Dalam sistem transportasi laut, distribusi logistik menggunakan kapal merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi efisiensi rantai pasok secara keseluruhan. Penentuan rute kapal yang optimal tidak hanya berdampak pada waktu pengiriman, tetapi juga pada konsumsi bahan bakar, biaya operasional, dan ketepatan distribusi barang. Permasalahan ini menjadi kompleks karena melibatkan banyak variabel seperti jarak antar pelabuhan, waktu tempuh, kapasitas kapal, serta kondisi operasional yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menyederhanakan kompleksitas tersebut ke dalam bentuk yang dapat dianalisis secara sistematis.
Dalam penelitian ini, metode numerik digunakan sebagai alat utama untuk memodelkan dan menyelesaikan permasalahan optimasi rute kapal. Sistem distribusi logistik dapat direpresentasikan dalam bentuk model matematis, misalnya sebagai fungsi biaya total yang bergantung pada jarak tempuh dan waktu perjalanan. Setiap rute yang dipilih akan menghasilkan nilai biaya yang berbeda, sehingga tujuan optimasi adalah mencari rute dengan biaya minimum. Dalam beberapa kasus, permasalahan ini dapat dinyatakan dalam bentuk sistem persamaan atau fungsi nonlinier, sehingga diperlukan metode numerik seperti eliminasi Gauss, metode matriks, atau teknik iteratif untuk memperoleh solusi yang mendekati optimal.
Proses perhitungan dimulai dengan mendefinisikan variabel-variabel utama, seperti jarak antar titik distribusi, waktu tempuh, dan biaya per satuan jarak. Data tersebut kemudian digunakan untuk membentuk fungsi objektif yang menggambarkan total biaya distribusi. Selanjutnya, metode numerik digunakan untuk mengevaluasi berbagai kemungkinan rute dan menentukan kombinasi yang menghasilkan nilai minimum. Dalam kondisi tertentu, pendekatan iteratif digunakan untuk memperbaiki solusi awal hingga diperoleh hasil yang konvergen. Dengan demikian, metode numerik memungkinkan penyelesaian masalah optimasi yang tidak dapat diselesaikan secara langsung dengan metode analitik sederhana.
Pendekatan DAI5 diintegrasikan dalam penelitian ini untuk memastikan bahwa proses pemodelan dan penyelesaian masalah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mempertimbangkan konteks dan tujuan yang lebih luas. Tahap awal, yaitu awareness, digunakan untuk memahami pentingnya efisiensi distribusi dalam sistem logistik maritim. Selanjutnya, intention berperan dalam menetapkan tujuan optimasi, yaitu meminimalkan biaya atau waktu distribusi. Tahap thinking digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dan kemungkinan rute, sedangkan idealization dilakukan dengan menyusun model matematis yang merepresentasikan sistem distribusi tersebut. Tahap akhir, yaitu instruction set, diwujudkan dalam penerapan metode numerik untuk memperoleh solusi optimal.
Dengan menggabungkan metode numerik dan pendekatan DAI5, penelitian ini tidak hanya menghasilkan solusi yang optimal secara matematis, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap sistem logistik kapal. Pendekatan ini membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan hasil perhitungan, tetapi juga mempertimbangkan relevansi dan makna dari solusi tersebut dalam konteks operasional. Hal ini menjadi penting dalam dunia teknik perkapalan, di mana keputusan yang diambil harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan secara efektif dan efisien.