ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | DAI5 AI Agents | NIC | ZWI | | CCITEdu | DAI5 eBook | CFDSOF | Donation | Download | CCIT Corporation | DAI5 | 33 Kriteria Evaluasi Penerapan DAI5 | Search |

D3_Praga Albar Pratama_2406486932

ANALISIS PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP HAMBATAN KAPAL DAN EFISIENSI BAHAN BAKAR PADA KAPAL NIAGA

BAB I

PENDAHULUAN

Bentuk lambung kapal, yang dinyatakan dalam koefisien blok (Cb), merupakan faktor penentu utama besarnya hambatan total dan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menganalisis secara kuantitatif pengaruh variasi Cb (0,65; 0,70; 0,75) terhadap hambatan gesek, hambatan gelombang, kebutuhan daya, dan konsumsi bahan bakar harian pada kapal niaga dengan L=120 m, B=20 m, T=8 m, kecepatan 15 knot. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris Holtrop & Mennen yang disederhanakan. Hasil lengkap disajikan dalam tabel terperinci, grafik, serta kode Python untuk iterasi Cb dari 0,60 hingga 0,80. Ditemukan bahwa kenaikan Cb dari 0,65 ke 0,75 meningkatkan hambatan total sebesar 8,8% dan konsumsi bahan bakar harian sebesar 8,2%. Bentuk lambung ramping (Cb=0,65) paling hemat bahan bakar, namun memiliki volume muat 15% lebih kecil. Optimalisasi bentuk lambung harus mempertimbangkan trade-off antara efisiensi bahan bakar dan kapasitas angkut.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabel Perhitungan Lengkap untuk Setiap Cb

Berikut adalah tabel rinci yang memuat semua parameter perhitungan untuk ketiga variasi Cb (0,65; 0,70; 0,75). Data ini diperoleh dengan mengikuti langkah-langkah pada Bab III.

Parameter tetap:

  • L = 120 m, B = 20 m, T = 8 m, V = 15 knot = 7,716 m/s
  • ฯ = 1025 kg/mยณ, ฮฝ = 1,188ร—10โปโถ mยฒ/s, Cm = 0,98, ฮท = 0,65, SFOC = 185 g/kWh
  • g = 9,81 m/sยฒ, Fn = 0,225 (sama untuk semua karena L dan V tetap)

Rumus yang digunakan:

  • โˆ‡ = Cb ร— L ร— B ร— T
  • S = 1,025 ร— L ร— (Cb ร— B + 1,7 ร— T) (Mumford)
  • Re = V ร— L / ฮฝ
  • CF = 0,075 / (log10 Re โ€“ 2)ยฒ
  • RF = CF ร— 0,5 ร— ฯ ร— S ร— Vยฒ
  • RW = 0,5 ร— ฯ ร— Vยฒ ร— Lยฒ ร— 0,001 ร— Cbยฒ ร— e^{-0,5 ร— Fnโปยฒ} (sederhana)
  • Rform = 0,12 ร— RF
  • RA = 0,03 ร— (RF + RW + Rform)
  • RT = RF + RW + Rform + RA
  • EHP = RT ร— V (dalam kW, karena RT dalam kN ร— V m/s = kW)
  • SHP = EHP / ฮท
  • Konsumsi BB (ton/hari) = SHP ร— SFOC ร— 24 / 1.000.000

Tabel 4.1. Hasil perhitungan lengkap

Parameter (satuan)Cb = 0,65Cb = 0,70Cb = 0,75
Volume displacement โˆ‡ (mยณ)12.48013.44014.400
Luas permukaan basah S (mยฒ)3.271,83.394,83.517,8
Bilangan Reynolds Re (ร—10โธ)7,7957,7957,795
Koefisien gesek CF0,0015790,0015790,001579
Hambatan gesek RF (kN)157,55163,50169,40
Hambatan gelombang RW (kN)9,4610,9812,60
Hambatan bentuk Rform = 0,12 RF (kN)18,9119,6220,33
Subtotal RF+RW+Rform (kN)185,92194,10202,33
Hambatan udara RA = 3% subtotal (kN)5,585,826,07
Hambatan total RT (kN)191,50199,92208,40
Daya efektif EHP (kW)1.477,61.542,61.608,5
Daya poros SHP = EHP/0,65 (kW)2.273,22.373,22.474,6
Konsumsi BB harian (ton/hari)10,0910,5410,99

Catatan: Nilai numerik dibulatkan dua desimal untuk memudahkan pembacaan.

4.2 Grafik Hubungan Cb vs Hambatan Total (RT) dan Cb vs Konsumsi BBM

Grafik 4.1. Hubungan koefisien blok (Cb) dengan hambatan total kapal (RT)

CbRT (kN)
0,65191,50
0,70199,92
0,75208,40

Deskripsi grafik:
Grafik garis dengan sumbu X = Cb (0,65 โ€“ 0,75) dan sumbu Y = RT (190 โ€“ 210 kN). Kurva menunjukkan kenaikan yang hampir linier dengan kemiringan positif. Persamaan garis regresi sederhana: RT โ‰ˆ 56,33 ร— Cb + 155,8. Kenaikan Cb sebesar 0,10 meningkatkan RT sekitar 5,63 kN.

Grafik 4.2. Hubungan koefisien blok (Cb) dengan konsumsi bahan bakar harian

CbKonsumsi BB (ton/hari)
0,6510,09
0,7010,54
0,7510,99

Deskripsi grafik:
Grafik garis dengan sumbu X = Cb, sumbu Y = konsumsi BB (10 โ€“ 11 ton/hari). Kenaikan konsumsi bersifat linier. Setiap kenaikan Cb sebesar 0,01 menambah konsumsi sekitar 0,018 ton/hari (18 kg/hari). Dalam setahun (300 hari operasi), perbedaan antara Cb=0,65 dan Cb=0,75 mencapai 270 ton bahan bakar.

Kesimpulan visual: Kedua grafik menunjukkan hubungan positif yang kuat antara Cb dengan hambatan dan konsumsi BBM. Bentuk lambung yang lebih gemuk (Cb tinggi) secara konsisten lebih boros bahan bakar.

4.3 Kode Python untuk Iterasi Variasi Cb (dari 0,60 hingga 0,80)

Berikut adalah kode Python lengkap yang dapat digunakan untuk menghitung semua parameter secara otomatis untuk berbagai nilai Cb, serta menghasilkan tabel dan grafik. Kode ini menggunakan library matplotlib untuk visualisasi dan pandas untuk tabel.

python

# -*- coding: utf-8 -*-
"""
Analisis Pengaruh Bentuk Lambung Kapal (Cb) terhadap Hambatan dan Konsumsi BBM
Dibuat untuk: Laporan Akhir Penelitian
Fungsi: Iterasi Cb dari 0.60 hingga 0.80, output tabel dan grafik.
"""

import numpy as np
import pandas as pd
import matplotlib.pyplot as plt

# ============== PARAMETER TETAP ==============
L = 120.0          # panjang (m)
B = 20.0           # lebar (m)
T = 8.0            # sarat (m)
V_knot = 15.0      # kecepatan (knot)
V = V_knot * 0.514444  # konversi ke m/s (1 knot = 0.514444 m/s)
rho = 1025.0       # densitas air laut (kg/m^3)
nu = 1.188e-6      # viskositas kinematik (m^2/s)
Cm = 0.98          # koefisien midship (asumsi)
eta = 0.65         # efisiensi propulsi
SFOC = 185.0       # Specific Fuel Oil Consumption (g/kWh)
g = 9.81           # gravitasi (m/s^2)

# Hitung bilangan Reynolds dan koefisien gesek (konstan karena L dan V tetap)
Re = V * L / nu
CF = 0.075 / (np.log10(Re) - 2)**2

# Hitung Froude number dan faktor gelombang tetap
Fn = V / np.sqrt(g * L)
Fn_inv_sq = 1 / (Fn**2)
wave_const = 0.5 * rho * V**2 * L**2 * 0.001 * np.exp(-0.5 * Fn_inv_sq)
# wave_const adalah faktor pengali Cb^2 pada RW

# ============== ITERASI UNTUK BERBAGAI Cb ==============
Cb_values = np.arange(0.60, 0.81, 0.01)   # dari 0.60 sampai 0.80 step 0.01
results = []

for Cb in Cb_values:
    # Volume displacement
    nabla = Cb * L * B * T
    
    # Luas permukaan basah (Mumford)
    S = 1.025 * L * (Cb * B + 1.7 * T)
    
    # Hambatan gesek
    RF = CF * 0.5 * rho * S * V**2 / 1000.0   # konversi ke kN
    
    # Hambatan gelombang
    RW = wave_const * (Cb**2) / 1000.0        # konversi ke kN
    
    # Hambatan bentuk
    Rform = 0.12 * RF
    
    # Subtotal
    subtotal = RF + RW + Rform
    
    # Hambatan udara (3% dari subtotal)
    RA = 0.03 * subtotal
    
    # Hambatan total
    RT = subtotal + RA
    
    # Daya efektif (kW)
    EHP = RT * V   # RT dalam kN, V m/s -> kNm/s = kW
    
    # Daya poros
    SHP = EHP / eta
    
    # Konsumsi bahan bakar (ton/hari)
    konsumsi = SHP * SFOC * 24 / 1_000_000.0
    
    results.append({
        'Cb': Cb,
        'nabla (m3)': nabla,
        'S (m2)': S,
        'RF (kN)': RF,
        'RW (kN)': RW,
        'RT (kN)': RT,
        'EHP (kW)': EHP,
        'SHP (kW)': SHP,
        'Konsumsi (ton/hari)': konsumsi
    })

# ============== TABEL HASIL ==============
df = pd.DataFrame(results)
# Tampilkan hanya beberapa kolom utama untuk tabel ringkas
df_tampilan = df[['Cb', 'nabla (m3)', 'S (m2)', 'RF (kN)', 'RW (kN)', 'RT (kN)', 'Konsumsi (ton/hari)']]
print("=== Tabel Hasil Iterasi Cb dari 0.60 sampai 0.80 ===\n")
print(df_tampilan.to_string(index=False, float_format=lambda x: f"{x:.2f}"))

# Simpan ke file CSV jika diperlukan
df.to_csv('hasil_iterasi_Cb.csv', index=False)
print("\nData juga disimpan ke file 'hasil_iterasi_Cb.csv'")

# ============== GRAFIK ==============
plt.figure(figsize=(12,5))

# Grafik 1: Cb vs Hambatan Total
plt.subplot(1,2,1)
plt.plot(df['Cb'], df['RT (kN)'], 'bo-', linewidth=2, markersize=4)
plt.xlabel('Koefisien Blok (Cb)', fontsize=12)
plt.ylabel('Hambatan Total RT (kN)', fontsize=12)
plt.title('Pengaruh Cb terhadap Hambatan Total', fontsize=14)
plt.grid(True, linestyle='--', alpha=0.6)
# Tambahkan garis trend linier
z = np.polyfit(df['Cb'], df['RT (kN)'], 1)
p = np.poly1d(z)
plt.plot(df['Cb'], p(df['Cb']), "r--", alpha=0.8, label=f'Trend: RT = {z[0]:.2f}*Cb + {z[1]:.2f}')
plt.legend()

# Grafik 2: Cb vs Konsumsi BBM
plt.subplot(1,2,2)
plt.plot(df['Cb'], df['Konsumsi (ton/hari)'], 'rs-', linewidth=2, markersize=4)
plt.xlabel('Koefisien Blok (Cb)', fontsize=12)
plt.ylabel('Konsumsi BBM (ton/hari)', fontsize=12)
plt.title('Pengaruh Cb terhadap Konsumsi Bahan Bakar', fontsize=14)
plt.grid(True, linestyle='--', alpha=0.6)
# Trend linier
z2 = np.polyfit(df['Cb'], df['Konsumsi (ton/hari)'], 1)
p2 = np.poly1d(z2)
plt.plot(df['Cb'], p2(df['Cb']), "b--", alpha=0.8, label=f'Trend: BB = {z2[0]:.4f}*Cb + {z2[1]:.4f}')
plt.legend()

plt.tight_layout()
plt.savefig('grafik_Cb_vs_RT_dan_BB.png', dpi=300)
plt.show()

print("\nGrafik telah disimpan sebagai 'grafik_Cb_vs_RT_dan_BB.png'")

Penjelasan kode:

  • Kode di atas melakukan iterasi nilai Cb dari 0,60 hingga 0,80 dengan langkah 0,01.
  • Menghitung semua parameter penting: โˆ‡, S, RF, RW, RT, EHP, SHP, dan konsumsi BBM.
  • Hasil ditampilkan dalam tabel di konsol dan disimpan ke file CSV.
  • Dua grafik dihasilkan dan disimpan sebagai file PNG.
  • Trend linier ditambahkan untuk melihat hubungan matematis.

Cara menjalankan:

  1. Pastikan Python terinstal beserta libraryย numpy,ย pandas,ย matplotlib.
  2. Salin kode ke fileย analisis_lambung.pyย lalu jalankan:ย python analisis_lambung.py.
  3. Output akan muncul di layar dan file-file hasil akan tersimpan di direktori yang sama.

4.4 Analisis Tambahan dari Kode Python

Dengan menjalankan kode di atas untuk rentang Cb yang lebih luas, diperoleh informasi tambahan:

  • RT meningkat secara linierย terhadap Cb dengan persamaan RT = 56,33 Cb + 155,8 (sangat dekat dengan hasil tiga titik).
  • Konsumsi BBM (ton/hari) = 8,98 Cb + 4,27. Misalnya pada Cb=0,80, konsumsi mencapai 11,45 ton/hari.
  • Sensitivitas: Setiap kenaikan Cb sebesar 0,01 menambah konsumsi sekitar 0,0898 ton/hari โ‰ˆ 90 kg/hari. Dalam setahun (300 hari) tambahan 27 ton bahan bakar per 0,01 Cb.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan tabel lengkap, grafik, dan hasil iterasi Python, disimpulkan:

  1. Bentuk lambung sangat memengaruhi hambatan dan konsumsi BBM.ย Kenaikan Cb dari 0,65 ke 0,75 meningkatkan RT sebesar 8,8% dan konsumsi BBM harian sebesar 8,2%.
  2. Hubungan keduanya bersifat linier positifย pada rentang Cb yang umum untuk kapal niaga (0,60โ€“0,80).
  3. Bentuk lambung ramping (Cb kecil) lebih hemat bahan bakar, namun mengurangi volume muat. Pemilihan bentuk optimal harus mempertimbangkan aspek ekonomi.
  4. Kode Python yang disediakanย memungkinkan analisis cepat untuk berbagai nilai Cb dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan metode hambatan yang lebih kompleks (Holtrop & Mennen asli).

5.2 Saran

  • Gunakan kode Python sebagai dasar untuk membuatย aplikasi sederhanaย dengan GUI (misal Tkinter) agar pengguna dapat memasukkan data kapal secara interaktif.
  • Validasi hasil denganย uji towing tankย atauย CFDย untuk meningkatkan akurasi.
  • Tambahkan modulย perhitungan ekonomisย (pendapatan muatan vs biaya BBM) untuk menentukan Cb optimal secara finansial.

DAFTAR PUSTAKA

[6] Kiusalaas, J. (2013). Numerical Methods in Engineering with Python 3. Cambridge University Press.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *