Assalamuโalaikum warahmatullahi wabarakaatuh Prof Dai
Jika pada minggu lalu analisis saya berfokus pada pengolahan data diskrit performa internal mesin (SFOC dan Pb) menggunakan interpolasi, pada minggu ini saya memperluas cakupan analisis ke ranah sistem pendukung fluida permesinan (sistem pendingin jacket water dan sirkulasi bahan bakar) menggunakan prinsip Computer Aided Engineering (CAE).
Saya mengintegrasikan Hukum Newton ke-2 dalam Dua Dimensi (F = m a) untuk memetakan keseimbangan gaya pada aliran fluida internal. Saya menganalisis interaksi non-linear antara:
- Gaya Adveksi: Perubahan momentum posisi fluida pendingin.
- Gaya Viskositas (U): Gesekan internal akibat karakteristik kekentalan fluida terhadap dinding pipa/galeri mesin.
- Gradien Tekanan (partial P) & Gravitasi (g): Variabel penggerak utama sirkulasi.
Pemetaan persamaan diferensial parsial (Partial Differential Equations) ini krusial untuk mengidentifikasi titik rugi-rugi tekanan (pressure drops) yang memicu beban kerja berlebih pada pompa pendukung, yang secara tidak langsung mendegradasi efisiensi total mesin.
Sebagai kelanjutan dari perhitungan integrasi numerik diagram P-V minggu lalu, progres minggu ini masuk ke dalam tahap Diskretisasi Domain Fluida dengan memanfaatkan prinsip kerja software simulasi CFDSOF.
Saya menerapkan pendekatan Finite Volume (Metode Volume Hingga) untuk memecahkan persamaan kontinuitas dan momentum yang telah disusun. Domain fluida yang awalnya bersifat kontinu kini didekati secara numerik dengan membaginya menjadi volume kontrol kecil (infinitesimal). Melalui pendekatan komputasi ini, persamaan atur aliran yang kompleks dan non-linear ditransformasikan menjadi matriks sistem persamaan linear yang siap diselesaikan secara iteratif oleh komputer untuk mendapatkan visualisasi distribusi panas dan kecepatan aliran secara presisi.
Progres pada tahap akhir ini berjalan seiring dengan validasi model simulasi. Melalui analisis galat (error analysis), saya memastikan hasil iterasi numerik memiliki tingkat konvergensi yang tinggi. Data hasil simulasi Finite Volume ini mulai saya formulasikan menjadi Knowledge (Pengetahuan) untuk menyusun strategi Condition-Based Maintenance (CBM). Target akhirnya adalah menghasilkan rekomendasi cerdas berupa kurva batas aman temperatur operasional dan tekanan fluida secara real-time untuk mencegah terjadinya overheating dan pembengkakan SFOC pada kapal.
Sekian laporan progres tugas akhir yang dapat saya sampaikan pada minggu ini, terima kasih atas bimbingan dan arahannya, Prof. DAI.