar 2 penyangga yang berdekatan. Jarak rata-rata tersebut mesti diperhitungkan dalam proses perancangan, berdasarkan parameter-parameter seperti berat dan ukuran pipa, beban fluida, serta pengaruh eksternal lainnya.
Bagian 3: Studi kasus
Simulasi kali ini menggunakan skema contoh kasus sebagai berikut:
- Tujuan dari pengujian untuk memprediksi kondisi di mana sebuah aliran pipa minyak mengalami kegagalan ketika salah satu penyangga dihilangkan
- Simulasi menggunakan perangkat lunak Ansys Student 2025 R2, dan Microsoft Excel serta Google Colaboratory untuk keperluan pengolahan data
- Jarak kedua penyangga yang mengapit penyangga yang hilang divariasikan mulai dari 15, 18, 21 dan 24 ft, dengan ukuran pipa konstan sebesar NPS 6 schedule 40 (diameter luar 6,625 in ketebalan 0,28 in)
- Variasi lain pada simulasi kali ini juga terdapat pada jenis penyangga (fix, circle dan square resting support) serta tingkat degradasi ketebalan (20%, 40%, 60% dan 80%)
- Kegagalan terjadi ketika beban hasil simulasi melebihi 2300 psi, atau defleksi maksimumnya melebihi 0,1 in, sesuai dengan standar ASME B31.3