ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Tugas Besar Laporan Merancang Turbin Radif Mohammad Nafi’ 2406352071 SKE 01

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Perkenalkan, nama saya Radif Mohammad Nafi, mahasiswa Fakultas Teknik jurusan Teknik Mesin dengan NPM 2406352071. Pada blog ini saya akan membahas laporan saya mengenai PERANCANGAN DAN ANALISIS TURBIN FRANCIS dalam mempelajari sistem koversi energi dan memenuhi tugas besar mata kuliah tersebut.

A. PROJECT TITLE

PERANCANGAN DAN ANALISIS TURBIN FRANCIS


B. AUTHOR COMPLETE NAME

Nama Lengkap: Radif Mohammad Nafi’

NPM: 2406352071


C. AFFILIATION

Program Studi: Teknik Mesin
Departemen: Departemen Teknik Mesin
Universitas: Universitas Indonesia


D. ABSTRACT

Turbin Francis merupakan salah satu turbin reaksi yang banyak digunakan pada pembangkit listrik tenaga air karena mampu bekerja secara efektif pada kondisi head dan debit menengah hingga tinggi. Proyek ini bertujuan melakukan perancangan awal dan analisis performa turbin Francis menggunakan pendekatan satu dimensi berbasis persamaan kontinuitas, energi, momentum sudut, dan persamaan Euler turbomachinery. Karena data lapangan belum tersedia, digunakan assumed design input berupa net head 50 m, debit 5 mยณ/s, dan kecepatan putar 500 rpm. Perhitungan dilakukan untuk menentukan daya hidraulik, daya poros, diameter runner, kecepatan aliran, segitiga kecepatan, torsi, specific speed, serta efisiensi turbin. Nilai efisiensi hidraulik, mekanik, dan volumetrik masing-masing diasumsikan sebesar 92%, 97%, dan 98%, sehingga efisiensi keseluruhan sebesar 87,46%. Hasil preliminary design menghasilkan daya hidraulik sebesar 2.452,5 kW dan daya poros sekitar 2.144,84 kW. Diameter runner utama diperoleh sekitar 0,897 m dengan diameter outlet sekitar 0,673 m. Analisis dilakukan menggunakan MATLAB untuk otomatisasi perhitungan, validasi, iterasi desain, dan sensitivity analysis. Hasil menunjukkan bahwa desain memenuhi batasan preliminary design yang ditetapkan. Namun, model satu dimensi belum dapat menggantikan CFD maupun pengujian eksperimental sehingga hasil harus diperlakukan sebagai preliminary engineering design.


E. AUTHOR DECLARATION

1. Deep Awareness (of) I

Perancangan teknik tidak hanya merupakan proses memasukkan data ke dalam persamaan matematika untuk memperoleh suatu nilai desain. Di dalam proses engineering terdapat tanggung jawab manusia untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh benar secara matematis, masuk akal secara fisik, dan tidak membahayakan ketika diterapkan.

Dalam proyek perancangan turbin Francis ini, kesadaran tersebut diwujudkan melalui ketelitian dalam menentukan asumsi, penggunaan satuan SI secara konsisten, pemeriksaan kembali persamaan, serta kejujuran dalam membedakan antara data aktual, assumed design input, hasil perhitungan, dan hasil validasi terhadap literatur.

Konsep Cara Cerdas Ingat Tuhan (CCIT) yang telah diajarkan Prof DAI diterapkan sebagai bentuk kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia memiliki tanggung jawab moral. Mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam proses engineering berarti menjaga kejujuran terhadap data, tidak memanipulasi hasil agar terlihat lebih baik, serta menyadari bahwa setiap keputusan teknis dapat memberikan dampak terhadap manusia dan lingkungan.

Kesadaran tersebut diterapkan dalam beberapa aspek:

  1. Ketelitian perhitungan, karena kesalahan kecil pada head, debit, kecepatan, atau diameter dapat menghasilkan kesalahan besar pada daya dan torsi.
  2. Kejujuran terhadap data, dengan tidak menyatakan assumed design input sebagai hasil eksperimen.
  3. Tidak memanipulasi hasil, terutama efisiensi dan performa turbin.
  4. Tanggung jawab terhadap keselamatan, khususnya terhadap risiko cavitation, excessive velocity, vibration, dan mechanical failure.
  5. Efisiensi energi, karena tujuan turbin adalah mengubah energi hidraulik menjadi energi mekanik secara efektif.
  6. Keberlanjutan lingkungan, karena pemanfaatan energi air harus tetap mempertimbangkan penggunaan sumber daya dan dampak ekologis.
  7. Manfaat teknologi bagi manusia, karena desain engineering pada akhirnya harus memberikan manfaat yang nyata dan aman.

Dengan demikian, kesadaran engineering tidak berhenti pada hasil angka, tetapi berlanjut pada pertanyaan mengenai apakah hasil tersebut benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan bermanfaat.


2. Intention of the Project Activity

Niat utama proyek ini adalah mempelajari dan menerapkan proses perancangan turbin Francis secara sistematis dengan menggabungkan pendekatan engineering dan kerangka DAI5.

Secara khusus, proyek ini bertujuan untuk:

  1. Memahami prinsip kerja turbin Francis.
  2. Menentukan parameter utama berdasarkan head dan debit desain.
  3. Menghitung daya hidraulik dan daya poros.
  4. Menentukan kecepatan putar dan specific speed.
  5. Merancang dimensi awal runner.
  6. Menganalisis velocity triangle pada inlet dan outlet runner.
  7. Menghitung hydraulic torque dan shaft torque.
  8. Mengestimasi hydraulic, mechanical, volumetric, dan overall efficiency.
  9. Mengotomatisasi perhitungan menggunakan MATLAB.
  10. Melakukan design iteration.
  11. Melakukan sensitivity analysis terhadap parameter desain.
  12. Melakukan verification terhadap konsistensi matematis.
  13. Membandingkan hasil dengan prinsip dan benchmark literatur.
  14. Menghasilkan preliminary design yang realistis.
  15. Mempertimbangkan efisiensi energi, keselamatan, sustainability, dan integritas akademik.

F. INTRODUCTION

1. Background

Energi air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air. Prinsip dasarnya adalah mengubah energi potensial dan tekanan air menjadi energi mekanik pada turbin, kemudian energi mekanik tersebut diteruskan ke generator untuk menghasilkan energi listrik.

Turbin hidraulik secara umum dapat dikelompokkan menjadi turbin impuls dan turbin reaksi. Turbin Francis termasuk turbin reaksi dengan aliran radial menuju mixed-flow pada runner. Department of Energy menjelaskan bahwa turbin Francis memiliki runner dengan sudu tetap dan komponen utama seperti scroll case, wicket gates, dan draft tube. Turbin ini banyak digunakan pada kondisi head menengah hingga tinggi.

Francis turbine memiliki fleksibilitas terhadap kombinasi head dan debit sehingga banyak digunakan pada sistem hydropower. Literatur turbomachinery juga menempatkan Francis sebagai salah satu tipe utama turbin hidraulik bersama Pelton dan Kaplan.

