ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| AI-DAI5 | CFDSOF | VisualFOAM | 8N8 | DAI5 eBook Free Download |

D1_2406486806_Briyan Hadi Wiryawan_Metode Numerik-04_Laporan Project

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat Pagi, Siang dan Sore Prof. Dai dan teman-teman sekalian.
Dalam kerangka Deep Awareness of I, proyek ini dimulai dari kesadaran mendalam bahwa laut adalah titipan Tuhan yang harus dijaga kelestariannya. Setiap nelayan yang membuang oli bekas ke laut sebenarnya tidak berniat jahat, tetapi mereka belum memiliki solusi yang mudah dan murah. Oleh karena itu, sebagai seorang mahasiswa teknik perkapalan, saya merasa terpanggil untuk hadir membantu dengan niat yang tulus, bukan sekadar mencari nilai akademik, tetapi benar-benar ingin memberi solusi yang membawa keberkahan bagi sesama dan alam.

Dengan Intention yang sadar, saya menetapkan tujuan proyek ini secara jelas dan terukur: merancang sebuah alat filtrasi oli bekas yang sederhana, tidak menggunakan listrik, berbahan baku lokal, dengan biaya di bawah Rp500.000, sehingga nelayan tradisional mampu mengubah limbah oli mereka menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dipakai kembali untuk mesin kapal mereka.

Memasuki tahap Initial Thinking about the Problem, saya melakukan analisis mendalam terhadap akar permasalahan. Saya menemukan bahwa nelayan kecil tidak tahu cara mengolah oli bekas, harga oli baru terlalu mahal bagi penghasilan mereka yang tidak menentu, dan tidak ada sistem daur ulang yang terjangkau di lingkungan mereka. Pihak-pihak yang terdampak bukan hanya nelayan, tetapi juga keluarga mereka yang bergantung pada hasil laut, ekosistem biota laut, serta pemerintah daerah yang harus menanggung beban pencemaran. Saya juga menyadari batasan nyata: alat tidak boleh menggunakan listrik karena kapal nelayan tidak memiliki sumber listrik, harus terbuat dari bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional, serta harus sangat mudah dioperasikan tanpa perlu membaca buku manual tebal.

Pada tahap Idealization, saya membayangkan solusi ideal tanpa batasan biaya. Dalam mimpi saya, alat ini mampu menyaring oli secara otomatis dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan bahan bakar yang jernih seperti oli baru. Namun, demi menjaga konsistensi dengan niat awal untuk membantu nelayan miskin, saya menyederhanakan model menjadi alat filtrasi gravitasi tiga lapis. Lapisan pertama dari pasir kasar untuk menyaring serpihan logam, lapisan kedua dari arang batok kelapa untuk menyerap air dan kontaminan kimia, serta lapisan ketiga dari kain katun tebal untuk menyaring partikel mikro. Semua ini bekerja hanya dengan gaya gravitasi, tanpa pompa, tanpa listrik, tanpa biaya operasional tambahan.

Akhirnya, dalam tahap Implementation, saya menyusun langkah-langkah teknis secara sistematis dan terstruktur. Proyek ini direncanakan berlangsung selama delapan minggu. Dimulai dari survei ke Tempat Pelelangan Ikan untuk mengumpulkan sampel oli bekas, lalu pembelian material seperti ember plastik, pipa paralon, pasir, arang, kain katun, dan kran dengan total biaya sekitar Rp400.000. Setelah alat dirakit, dilakukan uji coba di laboratorium kampus untuk menguji warna, kekentalan, bau, dan uji bakar sederhana. Hasil uji coba pertama dievaluasi, lalu dilakukan perbaikan desain, misalnya menambah ketebalan arang jika hasil masih terlalu hitam, atau memperbesar lubang pipa jika aliran terlalu lambat. Setelah desain final siap, alat diuji coba langsung di kapal nelayan mitra. Tahap terakhir adalah membuat panduan bergambar yang sangat sederhana dan melatih nelayan cara membuat, menggunakan, serta membersihkan alat filtrasi ini secara mandiri. Dengan pendekatan yang terstruktur ini, proyek tidak hanya menghasilkan alat, tetapi juga memberdayakan nelayan untuk berkelanjutan.

Kesimpulan dari ideologi DAI5 pada proyek ini:
Proyek filtrasi oli bekas ini membuktikan bahwa pemecahan masalah di bidang teknik perkapalan tidak cukup hanya mengandalkan perhitungan teknis dan material. Harus dimulai dari kesadaran diri yang mendalam, dilandasi dengan niat yang tulus dan terarah, dianalisis dengan memperhatikan semua pihak yang terdampak, diidealisasikan secara realistis, lalu diimplementasikan dengan langkah-langkah yang terencana, teruji, dan berorientasi pada keberlanjutan serta kemaslahatan umat dan alam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *