Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Melanjutkan penyelesaian fase jaring komputasi dan penentuan kondisi batas pada minggu ke-7 lalu, agenda kegiatan pada minggu ke-8 ini menandai dimulainya fase komputasi numerik (solving) serta visualisasi awal menggunakan perangkat lunak ParaView. Fokus utama minggu ini adalah mengeksekusi model dasar, yaitu Variasi 0 (Diagonal Z-Flow), untuk mendapatkan profil hidrodinamika awal sistem.
1. Eksekusi Solver pada Variasi 0
Proses kalkulasi numerik dijalankan menggunakan solver steady-state, incompressible, dengan mengaktifkan model turbulensi SST k-omega. Aliran fluida masuk diposisikan pada sudut kanan atas dari penampang atas casing, lalu bergerak melintasi susunan 23 sel baterai, dan diarahkan keluar melalui pipa outlet di sudut kiri bawah penampang bawah casing. Proses iterasi dipantau secara berkala melalui grafik penurunan residual hingga mencapai kriteria konvergen yang stabil.
2. Kendala Visualisasi Pelacak Aliran (Streamline)
Setelah komputasi numerik selesai dan berhasil diekspor ke dalam ParaView, saya memulai tahap pasca-pemrosesan (post-processing). Kendala teknis muncul saat pertama kali mengaktifkan fitur Stream Tracer untuk memetakan garis alir fluida di dalam casing.
Garis-garis pelacak aliran fluida secara visual terlihat “buntung” atau terputus di tengah-tengah bodi modul baterai sebelum mencapai pipa keluar (outlet). Secara teoretis, dalam kondisi aliran yang kontinu dan stabil (steady), garis arus tidak boleh hilang di tengah domain karena harus memenuhi hukum kekekalan massa.
3. Langkah Penyelesaian (Troubleshooting) di ParaView
Setelah meneliti parameter integrasi numerik pada panel kontrol Properties di ParaView, kendala tersebut diidentifikasi murni sebagai batasan parameter visual bawaan (default) dari program, bukan karena kegagalan hasil solver CFDSOF.
Langkah troubleshooting dilakukan dengan mengubah parameter integrasi pelacak aliran:
- Modifikasi Panjang Lintasan: Mengubah nilai batas panjang pelacak aliran pada kolom
Maximum Streamline Lengthdari nilai bawaan standar yang terlalu pendek ditingkatkan secara proporsional ke nilai yang lebih besar (seperti angka1.0atau2.0meter).
Hasil penyesuaian parameter ini berhasil membuat garis-garis streamline memanjang secara sempurna, merekam pergerakan air deionisasi dari pintu masuk, meliuk melewati celah silinder baterai, hingga terbuang ke pipa keluar. Dari visualisasi yang sukses ini, tercatat kecepatan maksimal fluida lokal pada Variasi 0 mencapai 0.57 m/s.

4. Rencana Tahapan Selanjutnya
Dengan keberhasilan eksekusi model dasar dan penanganan kendala visualisasi pada minggu ini, tahapan proyek akan dilanjutkan pada perluasan variasi desain casing. Pada minggu ke-9, fokus kegiatan adalah menjalankan solver numerik untuk konfigurasi Variasi 1 (Inverted Diagonal) dan Variasi 2 (Front-Entry CIF) guna memulai analisis perbandingan karakteristik aliran antarmodel geometri.