Assalamuโalaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan, nama saya Athallah Tsaqif Nirmolo dengan NPM 2406344220, mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Indonesia yang sedang mengikuti mata kuliah Metode Numerik. Pada laporan progress ini, saya akan menjelaskan perkembangan proyek yang sedang saya kerjakan mengenai pengaruh penempatan propeller kapal, khususnya penggunaan tractor propeller, terhadap performa kapal dengan pendekatan metode numerik.
Pada minggu kedua ini, saya telah menentukan fokus utama proyek, yaitu menganalisis pengaruh penggunaan tractor propeller dibandingkan konfigurasi propeller konvensional (pusher propeller). Tractor propeller merupakan konfigurasi propeller yang ditempatkan di depan sistem propulsi sehingga propeller bekerja dengan cara menarik aliran fluida menuju badan kapal. Berbeda dengan pusher propeller yang berada di belakang dan mendorong aliran fluida, tractor propeller menerima aliran yang relatif lebih bersih karena belum terganggu oleh wake yang dihasilkan badan kapal. Oleh karena itu, konfigurasi ini diperkirakan dapat memberikan efisiensi propulsi yang lebih baik.
Dalam tahap progress ini, saya mulai melakukan studi literatur mengenai teori dasar propeller, efisiensi propulsi, serta pengaruh pola aliran fluida terhadap performa kapal. Selain itu, saya juga mulai menentukan parameter-parameter yang akan dianalisis, seperti kecepatan kapal, thrust, torque, advance coefficient, dan efisiensi propeller.
Perhitungan awal dilakukan menggunakan persamaan dasar propeller. Salah satu parameter utama yang digunakan adalah advance coefficient (J), yang dirumuskan sebagai:
di mana:
ย = kecepatan aliran masuk (advance velocity)
ย = putaran propeller (rps)
ย = diameter propeller
Nilai (J) digunakan untuk melihat karakteristik kerja propeller terhadap kondisi aliran yang diterima. Pada tractor propeller, nilai advance velocity cenderung lebih besar karena aliran fluida yang diterima lebih stabil dibandingkan pusher propeller.
Selanjutnya dilakukan perhitungan efisiensi propeller menggunakan pendekatan:

di mana:
ย = efisiensi open water propeller
ย = advance coefficient
ย = thrust coefficient
ย = torque coefficient
Dari analisis awal, diperkirakan bahwa tractor propeller memiliki efisiensi yang lebih tinggi karena distribusi aliran menuju propeller lebih seragam dan kehilangan energi akibat wake lebih kecil. Selain itu, interaksi antara propeller dan badan kapal juga berbeda dibandingkan konfigurasi konvensional.
Dalam metode numerik, saya mulai mencoba pendekatan interpolasi sederhana untuk menentukan hubungan antara nilai (J), (K_T), dan efisiensi propeller berdasarkan data open water propeller. Selain itu, dilakukan juga perbandingan beberapa kondisi asumsi guna melihat perubahan performa akibat perbedaan posisi propeller.
Hasil sementara dari progress minggu kedua ini menunjukkan bahwa posisi propeller memiliki pengaruh terhadap pola aliran fluida dan performa propulsi kapal. Oleh karena itu, pada tahap selanjutnya saya akan melanjutkan analisis numerik yang lebih detail, termasuk pembuatan grafik hubungan antara advance coefficient dan efisiensi propeller untuk membandingkan tractor propeller dengan pusher propeller.