Sebagai mahasiswi Teknik Perkapalan Universitas Indonesia, saya mulai bertanya pada diri sendiri: apakah kapal yang selama ini saya pelajari benar-benar sudah menjadi solusi bagi sistem logistik di Indonesia, atau justru tanpa disadari masih menjadi bagian dari masalah itu sendiri? Pertanyaan itu muncul ketika saya melihat bahwa meskipun kapal menjadi tulang punggung distribusi di negara kepulauan seperti Indonesia, kenyataannya masih banyak terjadi inefisiensi, mulai dari rute yang tidak optimal, biaya operasional yang tinggi, hingga distribusi barang yang tidak merata, sehingga saya menyadari bahwa permasalahan yang ada bukan hanya terletak pada desain kapal secara teknis, tetapi pada bagaimana sistem di baliknya dirancang dan bagaimana keputusan diambil, dan dari kesadaran ini saya mulai melihat bahwa sebagai calon insinyur, saya tidak hanya bertanggung jawab membangun teknologi, tetapi juga harus mampu merancang sistem yang lebih cerdas, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi banyak orang.
Dari kesadaran tersebut, saya mulai melihat bahwa sistem logistik maritim di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang cukup mendasar, seperti inefisiensi rute kapal, tingginya biaya distribusi, kurang optimalnya pemanfaatan kapasitas kapal, serta keterbatasan sistem yang mampu mengintegrasikan data dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat, sehingga muncul dorongan dalam diri saya untuk tidak hanya memahami permasalahan ini secara permukaan, tetapi menggali lebih dalam melalui pendekatan yang lebih sistematis, dan pada titik ini saya mulai masuk ke tahap intention, di mana saya memutuskan untuk mengarahkan fokus saya pada pengembangan solusi di bidang supply chain dan logistik maritim sebagai bentuk kontribusi nyata yang bisa saya berikan, kemudian saya melanjutkan ke tahap initial thinking dengan mengidentifikasi akar permasalahan yang ada dan mencoba melihat hubungan antar faktor seperti kondisi kapal, pelabuhan, permintaan distribusi, serta variabel biaya dan waktu, hingga akhirnya saya membentuk idealization berupa sebuah sistem yang mampu bekerja secara adaptif, mengolah data secara real-time, dan menghasilkan keputusan yang optimal tanpa bergantung pada aturan yang kaku, yang kemudian saya wujudkan dalam bentuk ERH (Emergent Resilience Hub), yaitu sebuah sistem cerdas berbasis metode numerik dan optimasi yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data operasional seperti posisi kapal, kapasitas muatan, kondisi pelabuhan, serta konsumsi energi, lalu memprosesnya melalui beberapa tahapan mulai dari pengumpulan data, pemrosesan dan pemahaman kondisi sistem, pemodelan numerik untuk estimasi jarak dan waktu, hingga proses optimasi untuk menentukan rute, alokasi muatan, dan penjadwalan yang paling efisien, sehingga sistem ini tidak hanya memberikan output berupa rekomendasi, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi melalui feedback yang terus diperbarui, dan pada akhirnya seluruh proses ini menjadi bentuk nyata dari instruction-set dalam DAI5, di mana saya tidak hanya berhenti pada pemahaman masalah, tetapi benar-benar mencoba mewujudkan solusi yang memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional, menurunkan biaya distribusi, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia sebagai negara maritim.