ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

Diskusi FEM Mengenai Fenomena Multiphysics Pada Propulsi Roket

Dalam diskusi FEM pada tanggal 9 September 2026, Pak Atik menceritakan pengalamannya melakukan finite element analysis untuk pembuatan struktur tabung roket RX150-LPN.

Salah satu konsep dasar yang dibahas adalah degree of freedom (DOF). DOF menunjukkan gerakan independen yang dapat dilakukan oleh suatu node. Pada elemen shell yang digunakan untuk memodelkan struktur tipis seperti tabung roket, sebuah node dapat memiliki tiga DOF translasi dan tiga DOF rotasi. Dengan memahami DOF, kita dapat mengetahui bagaimana setiap bagian struktur dapat bergerak ketika menerima pembebanan.

Hal lain yang menarik adalah pemilihan jenis node / meshing. Dalam FEM terdapat berbagai bentuk elemen, seperti elemen segitiga dan segiempat, dengan jumlah node yang berbeda. Pada analisis tabung motor roket RX-150-LPN, digunakan node segitiga untuk merepresentasikan struktur tabung. Pemilihan elemen ini penting karena harus disesuaikan dengan bentuk dan karakteristik struktur yang dianalisis. Pemilihan ini juga ditentukan berdasarkan engineering sense atau pengalaman dari Pak Atik sendiri yang sudah berkecimpung di dunia FEM dari tahun 1996.

Selain geometri dan mesh, material juga memiliki pengaruh besar terhadap hasil FEM. Dalam perancangan struktur roket, material tidak hanya harus memiliki kekuatan yang cukup, tetapi juga perlu mempertimbangkan massa struktur. Disinilah FEM berfungsi untuk menghubungkan permasalahan geometri, material, node, DoF, material, displacement, dan stress. Hasil akhir dari simulasi FEM kemudian dianalisis apakah memenuhi kriteria keamanan atau tidak.

Penerapan FEM pada roket ini juga dibandingkan dengan pengujian eksperimen. Hal tersebut berfungsi untuk menentukan apakah perhitungan dari FEM ini valid atau hanya sekedar angka yang tak berarti. Pak Atik ingin menunjukkan bahwa FEM bukan sekadar menghasilkan angka dari komputer, tetapi perlu dipastikan mampu merepresentasikan kondisi nyata.

Melalui diskusi tersebut, saya menyadari bahwa memahami FEM tidak cukup hanya dengan mengetahui cara menjalankan software. Yang lebih penting adalah memahami mengapa suatu elemen dipilih, bagaimana DOF bekerja, bagaimana material memengaruhi struktur, serta apakah hasil simulasi masuk akal secara fisik.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *