Pada pembelajaran sebelumnya, kita diberikan pengenalan mengenai komputasi teknik dengan memahami terlebih dahulu dasarnya yaitu algoritma. Yang mana ditekankan bahwa untuk memulai mempelajari sesuatu kita butuh tau dasarnya, tidak hanya permukaan. Dimana, disini membutuhkan kesadaran lebih, tidak hanya sekedar mengetahui tetapi benar benar memahami.
Proses pemahaman ini akan menjadi lebih optimal ketika ditambahkan dengan niat atau intention. Niat ini seharusnya murni didasarkan kebutuhan bukan sekedar desire, dikarenakan kebutuhan itu berlandaskan kepekaan terhadap keadaan, bukan hanya sekedar keinginan.
Proses menulis ini seringkali terlupakan, padahal dalam menulis kita tidak hanya memindahkan isi kepala kita ke dalam tulisan yang bisa dibaca tetapi bagaimana mengintegrasikan kognitif otak ke aktuator tubuh atau saraf tangan. Seiring berkembanganya teknologi, kita seringkali bergantung pada ketikan ataupun narasi yang dibuat AI. Kita melupakan bahwa ketika menulis dengan tangan sebenarnya kita sedang melatih memori agar menjadi lebih kuat (otak terpaksa memproses, meringkas, serta menyimpan informasi lebih dalam), melatih keterampilan motorik (keterampilan tangan serta menstimulasi daya ingat), serta melatih aktivitas sensorik.
Mungkin disitulah awal mula kepekaan dapat tercipta juga, peka terhadap kondisi saat ini, peka terhadap apa yang sedang dikerjakan. Otak dan tangan bekerja, tidak autonomous, sehingga bisa meningkatkan kesadaran ataupun mindfullness kita terhadap apa yang ingin kita pelajari.
Ghina Khairani (2306215274)