Secara energi, daya hidraulik teoritis yang tersedia dari aliran air dapat dituliskan:Ph=ฯgQHP_h=\rho g QHdengan:

  • PhP_h = daya hidraulik (W),
  • ฯ\rho = densitas air (kg/mยณ),
  • gg = percepatan gravitasi (m/sยฒ),
  • QQ = debit (mยณ/s),
  • HH = net head (m).

Dari persamaan tersebut terlihat bahwa daya sangat dipengaruhi oleh head dan debit. Semakin besar head atau debit, semakin besar energi yang tersedia untuk dikonversikan menjadi energi mekanik.

Perancangan turbin tidak dapat hanya didasarkan pada daya. Kecepatan putar, diameter runner, kecepatan aliran, sudut sudu, specific speed, dan kondisi outlet juga harus dipertimbangkan secara bersamaan. Literatur Bureau of Reclamation menyediakan referensi teknis mengenai pemilihan turbin reaksi, karakteristik Francis, specific speed, dimensi runner, draft tube, cavitation, serta performance curves.

Perancangan Francis modern juga berkembang menuju penggunaan computational design dan CFD. Beberapa literatur tersebut membahas secara khusus perancangan dimensi utama Francis runner, bentuk sudu, distributor, serta penggunaan OpenFOAM untuk simulasi CFD.

Oleh karena itu, pendekatan satu dimensi dalam proyek ini digunakan sebagai langkah dalam mempelajari Sistem Konversi Energi khususnya pada turbin francis.


2. Engineering Problem

Dari pembahasan mengenai turbin francis, terdapat beberapa parameter yang menjadi faktor keberhasilannya. Permasalahan engineering yang harus diselesaikan antara lain ialah:

  1. Bagaimana menentukan daya hidraulik dari head dan debit?
  2. Bagaimana menentukan daya mekanik dan daya poros?
  3. Bagaimana menentukan kecepatan putar yang sesuai?
  4. Bagaimana menentukan diameter runner?
  5. Bagaimana menentukan diameter outlet?
  6. Bagaimana menentukan luas aliran?
  7. Bagaimana menentukan kecepatan meridional?
  8. Bagaimana menentukan peripheral velocity?
  9. Bagaimana menentukan sudut sudu inlet dan outlet?
  10. Bagaimana menyusun velocity triangle?
  11. Bagaimana menentukan torque?
  12. Bagaimana menentukan specific speed?
  13. Bagaimana memperkirakan efisiensi?
  14. Bagaimana melakukan validasi agar hasil tidak hanya benar secara matematis tetapi juga masuk akal secara fisik?
  15. Bagaimana menentukan desain terbaik melalui proses iterasi?

3. Initial Thinking (about the Problem)

a. Systematic Problem Analysis

Hubungan sistem dapat dirumuskan sebagai:

Headโ†’Hydraulic Energyโ†’Flowโ†’Runnerโ†’Shaft Powerโ†’GeneratorHead \rightarrow Hydraulic\ Energy \rightarrow Flow \rightarrow Runner \rightarrow Shaft\ Power \rightarrow Generator

Head memberikan energi potensial per satuan berat air. Energi tersebut diteruskan melalui sistem penstock dan distributor menuju runner. Runner mengubah momentum sudut aliran menjadi torsi pada poros. Poros kemudian meneruskan energi mekanik menuju generator.

Secara konseptual:

ฯgQHโ†’Phydraulicโ†’Prunnerโ†’Pshaftโ†’Pgenerator\rho gQH \rightarrow P_{hydraulic} \rightarrow P_{runner} \rightarrow P_{shaft} \rightarrow P_{generator}

Setiap tahap memiliki losses sehingga:

Pshaft<Prunner<PhP_{shaft}<P_{runner}<P_h


b. Problem Decomposition

Masalah dibagi menjadi beberapa hal yang dapat dianalisis lebih mendalam yaitu:

  1. Design input.
  2. Analisis energi.
  3. Analisis debit.
  4. Analisis kecepatan.
  5. Preliminary runner design.
  6. Velocity triangle.
  7. Analisis daya.
  8. Analisis efisiensi.
  9. Verification dan validation.
  10. Optimization dan iteration.

c. Fundamental Principles

Conservation of Mass

Untuk kondisi steady:Q=AVQ=A V

Persamaan ini digunakan untuk menentukan luas aliran dan kecepatan.

Conservation of Energy

Persamaan energi digunakan untuk menghubungkan hydraulic head dengan energi yang dapat dikonversikan oleh turbin.

Bernoulli Equation

Untuk aliran ideal:pฯg+V22g+z=constant\frac{p}{\rho g}+\frac{V^2}{2g}+z=constant

Dalam sistem nyata terdapat head losses.

Angular Momentum

Perubahan momentum sudut menghasilkan torque:T=mห™(r1Vu1โˆ’r2Vu2)T=\dot{m}(r_1V_{u1}-r_2V_{u2})

dengan:mห™=ฯQ\dot{m}=\rho Q

Euler Turbine Equation

Energi spesifik yang ditransfer dari fluida ke runner:ฮ”Eu=U1Vu1โˆ’U2Vu2\Delta E_u=U_1V_{u1}-U_2V_{u2}

Persamaan ini merupakan dasar analisis velocity triangle.

Hydraulic Efficiency

Dalam model proyek:ฮทh=PrunnerPh\eta_h=\frac{P_{runner}}{P_h}

Mechanical Efficiency

ฮทm=PshaftPrunner\eta_m=\frac{P_{shaft}}{P_{runner}}

Volumetric Efficiency

Efisiensi volumetrik digunakan untuk merepresentasikan pengaruh leakage atau perbedaan antara debit tersedia dan debit efektif.

Overall Efficiency

ฮทo=ฮทhฮทmฮทv\eta_o=\eta_h\eta_m\eta_v

Specific Speed

Untuk konsistensi laporan, digunakan bentuk power-based metric specific speed:Ns=NPshaft,kWH5/4N_s=\frac{N\sqrt{P_{shaft,kW}}}{H^{5/4}}

dengan:

  • NN = rpm,
  • Pshaft,kWP_{shaft,kW} = daya poros dalam kW,
  • HH = head dalam meter.

Specific speed bukan bilangan tanpa dimensi dalam bentuk ini, sehingga konvensinya harus selalu disebutkan.

Bentuk dimensionless yang juga dapat digunakan adalah:ฮฉs=ฯ‰Q(gH)3/4\Omega_s= \frac{\omega\sqrt{Q}}{(gH)^{3/4}}


d. Root Cause Analysis

Performa turbin dapat menjadi rendah akibat:

  • hydraulic losses,
  • mechanical losses,
  • volumetric leakage,
  • blade angle yang tidak sesuai,
  • runner diameter yang tidak sesuai,
  • kecepatan aliran terlalu tinggi,
  • mismatch antara head dan debit,
  • excessive outlet swirl,
  • surface roughness,
  • clearance,
  • cavitation,
  • flow separation,
  • vibration.

