ุจูุณูู
ู ูฑูููููฐูู ูฑูุฑููุญูู
ููฐูู ูฑูุฑููุญููู
ู
ูฑูุณููููุงู
ู ุนูููููููู
ู ููุฑูุญูู
ูุฉู ูฑูููููฐูู ููุจูุฑูููุงุชููู
Izin melaporkan progress project, Profโฆ
Topik yang saya ambil adalah โDesain dan Optimasi Diameter Shaft Propulsi Kapal Berdasarkan Beban Puntirโ. Fokus utama adalah menentukan diameter shaft yang optimal, yaitu tidak berlebihan namun tetap memenuhi kriteria kekuatan material. Secara engineering, diameter yang terlalu besar akan meningkatkan berat dan menurunkan efisiensi, sedangkan diameter yang terlalu kecil meningkatkan risiko kegagalan.
Melalui pendekatan DAI5, saya mencoba melihat sistem permesinan kapal secara lebih utuh, khususnya pada proses transmisi daya dari engine ke propeller melalui shaft. Pada tahap Deep Awareness of I, saya menyadari bahwa fenomena mekanis seperti torsi, tegangan puntir, dan deformasi pada poros bukan sekadar hasil perhitungan, melainkan representasi dari interaksi fisik yang kompleks. Dalam hal ini, saya menempatkan diri sebagai pengamat yang berusaha memahami keteraturan sistem tersebut.
Pada tahap Intention, saya menetapkan tujuan project, yaitu merancang shaft yang mampu mentransmisikan daya secara efisien dan aman. Tujuan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga sebagai pendekatan terhadap permasalahan nyata dalam permesinan kapal, dengan mempertimbangkan pengaruh daya engine, RPM, dan sifat material terhadap desain.
Selanjutnya pada tahap Initial Thinking, saya tidak langsung melakukan perhitungan numerik, tetapi terlebih dahulu memahami fenomena dasar. Daya dari engine dikonversi menjadi torsi, dan torsi tersebut menghasilkan tegangan puntir pada shaft. Fokus analisis tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada bagaimana distribusi tegangan terjadi serta kondisi batas ketika material mendekati kegagalan.
Pada tahap Idealization, sistem nyata disederhanakan agar dapat dianalisis. Diasumsikan kondisi operasi steady dengan beban dominan berupa torsi, serta material yang digunakan adalah AISI 4140 dengan properti mekanik yang telah diketahui. Penyederhanaan ini memungkinkan hubungan antara torsi, tegangan, dan diameter shaft diformulasikan secara matematis.
Kemudian pada tahap Instruction Set, saya menyusun langkah komputasi secara sistematis. Perhitungan dimulai dari penentuan torsi berdasarkan daya dan RPM, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan numerik untuk menentukan diameter shaft yang memenuhi batas tegangan ijin. Proses ini dilakukan secara iteratif hingga diperoleh hasil yang konvergen dan konsisten secara fisik.
Ke depan, perhitungan akan dilanjutkan menggunakan data spesifikasi engine sebagai input utama, dengan analisis numerik untuk memperoleh distribusi tegangan serta menentukan diameter optimal. Seluruh proses akan didokumentasikan sebagai bagian dari validasi desain.
Sekian yang dapat saya jelaskan kali ini Prof, bila ada salah kata, mohon dibukakan pintu maaf sebesar besar nya, Terima Kasih, Prof..ย
ูููฑูุณููููุงู ู ุนูููููููู ู ููุฑูุญูู ูุฉู ูฑูููููฐูู ููุจูุฑูููุงุชููู