Perkembangan teknologi pada bidang sistem konversi energi saat ini menuntut adanya perangkat yang mampu bekerja secara efektif, efisien, dan memiliki performa yang optimal. Salah satu perangkat yang memiliki peranan penting dalam sistem perpindahan fluida adalah fan atau kipas. Fan digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari sistem ventilasi, pendinginan mesin, hingga kebutuhan industri yang memerlukan pengaturan sirkulasi udara. Dalam proses kerjanya, fan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa putaran poros, kemudian mengkonversikannya menjadi energi fluida dalam bentuk aliran udara. Oleh karena itu, performa fan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem dalam menghasilkan debit aliran dan tekanan udara yang sesuai dengan kebutuhan operasi.
Salah satu faktor utama yang menentukan kualitas performa fan adalah bentuk dan geometri sudu. Desain sudu yang baik dapat menghasilkan aliran udara yang lebih stabil, meningkatkan efisiensi kerja, serta meminimalkan kehilangan energi selama proses konversi berlangsung. Sebaliknya, desain sudu yang kurang tepat dapat menyebabkan penurunan performa, munculnya turbulensi aliran, serta meningkatnya konsumsi daya listrik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses perancangan sudu fan tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik semata, tetapi juga melibatkan pemahaman mengenai prinsip mekanika fluida, aerodinamika, dan sistem konversi energi secara menyeluruh.
Melalui praktikum perancangan dan pembuatan sudu fan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami proses perancangan sudu secara langsung, mulai dari tahap desain hingga tahap pengujian performa. Pada praktikum ini, sudu fan dibuat menggunakan teknologi 3D printing sehingga desain yang telah dirancang dapat direalisasikan menjadi bentuk fisik dengan tingkat ketelitian yang baik. Penggunaan teknologi tersebut juga memberikan gambaran mengenai perkembangan metode manufaktur modern yang saat ini banyak diterapkan dalam dunia industri karena mampu mempercepat proses produksi serta menghasilkan bentuk komponen yang lebih presisi.
Setelah proses pembuatan selesai, sudu fan diuji menggunakan rangkaian alat uji yang terdiri atas motor listrik, ducting, manometer, serta alat ukur kecepatan aliran udara seperti hot wire anemometer dan digital vane anemometer. Pengujian dilakukan untuk memperoleh data berupa tegangan, arus listrik, kecepatan aliran udara, debit aliran volumetrik, serta perbedaan tekanan yang dihasilkan oleh fan. Data hasil pengukuran tersebut kemudian diolah untuk mengetahui hubungan antara daya masukan listrik terhadap performa fluida yang dihasilkan oleh sistem.
Selain bertujuan memahami karakteristik performa fan, praktikum ini juga dilakukan untuk membandingkan hasil perhitungan teoritis dengan hasil pengujian eksperimental. Perbandingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses analisis karena dapat menunjukkan tingkat efisiensi sistem serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kehilangan energi pada kondisi nyata. Dengan adanya kegiatan praktikum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep teori secara akademis, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan analisis, pengolahan data, serta pemecahan masalah teknik secara sistematis dan aplikatif dalam bidang sistem konversi energi.