ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Tugas Besar Laporan Merancang Turbin Kaplan – Darryl Leonard W W SKE 01

Tugas Besar Laporan Merancang Turbin Kaplan – Darryl Leonard W W SKE 01

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Perkenalkan, saya Darryl Leonard William Wijaya (NPM 2406352821), mahasiswa Teknik Mesin. Dalam blog ini, saya memaparkan laporan Perancangan dan Analisis Turbin Kaplan guna memenuhi Tugas Besar mata kuliah Sistem Konversi Energi sekaligus mengulas penerapannya secara praktis untuk elektrifikasi kawasan terpencil.

A. PROJECT TITLE

ANALISIS DAN PERANCANGAN TURBIN KAPLAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO PADA SUNGAI TERBUKA MENGGUNAKAN KERANGKA DAI5

B. AUTHOR COMPLETE NAME

Darryl Leonard William Wijaya (NPM: 2406352821)

C. AFFILIATION

Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

D. ABSTRACT

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu teknologi energi terbarukan yang sesuai untuk wilayah dengan sumber daya sungai dan keterbatasan akses listrik. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis dan perancangan awal turbin Kaplan menggunakan kerangka DAI5 pada kondisi low-to-medium head dan debit relatif besar. Parameter desain meliputi gross head 12 m, head loss awal 1,5 m, debit desain 1,5 m³/s, dan rentang debit 0,8–2,0 m³/s. Hasil analisis menghasilkan net head 10,5 m, daya hidraulik 154,51 kW, daya poros 139,06 kW, dan daya listrik 121,54 kW. Turbin dirancang pada 500 rpm dengan runner berdiameter tip 0,754 m, diameter hub 0,302 m, dan enam bilah. Analisis variasi debit menunjukkan efisiensi maksimum 90% pada debit 1,5 m³/s. Hasil ini menunjukkan bahwa desain awal turbin Kaplan berpotensi diterapkan pada sistem PLTMH dengan karakteristik low-to-medium head dan debit relatif besar.

E. AUTHOR DECLARATION

1. Deep Awareness (of) I

Analisis rekayasa (engineering analysis) tidak hanya merupakan proses perhitungan matematis, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menggunakan ilmu dan sumber daya secara benar. Penulis menyadari bahwa keteraturan mekanika fluida, energi potensial air, dan proses konversi energi pada turbin Kaplan merupakan bagian dari hukum alam (Sunnatullah) yang ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran ini melalui prinsip DAI5 menjadi landasan integritas penulis dalam menjalankan proses perancangan secara jujur, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Kesadaran tersebut diterapkan dalam beberapa aspek:

  • Ketelitian perhitungan, karena kesalahan pada parameter head, debit, kecepatan aliran, maupun geometri runner dapat memengaruhi kinerja dan kestabilan sistem.
  • Kejujuran terhadap data dengan membedakan data awal, asumsi engineering, dan hasil perhitungan.
  • Tidak memanipulasi hasil untuk menghasilkan performa turbin yang melebihi batas fisik dan hukum konservasi energi.
  • Tanggung jawab terhadap keselamatan operasional, keandalan sistem, dan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat.
  • Mempertimbangkan dampak pemanfaatan aliran sungai terhadap ekosistem serta keberlanjutan sumber daya air.
  • Mengakui keterbatasan model, data, dan metode analisis yang digunakan dalam tahap perancangan awal.

2. Intention of the Project Activity

Tujuan esensial dari tugas besar ini adalah mengaplikasikan teori turbomachinery dan mekanika fluida untuk merancang sistem PLTMH berbasis turbin Kaplan yang mampu memanfaatkan energi aliran sungai secara efisien, aman, berkelanjutan, dan mudah dirawat. Proyek ini diniatkan untuk menghasilkan rancangan awal yang tidak hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Secara khusus, proyek ini bertujuan untuk:

  • Memahami prinsip kerja turbin reaksi aliran aksial (Kaplan turbine).
  • Menentukan parameter operasional berdasarkan head dan debit rancangan.
  • Menentukan net head, daya hidraulik, daya poros, daya listrik, dan efisiensi sistem.
  • Menentukan RPM serta dimensi awal runner Kaplan.
  • Menganalisis segitiga kecepatan dan hubungan antara guide vane, runner, dan aliran keluar.
  • Merancang konsep awal penstock dan sistem pembangkitan yang kompatibel dengan kondisi operasi.
  • Melakukan iterasi dan analisis sensitivitas terhadap perubahan debit dan head.
  • Melakukan pemeriksaan awal terhadap kavitasi, reliability, dan kebutuhan maintenance.
  • Mengintegrasikan aspek sustainability, keselamatan, kemudahan perawatan, dan etika engineering dalam proses perancangan.

F. INTRODUCTION

  1. Infrastruktur energi pedesaan di sekitar sungai sering memiliki keterbatasan akses listrik, sementara tersedia sumber daya air dengan karakteristik low-to-medium head dan debit relatif besar. Turbin Kaplan sesuai untuk kondisi low head–high flow karena menggunakan double regulation melalui guide vane dan adjustable runner blade. Sebagai turbin reaksi, energi air dikonversikan melalui guide vane, runner, dan draft tube. Pada kondisi desain dengan gross head 12 m, head loss 1,5 m, dan debit 1,5 m³/s, diperoleh net head 10,5 m dan daya hidraulik 154,51 kW. Dengan efisiensi turbin 90%, mekanis 95%, dan generator 92%, daya listrik yang dihasilkan sekitar 121,54 kW.

2. Engineering Problem
Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat beberapa parameter kunci yang menentukan keberhasilan konversi energi, kestabilan operasi, dan keandalan sistem. Permasalahan engineering yang diselesaikan meliputi:

  • Bagaimana menentukan efisiensi konversi daya hidraulik dari debit desain 1,5 m³/s dan net head 10,5 m?
  • Bagaimana menentukan putaran (RPM) yang sinkron langsung dengan frekuensi generator 50 Hz tanpa gearbox?
  • Bagaimana menentukan diameter tip runner (Dt) dan diameter hub (Dh)?
  • Bagaimana menentukan jumlah bilah runner (Z) dan rasio hub-to-tip agar diperoleh luas aliran yang sesuai?
  • Bagaimana menyusun segitiga kecepatan (velocity triangle) pada inlet dan outlet runner?
  • Bagaimana menentukan sudut guide vane dan sudut blade pitch agar aliran memasuki runner dengan kondisi yang sesuai?
  • Bagaimana mengevaluasi performa turbin pada variasi debit 0,8–2,0 m³/s?
  • Bagaimana melakukan pemeriksaan awal terhadap potensi kavitasi?
  • Bagaimana menyusun sistem yang tetap dapat dirawat dan dioperasikan oleh masyarakat atau teknisi lokal di wilayah pedesaan?
  • Bagaimana memvalidasi bahwa desain awal ini fisibel sebelum dilakukan CFD, FEA, dan pengujian eksperimental?

3. Initial Thinking
a. Systematic Problem Analysis

Alur konversi energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro berbasis turbin Kaplan dirumuskan sebagai:

Energi Potensial Air Sungai → Energi Tekanan & Kinetik → Guide Vane → Impuls/Reaksi pada Runner Kaplan → Shaft Power → Generator Sinkron AC

Setiap tahap memiliki kerugian (losses), sehingga:

Daya Listrik < Daya Poros < Daya Hidraulik

Sistem secara keseluruhan dapat direpresentasikan sebagai:

Sungai → Intake → Trash Rack → Desander → Headrace/Forebay → Penstock → Guide Vane → Kaplan Runner → Draft Tube → Generator → Beban

Selain kehilangan energi pada turbin, sistem juga harus mempertimbangkan kehilangan pada penstock, mechanical losses, generator losses, sedimentasi, debris, dan potensi kavitasi.

b. Problem Decomposition
Masalah utama dibagi menjadi elemen analisis berikut:

  • Penentuan parameter input lingkungan sungai (Hg=12 m, Qd=1,5 m³/s).
  • Penentuan net head setelah memperhitungkan head loss.
  • Analisis daya hidraulik dan efisiensi konversi energi.
  • Penentuan RPM turbin dan konfigurasi generator.
  • Desain dimensi runner Kaplan.
  • Penentuan jumlah bilah dan rasio hub-to-tip.
  • Pemodelan velocity triangle pada mid-span.
  • Analisis specific speed untuk memvalidasi pemilihan Kaplan.
  • Analisis penstock dan kehilangan energi.
  • Evaluasi performa pada variasi debit.
  • Pemeriksaan awal kavitasi.
  • Evaluasi reliability, maintenance, dan keberlanjutan sistem.
  • Pemodelan analitik dan pengembangan lanjutan menggunakan MATLAB/CFD.

c. Fundamental Principles
Berangkat dari core layer analisis turbomachinery (First Principles), penyelesaian dibangun dari:

  • Conservation of Mass (Continuity): digunakan untuk menentukan luas penampang aliran dan diameter runner.

Q = A⋅Vf

  • Energi Hidraulik:

Ph = ρ⋅g⋅Q⋅Hn

  • Persamaan Euler Turbine:

ΔE = U1Vw1 − U2Vw2

yang menggambarkan transfer energi spesifik akibat perubahan momentum sudut aliran.

  • Sinkronisasi Generator:

N = 120f/P

  • Darcy-Weisbach: digunakan untuk memperkirakan kehilangan energi sepanjang penstock.

hf = f(L/D)(V²/2g)

d. Root Cause Analysis
Permasalahan utama PLTMH pedesaan tidak hanya terkait produksi daya, tetapi juga efisiensi, reliability, maintainability, dan keberlanjutan sistem. Variasi debit 0,8–2,0 m³/s memengaruhi net head, kecepatan aliran, daya hidraulik, dan kondisi masuk runner. Selain itu, pasir dan debris sungai dapat menyebabkan penyumbatan trash rack, erosi blade, dan gangguan guide vane, sehingga intake, trash rack, dan desander menjadi bagian penting dalam sistem.

Turbin Kaplan dipilih karena sesuai untuk kondisi low head–high flow dan memiliki kemampuan double regulation melalui guide vane dan adjustable runner blade. Sistem menggunakan konfigurasi direct-coupled dengan generator sinkron 12 kutub pada 500 RPM untuk mengurangi komponen transmisi dan kebutuhan perawatan.

e. State of the Art
Perancangan turbin Kaplan umumnya menggunakan korelasi empiris, specific speed, dan data performa, sedangkan metode modern memanfaatkan CFD untuk menganalisis karakteristik aliran, blade loading, flow separation, dan cavitation. Pada tahap preliminary design, pendekatan analitik 1-D yang didukung velocity triangle, specific speed, dan MATLAB digunakan untuk menentukan konfigurasi awal.

Hasil desain menghasilkan runner berdiameter tip 0,754 m, diameter hub 0,302 m, enam bilah, dan kecepatan operasi 500 RPM, dengan specific speed sekitar 312. Validasi lanjutan melalui CFD, FEA, analisis water hammer, pemeriksaan kavitasi, dan pengujian prototipe tetap diperlukan sebelum fabrikasi.

G. METHODS & PROCEDURES

1. Desain Input

Analisis dilakukan menggunakan parameter desain PLTMH pada sungai terbuka dengan karakteristik low-to-medium head dan debit relatif besar. Parameter utama yang digunakan adalah:

ParameterSymbolNilaiUnit
Gross headHg12m
Initial head losshL1,5m
Design flowQ1,5m³/s
Flow rangeQ0,8–2,0m³/s
Water densityρ1000kg/m³
Gravityg9,81m/s²
Turbine speedN500rpm
Turbine efficiencyηt90%
Mechanical efficiencyηm95%
Generator efficiencyηg92%
Hub-to-tip ratioDh/Dt0,40–
Number of bladesZ6–

Parameter tersebut digunakan sebagai basis preliminary design turbin Kaplan.

2. Idealization

Sistem nyata disederhanakan menjadi model 1-D untuk memperoleh dimensi awal runner dan kondisi operasi.

Asumsi utama:

  1. Air dianggap inkompresibel dan aliran dianggap steady pada kondisi desain.
  2. Distribusi aliran dianalisis menggunakan pendekatan 1-D.
  3. Efisiensi turbin 90% digunakan sebagai asumsi preliminary design.
  4. Rasio hub-to-tip ditetapkan sebesar 0,40.
  5. Kecepatan aksial pada runner diasumsikan 4 m/s.
  6. Turbin dan generator menggunakan konfigurasi direct drive.

Model sistem:

River → Intake → Trash Rack → Desander → Penstock → Guide Vane → Kaplan Runner → Draft Tube → Generator → Load

Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh desain awal sebelum dilakukan CFD, FEA, dan pengujian eksperimental.

3. Fundamental Equations

Perhitungan utama dibangun dari empat kelompok persamaan.

KelompokParameterPerhitunganHasil
a. Hydraulic PowerNet headHn = Hg − hL = 12 − 1,510,5 m
Hydraulic powerPh = ρ × g × Q × Hn154,51 kW
b. Power ConversionShaft powerPshaft = ηt × Ph139,06 kW
Electrical powerPe = ηm × ηg × Pshaft121,54 kW
Overall efficiencyηtotal = ηt × ηm × ηg78,66%
c. Runner GeometryFlow areaA = Q / Vf, Vf = 4 m/s0,375 m²
Tip diameterBerdasarkan Dh/Dt = 0,400,754 m
Hub diameterDh/Dt = 0,400,302 m
Number of bladesZ6 blade
d. Turbine Speed & Euler AnalysisSynchronous speedN = 120 × f / P500 rpm
Euler energyΔE = U1 × Vw1 − U2 × Vw2—
Inlet whirl velocityDengan Vw2 ≈ 06,71 m/s
Absolute inlet velocityV17,81 m/s
Inlet flow angleα30,8°
Inlet blade angleβ129,4°
Outlet blade angleβ216,1°

4. Instruction Set dan Otomatisasi Perhitungan

Perhitungan diotomatisasi menggunakan MATLAB untuk mengurangi human error dan mempermudah iterasi desain.

Alur komputasi:

Input → Net Head → Power → Runner Geometry → Euler & Velocity Triangle → Specific Speed → Performance → Validation

Hasil utama preliminary design:

ParameterHasil
Net head10,5 m
Hydraulic power154,51 kW
Shaft power139,06 kW
Electrical power121,54 kW
Overall efficiency78,66%
Runner tip diameter0,754 m
Hub diameter0,302 m
Number of blades6
Turbine speed500 rpm
Specific speed≈312

5. Design Iteration

Iterasi dilakukan untuk melihat pengaruh perubahan debit terhadap net head dan daya keluaran.

Head loss diasumsikan mengikuti:

hL ∝ Q²

Hasil iterasi menunjukkan:

Q (m³/s)Hn (m)ηtPh (kW)Pshaft (kW)Pe (kW)
0,811,5778%90,8370,8561,92
1,510,5090%154,51139,06121,54
2,09,3386%183,12157,48137,64

Grafik menunjukkan bahwa peningkatan debit meningkatkan daya yang tersedia. Namun, efisiensi turbin tidak konstan sehingga pengaturan guide vane dan runner pitch diperlukan untuk mempertahankan performa pada kondisi operasi yang berbeda.

6. Error Checking and Validation

Verifikasi dilakukan melalui empat tahap:

1. Analytical Check

  • Pemeriksaan satuan SI.
  • Pemeriksaan continuity.
  • Pemeriksaan conservation of energy.
  • Pemeriksaan persamaan Euler.

2. System Check

Daya harus memenuhi:

Ph > Pshaft > Pe

154,51 kW > 139,06 kW > 121,54 kW

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil memenuhi prinsip konservasi energi.

3. Generator Check

f = PN / 120

f = (12 × 500) / 120

f = 50 Hz

Hasil sesuai dengan frekuensi sistem.

4. Numerical & Experimental Validation

Tahap lanjutan meliputi:

Analytical Calculation → CFD → FEA → Prototype Testing

CFD digunakan untuk mengevaluasi distribusi tekanan, aliran runner, flow separation, dan kavitasi. FEA digunakan untuk memeriksa tegangan dan deformasi pada blade serta shaft. Pengujian prototype digunakan untuk memvalidasi efisiensi, daya, vibrasi, dan kondisi kavitasi.

Dengan demikian, hasil yang diperoleh pada tahap ini merupakan preliminary engineering design dan belum merupakan desain final untuk fabrikasi.

H. RESULTS AND DISCUSSION

1. Sizing dan Kinematika Desain Final

Hasil perhitungan analitik menetapkan parameter utama turbin Kaplan untuk aplikasi PLTMH pada kondisi desain debit Q = 1,5 m³/s dan net head Hn = 10,5 m. Turbin dirancang beroperasi pada putaran nominal 500 RPM dengan generator sinkron 12 kutub pada frekuensi 50 Hz.

Runner memiliki diameter tip sebesar 0,754 m, diameter hub sebesar 0,302 m, dan menggunakan 6 buah blade. Rasio hub-to-tip sebesar 0,40 digunakan sebagai dasar penentuan proporsi runner.

Berdasarkan analisis Euler, kecepatan keliling rata-rata runner diperoleh sebesar 13,82 m/s, dengan komponen pusaran masuk Vw1 sebesar 6,71 m/s. Energi spesifik yang diekstraksi dari aliran melalui runner diperoleh sekitar 92,7 J/kg.

2. Velocity Triangle Results

Tabel Parameter Segitiga Kecepatan Turbin Kaplan

ParameterSimbolInlet RunnerOutlet RunnerUnitKeterangan
Kecepatan Absolut(V)7,81—m/sKecepatan absolut aliran pada sisi masuk runner
Kecepatan Keliling(U_m)13,8213,82m/sKecepatan keliling rata-rata runner
Komponen Pusaran(V_w)6,71—m/sKomponen tangensial yang menghasilkan torsi
Sudut Aliran Absolutα30,8°—degreeSudut aliran terhadap arah tangensial
Sudut Bladeβ29,4°16,1°degreeSudut relatif aliran terhadap blade pada inlet dan outlet

Hasil segitiga kecepatan menunjukkan bahwa energi aliran dikonversikan menjadi energi mekanis melalui perubahan momentum sudut fluida ketika melewati runner.

3. Visualisasi Kurva Kinerja

Performa turbin dievaluasi terhadap variasi debit untuk melihat pengaruh perubahan kondisi operasi terhadap daya yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan, Pada kondisi desain Q = 1,5 m³/s, turbin menghasilkan daya hidraulik sebesar 154,51 kW, daya poros sebesar 139,06 kW, dan daya listrik sekitar 121,54 kW.

Data performa utama yang digunakan untuk visualisasi adalah:

Debit (Q) (m³/s)Net Head (H_n) (m)Efisiensi Turbin(P_h) (kW)(P_{shaft}) (kW)(P_e) (kW)
0,811,5778%90,8370,8561,92
1,510,5090%154,51139,06121,54
2,09,3386%183,12157,48137,64

Secara umum, peningkatan debit menghasilkan peningkatan daya keluaran meskipun net head mengalami perubahan. Pada data desain, efisiensi turbin maksimum sebesar 90% diperoleh pada Q = 1,5 m³/s.

4. Performance Analysis

  • Daya Hidraulik (Pₕ): Pada kondisi desain Q = 1,5 m³/s dan Hₙ = 10,5 m, energi hidraulik yang tersedia sebesar 154,51 kW.
  • Efisiensi Turbin (ηₜ): Efisiensi turbin pada titik desain mencapai 90%, menunjukkan kemampuan runner dalam mengonversikan energi hidraulik menjadi energi mekanis.
  • Daya Poros Aktual (Pₛₕₐfₜ): Daya mekanis yang dihasilkan runner sebesar 139,06 kW.
  • Daya Listrik (Pₑ): Setelah memperhitungkan efisiensi generator dan sistem, daya listrik yang tersedia diperkirakan sebesar 121,54 kW, dengan efisiensi total sekitar 78,66%.

5. Sensitivity Analysis

Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengevaluasi perubahan performa turbin terhadap variasi debit dan net head. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa perubahan debit memberikan pengaruh langsung terhadap daya hidraulik dan daya keluaran turbin.

Sensitivitas Performa terhadap Variasi Debit

Debit Air (Q)Net Head (H_n)Efisiensi TurbinShaft PowerElectrical Power
0,8 m³/s11,57 m78%70,85 kW61,92 kW
1,5 m³/s10,50 m90%139,06 kW121,54 kW
2,0 m³/s9,33 m86%157,48 kW137,64 kW

Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan debit dari 0,8 menjadi 2,0 m³/s meningkatkan daya poros dari 70,85 menjadi 157,48 kW. Namun, efisiensi tidak meningkat secara monoton karena perubahan kondisi operasi turut memengaruhi karakteristik hidraulik runner.

6. Limitations

Guna menjaga transparansi akademik, batasan dalam pemodelan ini meliputi:

  • Model Analitik: Perancangan utama dilakukan menggunakan pendekatan analitik dan parameter aliran satu dimensi, sehingga distribusi aliran tiga dimensi di dalam runner belum sepenuhnya direpresentasikan.
  • CFD Belum Menjadi Validasi Eksperimental: CFD dan simulasi lanjutan digunakan sebagai tahapan validasi yang direkomendasikan, tetapi belum menjadi hasil eksperimental aktual.
  • Analisis FEA: Evaluasi konsentrasi tegangan, deformasi, dan umur kelelahan komponen runner belum dilakukan secara numerik penuh.
  • Kavitasi: Analisis yang dilakukan masih berupa screening awal melalui perbandingan cavitation coefficient dengan batas kritis. Hasil menunjukkan σ ≈ 0,856, lebih besar daripada σc ≈ 0,354, sehingga kondisi desain berada di atas batas kritis yang digunakan dalam kajian.

I. ACKNOWLEDGMENTS

Ungkapan syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas petunjuk dan karunia-Nya dalam penyelesaian laporan ini. Penulis menyampaikan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Sistem Konversi Energi serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, arahan, dan literatur yang mendukung proses analisis dan perancangan turbin Kaplan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berbasis keberlanjutan.

J. REFERENCES / LITERATURE CITED

[1] R. K. Rajput, A Textbook of Fluid Mechanics and Hydraulic Machines, 5th ed. New Delhi: S. Chand Publishing, 2016.

[2] P. N. Modi and S. M. Seth, Hydraulics and Fluid Mechanics Including Hydraulic Machines, 22nd ed. New Delhi: Standard Book House, 2017.

[3] J. F. Douglas, J. M. Gasiorek, J. A. Swaffield, and L. B. Jack, Fluid Mechanics, 6th ed. Harlow: Pearson, 2011.

[4] C. E. Brennen, Hydrodynamics of Pumps. Cambridge: Cambridge University Press, 2011.

[5] International Electrotechnical Commission, IEC 60193: Hydraulic Turbines, Storage Pumps and Pump-Turbines — Model Acceptance Tests. Geneva: IEC, 1999.

[6] U.S. Department of Energy, Hydropower Basics. Washington, DC: U.S. Department of Energy, 2023.

APPENDICES

Appendix A. Detailed Design Calculation

Lampiran ini memuat perhitungan rinci parameter desain turbin Kaplan yang digunakan dalam analisis.

A.1 Net Head

Gross head dan head loss digunakan untuk menentukan net head:

Hn = Hgross − Hloss

Hn = 12 − 1,5

Hn = 10,5 m

A.2 Hydraulic Power

Daya hidraulik dihitung menggunakan:

Ph = ρgQHn

Dengan:

ρ = 1000 kg/m³
g = 9,81 m/s²
Q = 1,5 m³/s
Hn = 10,5 m

Sehingga:

Ph = 1000 × 9,81 × 1,5 × 10,5

Ph = 154,51 kW

A.3 Shaft Power

Dengan efisiensi turbin sebesar 90%:

Pshaft = ηt × Ph

Pshaft = 0,90 × 154,51

Pshaft = 139,06 kW

A.4 Electrical Power

Daya listrik diperoleh setelah memperhitungkan efisiensi sistem generator:

Pe ≈ 121,54 kW

A.5 Runner Geometry

Parameter utama runner:

ParameterSymbolValueUnit
Tip diameterDt0,754m
Hub diameterDh0,302m
Hub-to-tip ratioDh/Dt0,40—
Number of bladesZ6blade
Rotational speedN500RPM

A.6 Euler Turbine Analysis

Parameter hasil analisis Euler:

ParameterSymbolValueUnit
Mean blade speedUm13,82m/s
Inlet whirl velocityVw16,71m/s
Specific energyΔE92,7J/kg

A.7 Velocity Triangle

Parameter hasil analisis segitiga kecepatan:

ParameterInletOutletUnit
Absolute velocity7,81—m/s
Blade angle29,416,1°
Absolute flow angle30,8—°

Appendix B. Penstock Calculation

Parameter penstock yang digunakan:

ParameterSymbolValueUnit
Penstock diameterD0,90m
Penstock lengthL80m
Flow velocityV2,36m/s
Reynolds numberRe2,12 × 10⁶—
Friction losshf0,30m
Minor losshm0,57m
Total estimated losshL0,87m

Appendix C. Performance Calculation

Hasil evaluasi performa pada beberapa kondisi operasi:

Q (m³/s)Hn (m)ηtPh (kW)Pshaft (kW)Pe (kW)
0,811,5778%90,8370,8561,92
1,510,5090%154,51139,06121,54
2,09,3386%183,12157,48137,64

Appendix D. Cavitation Screening

Parameter hasil cavitation screening:

σ = 0,856

σc = 0,354

Karena σ > σc, kondisi desain berada di atas batas kritis yang digunakan dalam kajian.

Appendix E. MATLAB Computational Script

Kode MATLAB berikut digunakan untuk mengotomatisasi perhitungan dan evaluasi performa turbin Kaplan.

% KAPLAN TURBINE PERFORMANCE ANALYSIS

rho = 1000;       % kg/m^3
g = 9.81;         % m/s^2

Q = [0.8 1.5 2.0];        % m^3/s
Hn = [11.57 10.50 9.33];  % m

eta_t = [0.78 0.90 0.86];

% Hydraulic power
Ph = rho .* g .* Q .* Hn / 1000;

% Shaft power
Pshaft = eta_t .* Ph;

% Electrical power
eta_total = 0.7866;
Pe = eta_total .* Ph;

% Display results
Results = table(Q', Hn', eta_t', Ph', Pshaft', Pe', ...
    'VariableNames', ...
    {'Q','Hn','Efficiency','Ph','Pshaft','Pe'});

disp(Results);

% Performance plot
figure;
plot(Q, Ph, '-o', Q, Pshaft, '-s', Q, Pe, '-^');
xlabel('Flow Rate Q (m^3/s)');
ylabel('Power (kW)');
title('Kaplan Turbine Performance');
legend('Hydraulic Power','Shaft Power','Electrical Power');
grid on;

Demikian pemaparan laporan perancangan Turbin Kaplan yang saya susun. Semoga dokumen ini memberikan kejelasan dan nilai tambah dalam pembelajaran Sistem Konversi Energi. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penulisan maupun penyajian data.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *