Assalamualaikum Wr. Wb., saya Muhammad Rafi Farras dengan NPM 2206027311 dari Program Studi Teknik Perkapalan Universitas Indonesia.
Dalam satu minggu terakhir, saya melanjutkan pembelajaran mengenai penerapan sistem Auxiliary Engine Hybrid Elektrik pada kapal, khususnya terkait bagaimana metode numerik dapat digunakan untuk melakukan proses balancing system, iterasi, dan optimisasi pembagian energi pada sistem hybrid menggunakan pendekatan framework DAI5 serta diskusi bersama AI-DAI5.
Melalui proses pembelajaran ini, saya mulai memahami bahwa penerapan sistem hybrid elektrik pada kapal tidak hanya berfokus pada penggunaan auxiliary engine, baterai, dan panel surya secara bersamaan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana seluruh sumber energi tersebut dapat dibagi dan dikendalikan secara optimal sesuai kondisi operasi kapal yang selalu berubah. Dari hasil diskusi bersama AI DAI5, saya memahami bahwa balancing system pada hybrid elektrik bertujuan menjaga keseimbangan suplai dan kebutuhan daya agar sistem tetap stabil, efisien, dan mampu meminimalkan konsumsi bahan bakar serta emisi.
Saya mulai memahami bahwa metode numerik memiliki peran penting dalam proses analisis dan optimisasi sistem hybrid karena kondisi operasi kapal bersifat dinamis dan sulit dianalisis hanya menggunakan perhitungan manual sederhana. Dalam sistem hybrid, perubahan beban hotel load, kondisi pengisian baterai, serta variasi energi dari panel surya dapat berubah setiap waktu sehingga diperlukan proses iterasi perhitungan secara terus-menerus untuk menentukan kombinasi operasi yang paling optimal.
Dari pembelajaran bersama AI DAI5, saya mulai memahami bahwa metode numerik dapat digunakan untuk menghitung distribusi daya antara auxiliary engine, baterai, dan panel surya secara bertahap melalui proses iterasi. Pada setiap kondisi operasi kapal, sistem akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan daya, kapasitas baterai, efisiensi auxiliary engine, serta kontribusi energi surya. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kombinasi pembagian beban yang paling efisien terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.
Saya juga mulai memahami bahwa proses optimisasi dalam hybrid balancing system dapat dilakukan dengan menentukan parameter objektif tertentu, seperti meminimalkan fuel consumption, mengurangi emisi COโ, menjaga battery state of charge (SOC), atau meningkatkan efisiensi operasi auxiliary engine. Dari sini saya memahami bahwa optimisasi bukan hanya mencari nilai paling kecil atau paling besar, tetapi mencari kondisi operasi terbaik yang tetap aman, realistis, dan dapat diterapkan pada sistem kapal secara nyata.
Selain itu, saya mulai memahami bahwa metode numerik memungkinkan simulasi dilakukan secara berulang dengan berbagai variasi kondisi operasi kapal. Misalnya, perubahan kecepatan kapal, durasi pelayaran, kondisi cuaca, maupun perubahan hotel load dapat dimasukkan sebagai parameter iterasi untuk melihat bagaimana respon sistem hybrid terhadap perubahan tersebut. Dengan pendekatan ini, performa sistem dapat dianalisis secara lebih menyeluruh sebelum diterapkan pada kondisi nyata.
Saya juga mulai memahami bahwa penerapan metode numerik dalam sistem hybrid sangat berkaitan dengan konsep Energy Management System (EMS). Dari pembelajaran bersama AI DAI5, saya memahami bahwa EMS berfungsi mengatur keputusan otomatis mengenai kapan auxiliary engine bekerja sebagai sumber utama, kapan baterai digunakan, serta kapan energi dari panel surya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dalam proses tersebut, metode numerik digunakan sebagai dasar perhitungan dan pengambilan keputusan agar distribusi energi tetap optimal.
Selama proses pembelajaran, saya mengalami beberapa kendala, terutama dalam memahami bagaimana algoritma iterasi bekerja pada sistem hybrid yang memiliki banyak parameter saling berkaitan. Saya juga masih perlu memperdalam pemahaman mengenai metode optimisasi yang cocok digunakan, seperti metode numerik berbasis iterasi, optimisasi linear, maupun pendekatan sederhana menggunakan simulasi bertahap di Excel atau Python. Selain itu, saya masih mempelajari bagaimana menentukan parameter batas operasi agar hasil optimisasi tetap realistis dan sesuai dengan kondisi operasional kapal.
Namun, melalui diskusi bersama AI DAI5, saya mulai memahami bahwa metode numerik pada dasarnya membantu proses engineering menjadi lebih terukur dan sistematis karena mampu menganalisis banyak kemungkinan kondisi operasi secara lebih cepat dibandingkan perhitungan manual. Saya juga mulai memahami bahwa hasil optimisasi harus tetap mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, keterbatasan sistem baterai, serta kondisi nyata di kapal agar solusi yang dihasilkan tidak hanya optimal secara teori tetapi juga aplikatif.
Untuk pembelajaran selanjutnya, saya berencana mempelajari lebih lanjut mengenai implementasi simulasi numerik sederhana untuk hybrid balancing system menggunakan Excel maupun Python. Saya juga ingin mencoba melakukan iterasi perubahan hotel load dan battery state of charge untuk melihat pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar auxiliary engine serta potensi penurunan emisi kapal terhadap parameter EEXI dan CII.
Secara keseluruhan, framework DAI5 membantu saya memahami hubungan antara metode numerik, sistem hybrid elektrik, dan optimisasi energi kapal secara lebih terstruktur. Saya merasa pada pembelajaran minggu ini pemahaman saya mulai berkembang dari sekadar memahami konsep sistem hybrid menuju pemahaman bagaimana proses iterasi, balancing system, dan optimisasi dilakukan dalam dunia engineering secara nyata. Saya akan terus melanjutkan eksplorasi topik ini bersama AI DAI5 pada pembelajaran berikutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.