ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

SIMULASI NUMERIK KEBAKARAN PADA RUANG TERTUTUP DENGAN SOFTWARE CFAST

Simulasi yang Anda lakukan merupakan simulasi numerik kebakaran ruang tertutup (compartment fire simulation) yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan distribusi temperatur, plume panas, serta pembentukan upper hot layer menggunakan dua pendekatan numerik berbeda, yaitu pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan OpenFOAM dengan solver fireFoam dan pendekatan two-zone model menggunakan CFAST.


1. Konsep Umum Simulasi

Kebakaran dalam ruang tertutup merupakan fenomena termofluida kompleks yang melibatkan interaksi simultan antara:

  • pembakaran,
  • perpindahan panas,
  • aliran fluida panas,
  • turbulensi,
  • pembentukan asap,
  • serta distribusi temperatur terhadap waktu.

Pada kondisi enclosure tertutup, panas hasil pembakaran tidak dapat langsung terdisipasi ke lingkungan luar sehingga terjadi:

akumulasi energi termal

di dalam ruangan.

Akumulasi panas tersebut menyebabkan terbentuknya:

  • thermal plume,
  • upper hot layer,
  • thermal stratification,
  • dan peningkatan temperatur enclosure.

2. Fenomena Yang Diamati Pada Simulasi

Penelitian ini secara khusus mengamati:

FenomenaFungsi Analisis
Distribusi temperaturpenyebaran temperatur dalam enclosure
Thermal plumepergerakan gas panas
Upper hot layerakumulasi gas panas di atas
Thermal stratificationpelapisan temperatur
Heat transferperpindahan panas
Buoyancy flowaliran akibat beda densitas
Fire growthperkembangan kebakaran

3. Proses Fisik Kebakaran Dalam Simulasi

Tahap 1 โ€” Ignition

Simulasi dimulai dari penyalaan bahan bakar methane (CHโ‚„).

Reaksi pembakaran methane:

CH4+2O2โ†’CO2+2H2O+HeatCH_4+2O_2\rightarrow CO_2+2H_2O+HeatCH4โ€‹+2O2โ€‹โ†’CO2โ€‹+2H2โ€‹O+Heat

Reaksi ini menghasilkan:

  • energi panas,
  • gas hasil pembakaran,
  • dan plume panas.

4. Heat Release Rate (HRR)

Panas yang dihasilkan api direpresentasikan sebagai:

Heat Release Rate

atau HRR.

Secara termodinamika:

Qห™=mห™ฮ”Hc\dot Q=\dot m\Delta H_cQห™โ€‹=mห™ฮ”Hcโ€‹

Keterangan:

  • Qห™\dot QQห™โ€‹ = heat release rate
  • mห™\dot mmห™ = laju pembakaran bahan bakar
  • ฮ”Hc\Delta H_cฮ”Hcโ€‹ = heat of combustion methane

Pada simulasi ini methane memiliki:

ฮ”Hc โ‰ˆ 50000 kJ/kg

Energi panas inilah yang menyebabkan temperatur enclosure meningkat terhadap waktu.


5. Pembentukan Thermal Plume

Gas hasil pembakaran memiliki temperatur lebih tinggi dibanding udara sekitar.

Akibat temperatur tinggi:

  • densitas gas menurun,
  • gas menjadi lebih ringan,
  • lalu bergerak naik akibat buoyancy.

Hubungan buoyancy terhadap temperatur:

Fbโˆgฮฒ(Tโˆ’Tโˆž)F_b\propto g\beta(T-T_\infty)Fbโ€‹โˆgฮฒ(Tโˆ’Tโˆžโ€‹)

Keterangan:

  • FbF_bFbโ€‹ = gaya buoyancy
  • ggg = gravitasi
  • ฮฒ\betaฮฒ = koefisien ekspansi termal
  • TTT = temperatur gas panas
  • TโˆžT_\inftyTโˆžโ€‹ = temperatur lingkungan

Fenomena ini menyebabkan terbentuknya:

thermal plume

yang bergerak vertikal menuju bagian atas enclosure.


6. Distribusi Temperatur

Distribusi temperatur menunjukkan bagaimana temperatur menyebar di seluruh enclosure selama simulasi berlangsung.

Pada awal simulasi:

  • temperatur tinggi hanya berada di sekitar sumber api.

Seiring bertambahnya waktu:

  • plume berkembang,
  • temperatur upper enclosure meningkat,
  • terbentuk thermal stratification.

Distribusi temperatur dipengaruhi oleh:

MekanismePengaruh
Konveksimembawa panas bersama plume
Radiasimemanaskan enclosure
Konduksiperpindahan panas ke boundary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *