ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

2406426441_Victory Alexandra Girsang_C4

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi, Prof. DAI dan rekan-rekan pembaca sekalian. Izin memperkenalkan diri kembali, saya Victory Alexandra Girsang (NPM 2406426441) dari Program Studi Teknik Perkapalan. Pada catatan blog kali ini, saya ingin membagikan alur kerja dan langkah-langkah pemodelan numerik yang telah saya lakukan menggunakan software CFDSOF. Berikut adalah ringkasan teknis mengenai proses rekonstruksi aliran fluida dari tahap penyiapan awal hingga visualisasi hasil akhir.

Tahap pertama dimulai dengan inisialisasi ruang kerja melalui alokasi memori. Langkah ini dilakukan dengan masuk ke menu Input lalu memilih Alokasi Memori untuk menentukan kapasitas memori maksimum yang diizinkan selama komputasi. Guna memastikan simulasi berjalan optimal tanpa kendala resource pada perangkat, opsi default dipilih sesuai dengan rekomendasi sistem agar proses simulasi berjalan lancar.

Tahap kedua adalah melakukan diskritisasi domain dan menentukan model fisik. Domain komputasi didefinisikan dengan membagi ruang menjadi jaringan sel berukuran 10 x 10 pada arah sumbu I dan J. Ukuran grid ini bertindak sebagai basis pemodelan awal yang fleksibel, di mana kerapatannya dapat ditingkatkan menjadi 15 x 15 atau 20 x 20 di kemudian hari untuk keperluan uji independensi grid (grid independence test). Selanjutnya, pada menu Model, persamaan fisik dasar diatur untuk menentukan keterlibatan parameter temperatur, fluks kalor, atau radiasi eksternal sesuai karakteristik aliran yang ingin dianalisis.

Tahap ketiga berfokus pada pengaturan sel dan kondisi batas (boundary conditions). Melalui menu Sel, visualisasi grid yang telah dibentuk diverifikasi, dan struktur dinding (wall) disesuaikan dengan domain fisik riil. Konfigurasi khusus diterapkan pada sisi atas domain untuk mengidentifikasi geometri baru. Setelah itu, pada menu KS (Kondisi Batas), didefinisikan parameter fisis pada dinding. Sebagai contoh, Wall 1 disetel dengan kondisi no-slip (U = 0), sedangkan Wall 2 diberikan gangguan berupa kecepatan konstan sebesar U = 0.1 m/s untuk menggerakkan aliran di dalam domain.

Tahap keempat adalah menjalankan proses iterasi solver untuk mencapai konvergensi solusi. Jumlah iterasi maksimum dikunci pada angka 500 iterasi. Ketika proses kalkulasi dimulai, solver mengevaluasi nilai residu atau error pada setiap tahapan. Berdasarkan pemantauan kurva pada Plot Residu, sistem berhasil mencapai kriteria konvergensi pada iterasi ke-181 tanpa harus menghabiskan seluruh batas kuota iterasi. Hal ini menunjukkan bahwa solusi numerik yang dihasilkan sudah stabil dan valid.

Tahap terakhir adalah post-processing untuk memvisualisasikan hasil simulasi. Melalui menu Hasil, dua jendela visualisasi aktif dibuka sekaligus untuk analisis komparatif. Jendela pertama menampilkan Grafik Vektor dengan parameter velocity magnitude untuk melihat distribusi arah dan kecepatan aliran. Jendela kedua menyajikan Grafik Kontur secara penuh untuk mengamati gradien fisis dengan transisi warna yang halus. Selain itu, untuk keperluan studi parametrik ke depan, variasi sifat fisik fluida seperti mengubah viskositas kinematik air menjadi 1 x 10^-3 Pa.s dapat dilakukan dengan mudah melalui menu Konstanta Fisikal sebelum menjalankan ulang iterasi.

Secara keseluruhan, workflow pada CFDSOF ini sangat sistematis dan memudahkan modifikasi parameter untuk mendapatkan karakteristik aliran yang variatif. Demikian laporan progres minggu ini saya sampaikan. Terima kasih banyak atas perhatian dan bimbingan yang Prof. DAI berikan.

Wassalamuโ€™alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *