Dalam persamaan fisika di CFD itu rumit dan tidak bisa diselesaikan secara eksak/analitik untuk kasus geometri kompleks seperti duct dengan objek di dalamnya. Jadi komputer mendekati solusinya secara numerik dengan cara dipecah jadi perhitungan kecil-kecil di tiap elemen mesh, lalu diulang-ulang (iterasi) sampai hasilnya mendekati jawaban benar.
Lalu skema diskritisasi adalah analoginya Kamu mempunyai kurva melengkung, tapi kamu Cuma bisa menggambar pakai garis lurs-lurus pendek. Semakin banyak dan pendek garis lurus yang kamu pakai untuk meniru kurva itu, semakin mirip hasilnya dengan kurva aslinya.
Diskritisasi adalah persamaan matematika yang kontinu didekati dengan cara tertentu menggunakan nilai-nilai di titik mesh (grid) yang sudah dibuat.
Maka skema diskritisasi adalah metode atau aturan yang dipakai untuk melakukan pendekatan itu.
Contohnya:
| Skema | Analogi | Karateristik |
| First-order upwind | Nebak nilai besok = nilai hari ini | Sederhana, cepat hitung, tapi kurang akurat |
| Second-order upwind | Nebak nilai besok denga mempertimbangkan tren dari beberapa hari sebelumnya | Lebih akurat, tapi butuh perhitungan lebih berat, dan kadang kurang stabil |
Selanjutnya menjelaskan pada itu berbedaan daripada parameter Model Fisika yang built-in di CFD dibandingkan dengan UDF (User-Defined Function) dengan penjelasan berikut ini:
Parameter Model Fisika adalah pilihan menu yang sudah disediakan oleh Fluent. Kamu tinggai pilih/centang opsi yang sesuai dengan kasusmu. Contohnya model turbulensi k-epsilon, model energi, transient/steady.
UDF adalah kode program bahasa C yang kamu tulis sendiri untuk menambahkan perilaku atau perhitungan khusus yang tidak tersedia di menu bawaan Fluent.
Dalam kasus perpindahan tertentu membutuhkan UDF saat: (1) fisika baru yang tidak ada built-in di Fluent, (2) Boundary condition yang berubah-ubah mengikuti fungsi waktu/posisi yang speisifik, (3) Source term tambahan, dan (4) sifat material yang bergantung pada variabel dengan hubungan matematis yang tidak standar.