Helical coil pipe merupakan salah satu konfigurasi heat exchanger yang banyak digunakan dalam sistem industri, termasuk pada pemanas reaktor pirolisis. Keunggulan utama dari geometri heliks adalah kemampuannya menghasilkan aliran sekunder (secondary flow) akibat efek kelengkungan, yang meningkatkan pencampuran fluida dan memperbaiki perpindahan panas.
Namun, untuk meningkatkan performa lebih lanjut, modifikasi geometris seperti penambahan fin sering dilakukan. Fin berfungsi untuk memperluas area perpindahan panas sekaligus memodifikasi karakteristik aliran di dalam sistem.
1. Konsep Dasar Penambahan Fin
Fin merupakan struktur tambahan yang dipasang pada permukaan perpindahan panas dengan tujuan utama meningkatkan luas area kontak antara fluida dan dinding. Dalam konteks helical coil, fin biasanya ditempatkan pada sisi annulus atau di sekitar pipa bagian dalam. Penambahan fin memberikan dua efek utama:
- Peningkatan luas permukaan perpindahan panas
- Gangguan terhadap boundary layer, sehingga meningkatkan konveksi
Namun, di sisi lain, fin juga dapat menyebabkan peningkatan pressure drop akibat hambatan aliran.
2. Jenis Konfigurasi Fin pada Helical Coil

Berdasarkan studi yang dianalisis, terdapat beberapa variasi konfigurasi fin pada helical coil, antara lain:
- Dua fin horizontal
- Dua fin vertikal
- Empat fin (multi-fin configuration)
- Fin dengan tambahan Thin Conductive Tubular Fin (TCTF)
Setiap konfigurasi menghasilkan karakteristik aliran dan perpindahan panas yang berbeda.
3. Pengaruh Fin terhadap Peningkatan Nusselt Number
Penambahan fin terbukti meningkatkan nilai Nusselt number (Nu), yang merupakan indikator performa perpindahan panas. Beberapa hasil penting:
- Dua fin horizontal meningkatkan Nu sekitar 27%
- Dua fin vertikal meningkatkan Nu hingga 32%
- Empat fin dapat meningkatkan Nu hingga 47%
Peningkatan perpindahan panas terjadi karena penambahan fin membuat luas permukaan kontak antara fluida dan dinding menjadi lebih besar, sehingga panas yang ditransfer ikut meningkat. Selain itu, fin mengganggu aliran sehingga boundary layer menjadi lebih tipis dan gradien temperatur tetap tinggi. Gangguan ini juga memicu turbulensi lokal yang meningkatkan pencampuran fluida, sehingga proses perpindahan panas menjadi lebih efektif.
4. Dampak terhadap Pressure Drop dan Friction Factor
Meskipun meningkatkan perpindahan panas, fin juga menyebabkan peningkatan hambatan aliran.
- Dua fin meningkatkan friction factor sekitar 38%
- Empat fin meningkatkan hingga hampir 99%
Hal ini menunjukkan adanya trade-off antara efisiensi termal dan konsumsi energi pompa. Dengan kata lain, semakin banyak fin tidak selalu berarti semakin baik, karena penalty hidraulik juga meningkat secara signifikan.
5. Kesimpulan
Penambahan fin pada helical coil pipe merupakan strategi efektif untuk meningkatkan performa perpindahan panas. Namun, peningkatan ini harus diimbangi dengan pertimbangan terhadap pressure drop. Konfigurasi dua fin vertikal terbukti memberikan keseimbangan terbaik antara peningkatan perpindahan panas dan efisiensi hidraulik. Sementara itu, integrasi teknologi seperti TCTF mampu meningkatkan performa lebih lanjut tanpa penalti signifikan. Dengan desain yang tepat, helical coil dengan fin dapat menjadi solusi yang sangat optimal untuk aplikasi pemanasan intensif seperti pada reaktor pirolisis.
Referensi
ย Alklaibi, A. M., & Tlili, I. (2026). Toward compact helical heat exchanger with fins-based design. International Communications in Heat and Mass Transfer, 172, 110425.ย