Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi Prof DAI dan teman-teman, bagaimana kabarnya? semoga kita selalu diberikan kesehatan. Perkenalkan nama saya Raffa Destian, salah satu mahasiswa Universitas Indonesia dengan Jurusan Teknik Perkapalan. Saya lahir di Jakarta, 20 Desember 2005. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Kedua orang tua saya berasal dari Jakarta, sebab itu saya tidak memiliki kampung. Disaat kebanyakan orang pulang kampung saat lebaran atau libur panjang, saya akan masih tetap disini. Pada saya kelas 2 SMP, saya pindah ke Bekasi sampai sekarang. Terkadang saya juga sering menginap di rumah nenek saya yaitu di Jakarta jika ada sekolah pagi.
Saat ini saya berusia 20 tahun, keseharian saya itu melakukan perjalanan PP dari Bekasi sampai ke kampus yang terletak di Depok. Perjalanan saya ke kampus terbilang cukup lama sekitar 2 jam perjalanan, saya berangkat menggunakan motor lalu saya menaruh motor saya di stasiun Cakung lalu lanjut menggunakan KRL. Namun, terkadang jika ada sesuatu yang urgent atau penting saya menginap di rumah nenek saya yaitu di Jakarta Timur, yang dimana jarak tempuh perjalanan menuju kampus tidak terlalu jauh dibandingan dari rumah saya di Bekasi. Perjalanan saya jika dari rumah nenek saya itu sekitar 1 jam perjalanan, jika dari rumah nenek saya, saya berangkat juga menggunakan motor namun saya menaruh motor di Tebet yang dimana itu tidak memerlukan transit ke Stasiun Manggarai.
Pendidikan saya:
Saya memulai pendidikan saya dari TK di TK Nurusahadah 2, yang dimana TK itu berada di belakang rumah saya. Saya belajar 2 tahun di TK dari TK A hingga TK B. Selanjutnya saya mengikuti seleksi Sekolah Dasar Negeri yang dimana saya di terima di SDN Cipinang Besar Utara 09 Pagi atau di singkat SDN CBU 09 Pagi, Saya belajar di SD selama 6 tahun lamanya. Setelah saya menyelesaikan UN atau Ujian Nasional, yang dimana saya diterima di SMP Negeri 99 Jakarta, yang terletak di Kayu Putih, Jakarta TImur. Saya belajar di SMP selama 3 tahun. Pada saat SMP tepatnya pada kelas 2 SMP merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya yang dimana saat itu mulai pandemi Covid 19 yang awalnya hanya libur 2 minggu tetapi malah pademi hingga bertahun tahun, tidak bisa keluar rumah, sekolah online dan hanya bisa bermain dengan teman lewat online. Selanjutnya saya SMA di Diponegoro 1 Jakarta, ya memang SMA saya swasta karena pada saat PPDB saya kalah umur akibat peraturan baru yang dibuat pemerintah, sekolah yang dulunya jelek namun setelah saya lulus menjadi sangat bagus. Saya belajardi SMA selama 3 tahun lamanya, walau memang dulu SMA saya jelek tetapi banyak memori yang saya rasakan saat di bangku SMA. Pada saat tahun terakhir atau kelas 3 SMA, saya mulai memperbaiki nilai rapot saya untuk seleksi SNBP, namun saya tidak lolos. Pada saat menjelang UTBK saya belajar untuk masuk ke Universitas impian saya dan orang tua saya yaitu Universitas Indonesia atau bisa dibilang UI. Namun saya tidak lolos pada seleksi UTBK. Setelah saya tidak lolos UTBK saya banyak mencoba ujian mandiri dimana saja, di UNDIP, UB dan yang lainnya. Saya juga sudak mengikuti jalur PPKB UI dan masih belum lolos. