Pada progress project metode numerik kali ini, saya mengangkat topik aplikasi di bidang perkapalan, yaitu analisis penggunaan pipa dengan geometri 4 lobus pada sistem bilga kapal. Sistem bilga berfungsi untuk mengalirkan air kotor yang bercampur dengan partikel (slurry), sehingga diperlukan desain pipa yang mampu meminimalisir terjadinya sedimentasi. Salah satu solusi yang digunakan adalah pipa 4 lobus yang dapat menghasilkan efek swirl atau aliran berputar untuk menjaga partikel tetap terdispersi di dalam fluida.
Pendekatan yang digunakan dalam project ini adalah metode numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Proses dimulai dari pembuatan geometri pipa 4 lobus, kemudian dilanjutkan dengan proses meshing untuk membagi domain fluida menjadi elemen-elemen kecil agar dapat dihitung secara numerik. Kualitas mesh menjadi faktor penting karena akan mempengaruhi akurasi hasil simulasi, sehingga dilakukan pengaturan jumlah elemen, refinement pada daerah tertentu, serta penggunaan inflation layer di dekat dinding pipa untuk menangkap efek boundary layer.
Selanjutnya, dilakukan pengaturan kondisi batas (boundary condition), seperti inlet berupa kecepatan fluida masuk, outlet berupa tekanan, serta kondisi dinding (no-slip condition). Model aliran yang digunakan adalah model turbulensi (misalnya k-ฯ SST) untuk menangkap karakteristik aliran swirl yang kompleks. Simulasi dijalankan secara iteratif hingga mencapai konvergensi, yang ditandai dengan residual yang kecil dan stabil. Hasil yang dianalisis meliputi distribusi kecepatan (velocity contour), pola aliran (streamline), serta potensi terbentuknya zona stagnasi yang dapat menyebabkan endapan.
Jika dikaitkan dengan konsep DAI5 (Deep Awareness of I), proses pengerjaan project ini tidak hanya berfokus pada hasil simulasi, tetapi juga pada kesadaran dalam setiap tahapan yang dilakukan. Saya harus memahami apakah mesh yang dibuat sudah cukup baik, apakah hasil simulasi sudah konvergen, serta apakah interpretasi hasil sudah sesuai dengan kondisi fisik yang sebenarnya. DAI5 menekankan pentingnya refleksi dalam proses berpikir, sehingga saya tidak hanya mengikuti langkah-langkah CFD secara prosedural, tetapi juga benar-benar memahami makna dari setiap parameter yang digunakan.
Melalui project ini, saya menyadari bahwa keberhasilan dalam metode numerik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh tingkat kesadaran diri dalam mengevaluasi proses dan hasil. Dengan menerapkan prinsip DAI5, saya menjadi lebih teliti, kritis, dan reflektif dalam melakukan simulasi CFD. Hal ini sangat penting dalam pengembangan desain sistem perpipaan kapal, khususnya untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem bilga.
8