Root cause yang paling penting pada preliminary design adalah ketidaksesuaian antara headโ€“flowโ€“speedโ€“runner geometry.


e. State of the Art

Perancangan turbin Francis modern berkembang dari pendekatan empiris menuju computational design. CFD memungkinkan distribusi tekanan, velocity field, vortex, cavitation tendency, dan losses pada runner dianalisis lebih detail. Buku Guo et al. secara khusus membahas penggunaan OpenFOAM dalam desain Francis turbine.

Selain CFD, modern hydropower juga mempertimbangkan:

  • variable-speed operation,
  • advanced blade geometry,
  • digital simulation,
  • erosion analysis,
  • cavitation analysis,
  • optimization,
  • model-prototype scaling.

IEC 60193:2019 memberikan kerangka untuk model acceptance testing hydraulic turbines, sedangkan IEC 62097:2019 membahas transposition performance dari model menuju prototype dengan mempertimbangkan scale effect.

Research gap proyek ini adalah adanya kebutuhan untuk menghubungkan konsep dasar turbomachinery dengan workflow computational preliminary design yang dapat dijalankan mahasiswa menggunakan MATLAB sebelum memasuki tahap CFD.


G. METHODS & PROCEDURES

1. Design Input

Pada kasus ini saya asumsikan design sesuai turbin francis yang sudah ada sebelumnya.

Design Input Assumption Table

ParameterSymbolNilaiUnitStatus
Net headH50mAssumed
Flow rateQ5mยณ/sAssumed
Water densityฯ1000kg/mยณStandard assumption
Gravityg9.81m/sยฒStandard
Rotational speedN500rpmAssumed
Hydraulic efficiencyฮทh0.92–Assumed
Mechanical efficiencyฮทm0.97–Assumed
Volumetric efficiencyฮทv0.98–Assumed
Overall efficiencyฮทo0.874552–Calculated
Runner speed coefficientKu10.75–Preliminary design assumption
Outlet/runner diameter ratioD2/D10.75–Preliminary design assumption
Inlet flow widthb10.19mPreliminary design assumption
Outlet flow widthb20.25mPreliminary design assumption

Overall efficiency:ฮทo=(0.92)(0.97)(0.98)\eta_o=(0.92)(0.97)(0.98)ฮทo=0.874552=87.46%\boxed{\eta_o=0.874552=87.46\%}

Nilai efisiensi tersebut digunakan sebagai design assumption, yang didapat dari turbin francis yang sudah ada sebelumnya.


2. IDEALIZATION

AsumsiAlasanPengaruhKeterbatasan
Air incompressiblePerubahan densitas air sangat kecilMenyederhanakan kontinuitasTidak menangkap perubahan temperatur/pressure secara detail
Steady-statePreliminary designMenghilangkan transientTidak memodelkan startup/shutdown
One-dimensionalSesuai preliminary turbomachinery analysisPerhitungan sederhanaTidak menangkap distribusi 3D
Temperatur konstanPerubahan temperatur kecilฯ dianggap konstanTidak cocok untuk thermal coupling
Net head digunakanHead efektif pada turbinMengurangi kompleksitasHead loss detail belum dimodelkan
g = 9.81 m/sยฒStandard engineeringKonsistenVariasi lokal diabaikan
ฯ = 1000 kg/mยณProperti air standarMempermudah perhitunganTidak mempertimbangkan temperatur
ฮทh, ฮทm, ฮทv konstanPreliminary designMudah dilakukanEfisiensi aktual berubah terhadap load
Runner pada design pointFokus kondisi nominalMemudahkan sizingTidak menggambarkan part-load
Shaft rigidPreliminary torque calculationMenghindari torsional modelStress dan vibration belum dianalisis
Tidak ada cavitation pada design pointPreliminary screeningMemungkinkan desain awalBelum merupakan cavitation verification
Axisymmetric flowPreliminary modelMengurangi kompleksitasTidak menangkap secondary flow
CFD belum digunakanScope proyekMATLAB lebih sederhanaTidak menangkap 3D flow

Pendekatan satu dimensi merupakan preliminary engineering method dan bukan pengganti CFD. Buku Cengel dan Cimbala menempatkan turbomachinery serta CFD sebagai bagian lanjutan dari analisis mekanika fluida.


3. FUNDAMENTAL EQUATIONS

a. Hydraulic Power

Ph=ฯgQHP_h=\rho gQH

Substitusi:Ph=(1000)(9.81)(5)(50)P_h=(1000)(9.81)(5)(50)Ph=2,452,500 WP_h=2,452,500\ WPh=2452.5 kW\boxed{P_h=2452.5\ kW}


b. Runner Mechanical Power

Prunner=ฮทhPhP_{runner}=\eta_hP_hPrunner=0.92(2452.5)P_{runner}=0.92(2452.5)Prunner=2256.30 kW\boxed{P_{runner}=2256.30\ kW}


c. Shaft Power

Pshaft=ฮทhฮทmฮทvPhP_{shaft}=\eta_h\eta_m\eta_vP_hPshaft=0.92(0.97)(0.98)(2452.5)P_{shaft}=0.92(0.97)(0.98)(2452.5)Pshaft=2144.84 kW\boxed{P_{shaft}=2144.84\ kW}


d. Overall Efficiency

ฮทo=87.46%\boxed{\eta_o=87.46\%}


e. Angular Velocity

ฯ‰=2ฯ€N60\omega=\frac{2\pi N}{60}ฯ‰=2ฯ€(500)60\omega=\frac{2\pi(500)}{60}ฯ‰=52.36 rad/s\boxed{\omega=52.36\ rad/s}


f. Peripheral Velocity

Digunakan preliminary coefficient:U1=Ku12gHU_1=K_{u1}\sqrt{2gH}

dengan:Ku1=0.75K_{u1}=0.75

Sehingga:U1=0.752(9.81)(50)U_1=0.75\sqrt{2(9.81)(50)}U1=23.49 m/s\boxed{U_1=23.49\ m/s}

Diameter runner:D1=60U1ฯ€ND_1=\frac{60U_1}{\pi N}D1=0.897 m\boxed{D_1=0.897\ m}


g. Outlet Runner

Dengan asumsi:D2D1=0.75\frac{D_2}{D_1}=0.75

maka:D2=0.75D1D_2=0.75D_1D2=0.673 m\boxed{D_2=0.673\ m}

Kecepatan perifer:U2=ฯ€D2N60U_2=\frac{\pi D_2N}{60}U2=17.62 m/s\boxed{U_2=17.62\ m/s}


h. Euler Turbine Equation

Dengan outlet whirl diasumsikan nol:Vu2=0V_{u2}=0

Head Euler yang tersedia:HE=ฮทhHH_E=\eta_hHHE=0.92(50)H_E=0.92(50)HE=46.0 m\boxed{H_E=46.0\ m}

Sehingga:U1Vu1=gHEU_1V_{u1}=gH_EVu1=gHEU1V_{u1}=\frac{gH_E}{U_1}Vu1=19.21 m/s\boxed{V_{u1}=19.21\ m/s}

Verifikasi:U1Vu1โˆ’U2Vu2g=46.0 m\frac{U_1V_{u1}-U_2V_{u2}}{g} = 46.0\ m


i. Continuity

Q=AVfQ=AV_f

Untuk runner:Q=ฯ€DbVfQ=\pi DbV_f

Maka:Vf1=Qฯ€D1b1V_{f1}=\frac{Q}{\pi D_1b_1}Vf1=5ฯ€(0.897)(0.19)V_{f1}= \frac{5}{\pi(0.897)(0.19)}Vf1=9.34 m/s\boxed{V_{f1}=9.34\ m/s}

Outlet:Vf2=5ฯ€(0.673)(0.25)V_{f2}= \frac{5}{\pi(0.673)(0.25)}Vf2=9.46 m/s\boxed{V_{f2}=9.46\ m/s}


4. TURBINE PRELIMINARY DESIGN

Ringkasan hasil preliminary design

ParameterSymbolHasilUnit
Hydraulic powerPh2452.50kW
Runner mechanical powerPrunner2256.30kW
Shaft powerPs2144.84kW
Angular velocityฯ‰52.36rad/s
Runner diameterD10.897m
Outlet diameterD20.673m
Inlet peripheral velocityU123.49m/s
Outlet peripheral velocityU217.62m/s
Inlet flow velocityVf19.34m/s
Outlet flow velocityVf29.46m/s
Inlet whirl velocityVu119.21m/s
Outlet whirl velocityVu20m/s
Hydraulic torqueTh43.09kNยทm
Shaft torqueTs40.96kNยทm
Overall efficiencyฮทo87.46%
Specific speedNs174.16–

5. VELOCITY TRIANGLE ANALYSIS

Konvensi yang digunakan:

  • UU positif searah kecepatan perifer runner.
  • VuV_u merupakan komponen tangensial/whirl.
  • VfV_f merupakan komponen flow/meridional.
  • VV adalah absolute velocity.
  • WW adalah relative velocity.
  • ฮฒ diukur terhadap arah tangensial blade speed.

Inlet

V1=Vu12+Vf12V_1=\sqrt{V_{u1}^2+V_{f1}^2}V1=19.212+9.342V_1= \sqrt{19.21^2+9.34^2}V1=21.36 m/s\boxed{V_1=21.36\ m/s}

Relative velocity:W1=(U1โˆ’Vu1)2+Vf12W_1= \sqrt{(U_1-V_{u1})^2+V_{f1}^2}W1=10.27 m/s\boxed{W_1=10.27\ m/s}

Sudut inlet:ฮฒ1=tanโกโˆ’1(Vf1U1โˆ’Vu1)\beta_1= \tan^{-1} \left( \frac{V_{f1}}{U_1-V_{u1}} \right)ฮฒ1=65.37โˆ˜\boxed{\beta_1=65.37^\circ}


Outlet

Karena:Vu2=0V_{u2}=0

maka:V2=Vf2V_2=V_{f2}V2=9.46 m/s\boxed{V_2=9.46\ m/s}

Relative velocity:W2=U22+Vf22W_2= \sqrt{U_2^2+V_{f2}^2}W2=20.00 m/s\boxed{W_2=20.00\ m/s}

Outlet blade angle:ฮฒ2=tanโกโˆ’1(Vf2U2)\beta_2= \tan^{-1} \left( \frac{V_{f2}}{U_2} \right)ฮฒ2=28.23โˆ˜\boxed{\beta_2=28.23^\circ}

Tabel Velocity Triangle

ParameterInletOutletUnit
U23.4917.62m/s
V21.369.46m/s
Vf9.349.46m/s
Vu19.210.00m/s
W10.2720.00m/s
ฮฒ65.3728.23degree

Secara fisik, komponen whirl yang tinggi pada inlet menunjukkan bahwa guide vane memberikan angular momentum kepada air sebelum masuk runner. Pada outlet, Vu2=0V_{u2}=0 merupakan asumsi preliminary yang bertujuan mengurangi residual swirl sehingga energi kinetik tangensial yang tersisa setelah runner dapat diminimalkan.


6. PERFORMANCE ANALYSIS

Hydraulic Power

Ph=2452.5 kW\boxed{P_h=2452.5\ kW}

Artinya, energi hidraulik teoritis yang tersedia pada kondisi desain adalah sekitar 2.45 MW.

Mechanical Power

Prunner=2256.3 kW\boxed{P_{runner}=2256.3\ kW}

Perbedaan terhadap hydraulic power sebesar:2452.5โˆ’2256.3=196.2 kW2452.5-2256.3=196.2\ kW

merepresentasikan hydraulic losses dalam model.

Shaft Power

Pshaft=2144.84 kW\boxed{P_{shaft}=2144.84\ kW}

Perbedaan antara runner mechanical power dan shaft power berasal dari mechanical dan volumetric efficiency yang digunakan dalam model.

Torque

Hydraulic torque:Th=Prunnerฯ‰T_h=\frac{P_{runner}}{\omega}Th=43.09 kNโ€‰m\boxed{T_h=43.09\ kN\,m}

Shaft torque:Ts=Pshaftฯ‰T_s=\frac{P_{shaft}}{\omega}Ts=40.96 kNโ€‰m\boxed{T_s=40.96\ kN\,m}

Overall Efficiency

ฮทo=87.46%\boxed{\eta_o=87.46\%}

Efisiensi ini menunjukkan bahwa berdasarkan asumsi desain, sekitar 87.46% dari hydraulic power tersedia dikonversikan menjadi shaft power. Sisa energi diasumsikan hilang melalui hydraulic losses, mechanical losses, dan volumetric leakage.


7. MATLAB GRAPHICAL OUTPUT

MATLAB menghasilkan delapan grafik utama.

Figure 1 โ€” Hydraulic Power vs Flow Rate

Karena:Ph=ฯgQHP_h=\rho gQH

maka pada head konstan, hydraulic power berbanding linear terhadap debit.


Figure 2 โ€” Shaft Power vs Flow Rate

Karena:Ps=ฮทoฯgQHP_s=\eta_o\rho gQH

maka jika efisiensi dianggap konstan, shaft power juga meningkat secara linear terhadap debit.


Figure 3 โ€” Efficiency vs Flow Rate

Pada preliminary model, efisiensi dibuat konstan pada kondisi design point karena data performance curve aktual belum tersedia.

Hal ini penting untuk dibedakan dari data eksperimen. Grafik tersebut bukan performance map aktual.


Figure 4 โ€” Torque vs Rotational Speed

T=Pฯ‰T=\frac{P}{\omega}

Dengan daya tetap:Tโˆ1NT\propto\frac{1}{N}

Oleh karena itu, kenaikan rotational speed menghasilkan penurunan torque untuk daya yang sama.


Figure 5 โ€” Efficiency vs Runner Diameter

Grafik ini menggunakan preliminary screening envelope, bukan data eksperimen.

Tujuannya untuk melihat sensitivitas desain terhadap diameter runner dan membantu proses pemilihan awal.


Figure 6 โ€” Sensitivity terhadap Hydraulic Efficiency

Kenaikan asumsi hydraulic efficiency akan meningkatkan shaft power secara langsung:Ps=ฮทhฮทmฮทvฯgQHP_s= \eta_h\eta_m\eta_v\rho gQH


Figure 7 โ€” Sensitivity terhadap Head

Untuk debit dan efisiensi tetap:PsโˆHP_s\propto H

Sehingga peningkatan head menghasilkan peningkatan daya secara linear.


Figure 8 โ€” Sensitivity terhadap Flow Rate

Untuk head dan efisiensi tetap:PsโˆQP_s\propto Q

Sehingga peningkatan debit menghasilkan peningkatan daya secara linear.


8. DESIGN ITERATION

Design iteration dilakukan dengan mengubah rotational speed dan Ku1K_{u1}. Setiap kombinasi dihitung kembali untuk memperoleh diameter runner, flow velocity, blade angle, dan specific speed.

Constraint preliminary:

  • 0.70โ‰คD1โ‰ค1.05 m0.70\le D_1\le1.05\ m
  • 5โ‰คVfโ‰ค12 m/s5\le V_f\le12\ m/s
  • 30โˆ˜โ‰คฮฒ1โ‰ค75โˆ˜30^\circ\le\beta_1\le75^\circ
  • 15โˆ˜โ‰คฮฒ2โ‰ค40โˆ˜15^\circ\le\beta_2\le40^\circ
  • 100โ‰คNsโ‰ค250100\le N_s\le250
  • 0<ฮทo<10<\eta_o<1

Tabel Iterasi

IterasiN (rpm)KuD1 (m)D2 (m)Vf1 (m/s)Vf2 (m/s)ฮฒ1 (ยฐ)ฮฒ2 (ยฐ)NsStatus
14000.650.9720.7298.628.73101.8429.77139.33Tidak
24000.751.1220.8417.507.5960.1823.25139.33Tidak
34500.700.9310.6989.009.1081.5229.02156.75Tidak
44500.801.0630.7987.887.9648.1823.01156.75Tidak
55000.700.8370.62810.0010.1482.3631.65174.16Tidak
65000.750.8970.6739.349.4665.3728.23174.16Lolos
75500.750.8160.61210.2810.4067.3730.57191.58Lolos
85500.800.8700.6539.649.7553.8027.43191.58Lolos
96000.750.7480.56111.2011.3569.0932.80209.00Lolos
106000.800.7980.59810.5010.6356.1429.52209.00Lolos

Iterasi ke-6 dipilih sebagai desain utama karena memberikan kombinasi yang paling dekat dengan target preliminary design, terutama pada specific speed, blade angle, diameter, dan flow velocity.

Proses tersebut mengikuti:Initial Designโ†’Calculateโ†’Check Constraintsโ†’Identify Problemโ†’Modifyโ†’Recalculateโ†’Compareโ†’SelectInitial\ Design \rightarrow Calculate \rightarrow Check\ Constraints \rightarrow Identify\ Problem \rightarrow Modify \rightarrow Recalculate \rightarrow Compare \rightarrow Select


9. ERROR CHECKING AND VALIDATION

a. Unit Consistency

Seluruh perhitungan menggunakan:

  • kg,
  • m,
  • s,
  • N,
  • W,
  • Pa.

Tidak digunakan pencampuran satuan horsepower, feet, gallon per minute, atau rpm tanpa konversi.


b. Mass Conservation

Inlet:Q1=ฯ€D1b1Vf1Q_1=\pi D_1b_1V_{f1}Q1โ‰ˆ5.00 m3/sQ_1\approx5.00\ m^3/s

Outlet:Q2=ฯ€D2b2Vf2Q_2=\pi D_2b_2V_{f2}Q2โ‰ˆ5.00 m3/sQ_2\approx5.00\ m^3/s

Sehingga:Q1โ‰ˆQ2โ‰ˆQ\boxed{Q_1\approx Q_2\approx Q}


c. Energy Conservation

Hydraulic power:2452.5 kW2452.5\ kW

Runner power:2256.3 kW2256.3\ kW

Shaft power:2144.84 kW2144.84\ kW

Hubungan:Ph>Prunner>PshaftP_h>P_{runner}>P_{shaft}

terpenuhi.


d. Efficiency Check

ฮทo=0.874552<1\eta_o=0.874552<1

sehingga tidak terjadi efisiensi secara fisik mustahil.


e. Euler Verification

HE=U1Vu1โˆ’U2Vu2gH_E= \frac{U_1V_{u1}-U_2V_{u2}}{g}

dengan:U1=23.49 m/sU_1=23.49\ m/sVu1=19.21 m/sV_{u1}=19.21\ m/sU2=17.62 m/sU_2=17.62\ m/sVu2=0V_{u2}=0

menghasilkan:HE=46.0 m\boxed{H_E=46.0\ m}

yang sesuai dengan:HE=ฮทhHH_E=\eta_hH


10. VERIFICATION AND VALIDATION

Verification

Verification dilakukan untuk memastikan bahwa model matematika dan implementasi MATLAB berjalan sesuai persamaan.

Hal yang diverifikasi:

  1. Kontinuitas debit.
  2. Euler equation.
  3. Power balance.
  4. Torque-power relation.
  5. Efficiency range.
  6. Unit consistency.
  7. Physical sign convention.
  8. Specific speed calculation.

Hasil verification menunjukkan bahwa persamaan utama konsisten.

Validation Against Literature

Validation dalam proyek ini bukan experimental validation. Validasi dilakukan dengan membandingkan karakteristik desain terhadap literatur.

Francis merupakan turbin reaksi yang digunakan pada kombinasi head dan flow yang sesuai dengan karakteristiknya. DOE menempatkan Francis sebagai turbin yang umum digunakan pada aplikasi medium hingga high head.

Bureau of Reclamation menyediakan data dan experience curves untuk pemilihan turbin reaksi, Francis turbine, specific speed, runner proportions, draft tube, cavitation, dan performance.

Nilai:Ns=174.16N_s=174.16

berada dalam rentang screening yang ditetapkan pada proyek ini, yaitu 100โ€“250. Nilai tersebut diperlakukan sebagai preliminary selection criterion, bukan sebagai batas universal seluruh Francis turbine.

IEC 60193:2019 menegaskan pentingnya model acceptance test untuk menentukan performa hidraulik dan membandingkannya dengan performance guarantee.

Dengan demikian, desain ini dapat dikategorikan:

reasonable preliminary design, tetapi belum dapat disebut sebagai final validated turbine design.


H. RESULTS AND DISCUSSION

1. Final Design Parameters

ParameterSymbolValueUnit
Net headH50.00m
Flow rateQ5.00mยณ/s
Rotational speedN500rpm
Hydraulic powerPh2452.50kW
Runner mechanical powerPrunner2256.30kW
Shaft powerPs2144.84kW
Hydraulic efficiencyฮทh92.00%
Mechanical efficiencyฮทm97.00%
Volumetric efficiencyฮทv98.00%
Overall efficiencyฮทo87.46%
Runner diameterD10.897m
Outlet diameterD20.673m
Hydraulic torqueTh43.09kNยทm
Shaft torqueTs40.96kNยทm
Specific speedNs174.16–

2. Velocity Triangle Results

ParameterInletOutletUnit
U23.4917.62m/s
V21.369.46m/s
Vf9.349.46m/s
Vu19.210.00m/s
W10.2720.00m/s
ฮฒ65.3728.23degree

Pada inlet, absolute velocity memiliki komponen tangensial sebesar 19.21 m/s. Komponen tersebut menunjukkan bahwa air memasuki runner dengan angular momentum yang kemudian dikonversikan menjadi mechanical work.

Pada outlet, residual whirl diasumsikan nol. Ini merupakan pendekatan idealisasi yang bertujuan memaksimalkan pemanfaatan perubahan momentum sudut.


3. Performance Analysis

Head vs Power

Hubungan:Ps=ฮทoฯgQHP_s=\eta_o\rho gQH

menunjukkan hubungan linear antara head dan power selama debit dan efisiensi dianggap tetap.

Pada:H=50 mH=50\ m

diperoleh:Ps=2144.84 kWP_s=2144.84\ kW


Flow Rate vs Power

Dengan:Q=5 m3/sQ=5\ m^3/s

diperoleh:Ps=2144.84 kWP_s=2144.84\ kW

Apabila debit meningkat sementara head dan efisiensi tetap, power meningkat secara linear.


Speed vs Torque

Pada:N=500 rpmN=500\ rpm

diperoleh:Ts=40.96 kN.mT_s=40.96\ kN.m

Jika power tetap, peningkatan speed akan menurunkan torque.


Runner Diameter vs Efficiency

Diameter runner memengaruhi peripheral velocity:U=ฯ€DN60U=\frac{\pi DN}{60}

Karena UU berhubungan langsung dengan Euler turbine equation, perubahan diameter akan mengubah velocity triangle dan energy transfer.

Namun, model satu dimensi tidak cukup untuk menghitung perubahan hydraulic losses secara akurat. Oleh karena itu, grafik efficiency terhadap diameter dalam proyek ini digunakan sebagai screening envelope, bukan sebagai hasil CFD atau eksperimen.


4. Sensitivity Analysis

Hydraulic Efficiency

ฮทhShaft Power (kW)
88%2051.67
90%2098.28
92%2144.84
94%2191.46
96%2238.08

Perubahan hydraulic efficiency memberikan pengaruh langsung terhadap shaft power.


Head

H (m)Shaft Power (kW)
401715.87
451930.36
502144.84
552359.32
602573.81

Hasil menunjukkan hubungan hampir linear:PsโˆHP_s\propto H


Flow Rate

Q (mยณ/s)Shaft Power (kW)
31286.90
41715.87
52144.84
62573.81
73002.77

Hubungan juga linear:PsโˆQP_s\propto Q


5. Physical Interpretation

Nilai shaft power sebesar 2.145 MW menunjukkan bahwa pada kondisi desain, energi hidraulik sekitar 2.453 MW dapat dikonversikan menjadi energi mekanik poros sekitar 2.145 MW berdasarkan efficiency assumptions.

Perbedaan tersebut tidak berarti energi hilang secara misterius, tetapi merepresentasikan losses yang dimodelkan melalui tiga komponen efisiensi:ฮทh=92%\eta_h=92\%ฮทm=97%\eta_m=97\%ฮทv=98%\eta_v=98\%

Hydraulic losses dapat berasal dari friction, flow separation, secondary flow, turbulence, dan losses pada runner/distributor.

Mechanical losses dapat berasal dari bearing, seal, windage, dan mechanical resistance.

Volumetric losses berhubungan dengan leakage atau clearance.


6. Comparison with Literature

Hasil desain menunjukkan karakteristik yang konsisten dengan preliminary Francis turbine design:

  • menggunakan reaction turbine concept,
  • bekerja dengan head 50 m,
  • memiliki specific speed medium,
  • memiliki runner diameter sekitar 0.9 m,
  • menghasilkan daya sekitar 2.1 MW pada assumed design point,
  • memiliki overall efficiency di bawah 100%,
  • membutuhkan draft tube untuk pemulihan energi kinetic pada outlet.

Bureau of Reclamation menyediakan referensi engineering mengenai Francis turbine dimensions, performance characteristics, specific speed, draft tube, cavitation, dan speed regulation.

Literatur modern juga menunjukkan bahwa preliminary one-dimensional design perlu dilanjutkan dengan detailed blade design dan CFD untuk mendapatkan karakteristik aliran yang lebih realistis.


7. Limitations

a. One-dimensional model

Model tidak memperhitungkan distribusi velocity dan pressure secara tiga dimensi.

b. Steady-state

Transient flow, startup, shutdown, load rejection, dan water hammer tidak dianalisis.

c. Empirical/preliminary coefficients

Parameter seperti Ku1K_{u1}, D2/D1D_2/D_1, b1b_1, dan b2b_2 merupakan preliminary assumptions sehingga perlu dikalibrasi dengan desain benchmark atau CFD.

d. No CFD

Belum ada analisis:

  • pressure distribution,
  • turbulent kinetic energy,
  • vortex,
  • flow separation,
  • secondary flow,
  • blade loading,
  • cavitation index.

e. No experiment

Tidak terdapat prototype atau laboratory experiment sehingga hasil tidak boleh disebut experimental validation.

f. Cavitation

Cavitation belum dihitung secara detail. Penilaian cavitation memerlukan kondisi tekanan absolut, elevation, tailwater level, vapor pressure, dan suction head.

g. Mechanical structure

Belum dilakukan:

  • shaft stress analysis,
  • blade stress analysis,
  • fatigue,
  • FEA,
  • vibration analysis.

h. Manufacturing tolerance

Clearance, surface roughness, blade thickness, welding, casting tolerance, dan machining tolerance belum dianalisis.


I. CONCLUSION, CLOSING REMARKS, RECOMMENDATIONS

Conclusion

Berdasarkan preliminary design yang dilakukan, turbin Francis dapat dirancang untuk assumed design condition berupa net head 50 m, debit 5 mยณ/s, dan rotational speed 500 rpm.

Daya hidraulik yang tersedia adalah:2452.50 kW\boxed{2452.50\ kW}

Dengan hydraulic efficiency 92%, mechanical efficiency 97%, dan volumetric efficiency 98%, diperoleh overall efficiency:87.46%\boxed{87.46\%}

dan shaft power:2144.84 kW\boxed{2144.84\ kW}

Runner diameter hasil preliminary design:D1=0.897 m\boxed{D_1=0.897\ m}

sedangkan diameter outlet:D2=0.673 m\boxed{D_2=0.673\ m}

Kecepatan peripheral inlet:U1=23.49 m/s\boxed{U_1=23.49\ m/s}

dan outlet:U2=17.62 m/s\boxed{U_2=17.62\ m/s}

Analisis velocity triangle menghasilkan:ฮฒ1=65.37โˆ˜\boxed{\beta_1=65.37^\circ}

dan:ฮฒ2=28.23โˆ˜\boxed{\beta_2=28.23^\circ}

Specific speed power-based:Ns=174.16\boxed{N_s=174.16}

Shaft torque pada 500 rpm adalah:Ts=40.96 kN.m\boxed{T_s=40.96\ kN.m}

Proses iterasi menunjukkan bahwa kombinasi 500 rpm dan Ku1=0.75K merupakan desain yang paling sesuai dengan constraint preliminary yang ditetapkan.

Sensitivity analysis menunjukkan bahwa head dan flow rate memiliki pengaruh linear terhadap power dalam model ini. Hydraulic efficiency juga memberikan pengaruh langsung terhadap shaft power.

Secara keseluruhan, desain dapat dinyatakan reasonable sebagai preliminary engineering design, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai final design karena belum dilakukan CFD, cavitation analysis, structural analysis, dan experimental testing.


Closing Remarks

Perancangan turbin Francis menunjukkan bahwa desain mesin fluida merupakan proses multidisiplin yang menghubungkan mekanika fluida, turbomachinery, energy conversion, computational engineering, dan engineering ethics.

Kerangka DAI5 membantu memastikan bahwa proses desain tidak hanya berhenti pada perhitungan numerik, tetapi juga mempertimbangkan kesadaran, niat, pemahaman masalah, idealisasi, metode, verification, sustainability, dan tanggung jawab engineering.


Recommendations

Tahapan pengembangan selanjutnya adalah:

  1. CFD analysis
    • 3D runner modelling.
    • Pressure distribution.
    • Velocity distribution.
    • Turbulence modelling.
    • Blade loading.
  2. Cavitation analysis
    • Pressure coefficient.
    • Thoma cavitation coefficient.
    • Vapor pressure.
    • Minimum pressure location.
  3. Structural analysis
    • Shaft stress.
    • Runner stress.
    • Blade stress.
    • Fatigue analysis.
  4. FEA
    • Static structural.
    • Modal analysis.
    • Fatigue analysis.
  5. Experimental testing
    • Flow measurement.
    • Head measurement.
    • Torque measurement.
    • RPM measurement.
    • Efficiency measurement.
  6. Optimization
    • Runner diameter.
    • Blade angle.
    • Blade number.
    • Blade thickness.
    • Distributor geometry.
  7. Advanced blade design
    • 3D blade shaping.
    • Lean/sweep.
    • Surface optimization.
    • Cavitation-resistant geometry.

IEC 60193 dapat digunakan sebagai referensi untuk model acceptance testing, sedangkan IEC 62006 relevan untuk acceptance testing instalasi small hydroelectric.


J. ACKNOWLEDGMENTS

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan arahan dan kesempatan untuk mengembangkan pemahaman mengenai perancangan mesin fluida dan turbin hidraulik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada institusi pendidikan, rekan-rekan mahasiswa, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan selama proses penyusunan proyek ini.


K. REFERENCES / LITERATURE CITED

Bureau of Reclamation. (1976). Selecting hydraulic reaction turbines (Engineering Monograph No. 20, revised). U.S. Department of the Interior, Bureau of Reclamation.

ร‡engel, Y. A., & Cimbala, J. M. (2020). Fluid mechanics: Fundamentals and applications (4th ed., SI units). McGraw-Hill Education.

Dixon, S. L., & Hall, C. A. (2014). Fluid mechanics and thermodynamics of turbomachinery (7th ed.). Butterworth-Heinemann.

Gerhart, P. M., Gerhart, A. L., & Hochstein, J. I. (2021). Munson, Young and Okiishi’s fundamentals of fluid mechanics (9th ed.). Wiley.

Guo, Z., Chitrakar, S., Qian, Z., & Thapa, B. (2025). Design of Francis turbine and OpenFOAM methods. Springer Nature Singapore.

International Electrotechnical Commission. (2019). IEC 60193:2019: Hydraulic turbines, storage pumps and pump-turbinesโ€”Model acceptance tests. IEC.

International Electrotechnical Commission. (2019). IEC 62097:2019: Hydraulic machines, radial and axialโ€”Methodology for performance transposition from model to prototype. IEC.

International Electrotechnical Commission. (2010). IEC 62006:2010: Hydraulic machinesโ€”Acceptance tests of small hydroelectric installations. IEC.

Leyland, B. (2014). Small hydroelectric engineering practice. CRC Press/Routledge.

Peng, W. W., & Amano, R. S. (2025). Hydraulic turbines. In Fundamentals of turbomachinery. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781394273577.ch7

U.S. Department of Energy. (2013). Types of hydropower turbines. Office of Energy Efficiency and Renewable Energy.

Warnick, C. C. (1984). Hydropower engineering. Prentice-Hall.


L. APPENDICES

Appendix A โ€” Complete Graph

Figure 1 โ€” Hydraulic Power vs Flow Rate


Figure 2 โ€” Shaft Power vs Flow Rate


Figure 3 โ€” Efficiency vs Flow Rate

Figure 4 โ€” Torque vs Rotational Speed


Figure 5 โ€” Efficiency vs Runner Diameter


Figure 6 โ€” Sensitivity terhadap Hydraulic Efficiency


Figure 7 โ€” Sensitivity terhadap Head


Appendix B โ€” Detailed Manual Calculations

B.1 Hydraulic Power

Ph=ฯgQHP_h=\rho gQHPh=(1000)(9.81)(5)(50)P_h=(1000)(9.81)(5)(50)Ph=2452.5 kW\boxed{P_h=2452.5\ kW}

B.2 Overall Efficiency

ฮทo=(0.92)(0.97)(0.98)\eta_o=(0.92)(0.97)(0.98)ฮทo=0.874552\boxed{\eta_o=0.874552}

B.3 Shaft Power

Ps=(0.874552)(2452.5)P_s=(0.874552)(2452.5)Ps=2144.84 kW\boxed{P_s=2144.84\ kW}

B.4 Angular Velocity

ฯ‰=2ฯ€(500)60\omega=\frac{2\pi(500)}{60}ฯ‰=52.36 rad/s\boxed{\omega=52.36\ rad/s}

B.5 Runner Peripheral Velocity

U1=0.752(9.81)(50)U_1=0.75\sqrt{2(9.81)(50)}U1=23.49 m/s\boxed{U_1=23.49\ m/s}

B.6 Runner Diameter

D1=60(23.49)ฯ€(500)D_1=\frac{60(23.49)}{\pi(500)}D1=0.897 m\boxed{D_1=0.897\ m}

B.7 Outlet Diameter

D2=0.75(0.897)D_2=0.75(0.897)D2=0.673 m\boxed{D_2=0.673\ m}

B.8 Inlet Flow Velocity

Vf1=5ฯ€(0.897)(0.19)V_{f1}= \frac{5}{\pi(0.897)(0.19)}Vf1=9.34 m/s\boxed{V_{f1}=9.34\ m/s}

B.9 Outlet Flow Velocity

Vf2=5ฯ€(0.673)(0.25)V_{f2}= \frac{5}{\pi(0.673)(0.25)}Vf2=9.46 m/s\boxed{V_{f2}=9.46\ m/s}

B.10 Inlet Whirl

Vu1=(9.81)(0.92)(50)23.49V_{u1}= \frac{(9.81)(0.92)(50)}{23.49}Vu1=19.21 m/s\boxed{V_{u1}=19.21\ m/s}

B.11 Inlet Absolute Velocity

V1=19.212+9.342V_1= \sqrt{19.21^2+9.34^2}V1=21.36 m/s\boxed{V_1=21.36\ m/s}

B.12 Inlet Relative Velocity

W1=(23.49โˆ’19.21)2+9.342W_1= \sqrt{(23.49-19.21)^2+9.34^2}W1=10.27 m/s\boxed{W_1=10.27\ m/s}

B.13 Inlet Blade Angle

ฮฒ1=tanโกโˆ’1(9.3423.49โˆ’19.21)\beta_1= \tan^{-1} \left( \frac{9.34}{23.49-19.21} \right)ฮฒ1=65.37โˆ˜\boxed{\beta_1=65.37^\circ}

B.14 Outlet Blade Angle

ฮฒ2=tanโกโˆ’1(9.4617.62)\beta_2= \tan^{-1} \left( \frac{9.46}{17.62} \right)ฮฒ2=28.23โˆ˜\boxed{\beta_2=28.23^\circ}

B.15 Shaft Torque

Ts=Psฯ‰T_s=\frac{P_s}{\omega}Ts=2,144,838.7852.36T_s= \frac{2,144,838.78}{52.36}Ts=40,963 N.m\boxed{T_s=40,963\ N.m}


Appendix C โ€” Design Input

ParameterValueStatus
H50 mAssumed design input
Q5 mยณ/sAssumed design input
N500 rpmAssumed design input
ฮทh92%Assumed
ฮทm97%Assumed
ฮทv98%Assumed
ฯ1000 kg/mยณStandard
g9.81 m/sยฒStandard

Appendix D โ€” Iteration Results

IterationNKuD1ฮฒ1ฮฒ2NsStatus
14000.650.972101.8429.77139.33Reject
24000.751.12260.1823.25139.33Reject
34500.700.93181.5229.02156.75Reject
44500.801.06348.1823.01156.75Reject
55000.700.83782.3631.65174.16Reject
65000.750.89765.3728.23174.16Selected
75500.750.81667.3730.57191.58Accept
85500.800.87053.8027.43191.58Accept
96000.750.74869.0932.80209.00Accept
106000.800.79856.1429.52209.00Accept

Appendix E โ€” Sensitivity Analysis

Hydraulic Efficiency

ฮทhShaft Power
88%2051.67 kW
90%2098.28 kW
92%2144.84 kW
94%2191.46 kW
96%2238.08 kW

Head

HShaft Power
40 m1715.87 kW
45 m1930.36 kW
50 m2144.84 kW
55 m2359.32 kW
60 m2573.81 kW

Flow Rate

QShaft Power
3 mยณ/s1286.90 kW
4 mยณ/s1715.87 kW
5 mยณ/s2144.84 kW
6 mยณ/s2573.81 kW
7 mยณ/s3002.77 kW

Appendix F โ€” Velocity Triangle Calculation

Inlet

U1=23.49 m/sU_1=23.49\ m/sVu1=19.21 m/sV_{u1}=19.21\ m/sVf1=9.34 m/sV_{f1}=9.34\ m/sV1=21.36 m/sV_1=21.36\ m/sW1=10.27 m/sW_1=10.27\ m/sฮฒ1=65.37โˆ˜\beta_1=65.37^\circ

Outlet

U2=17.62 m/sU_2=17.62\ m/sVu2=0V_{u2}=0Vf2=9.46 m/sV_{f2}=9.46\ m/sV2=9.46 m/sV_2=9.46\ m/sW2=20.00 m/sW_2=20.00\ m/sฮฒ2=28.23โˆ˜\beta_2=28.23^\circ



DAI5 EVALUATION MATRIX

No.KriteriaImplementasi dalam laporan
1Consciousness of PurposeDeep Awareness
2Self-awarenessRefleksi tanggung jawab engineer
3Ethical ConsiderationsIntegritas data dan hasil
4Integration of CCITDeep Awareness
5Critical ReflectionLimitations
6Continuum of AwarenessClosing remarks
7Clarity of IntentIntention
8Alignment of ObjectivesTujuan dan metode
9Relevance of IntentPreliminary turbine design
10Sustainability FocusRenewable energy dan efficiency
11Focus on QualityVerification dan validation
12Problem UnderstandingEngineering problem
13Stakeholder AwarenessSafety, environment, users
14Contextual AnalysisHead-flow-speed context
15Root Cause AnalysisLosses dan mismatch
16Relevance of AnalysisTurbine performance
17Use of Data and EvidenceLiterature + assumed input
18Assumption ClarityDesign Input & Idealization
19Creativity and InnovationMATLAB automation
20Physical RealismEngineering constraints
21Alignment with IntentPreliminary design
22Scalability and AdaptabilityIteration
23Simplicity and Elegance1-D model
24Clarity of StepsMethods
25ComprehensivenessMATLAB + calculations
26Physical InterpretationResults discussion
27Error MinimizationMATLAB checks
28Verification and ValidationVerification + literature
29Iterative Approach10 design iterations
30Sustainability IntegrationHydropower sustainability
31Communication EffectivenessTables, equations, graphs
32Alignment with DAI5Struktur Aโ€“L
33Documentation QualityAppendices + references

FINAL DESIGN SUMMARY

ParameterFinal Value
Head50 m
Flow rate5 mยณ/s
Rotational speed500 rpm
Hydraulic power2452.50 kW
Runner mechanical power2256.30 kW
Shaft power2144.84 kW
Overall efficiency87.46%
Runner diameter0.897 m
Outlet diameter0.673 m
Inlet blade angle65.37ยฐ
Outlet blade angle28.23ยฐ
Hydraulic torque43.09 kNยทm
Shaft torque40.96 kNยทm
Specific speed174.16
Design statusPreliminary design โ€“ feasible under stated assumptions

Catatan engineering penting: seluruh angka desain di atas merupakan hasil dari assumed design input yang dipilih untuk membuat contoh perancangan numerik yang lengkap. Angka tersebut harus diganti apabila dosen memberikan data proyek aktual berupa H, Q, N, target power, atau parameter lainnya. Desain ini belum merupakan final prototype design karena belum melalui CFD, cavitation verification, structural/FEA analysis, dan experimental testing.

Sekian Laporan saya mengenai turbin francis dalam mempelajari sistem konversi energi. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *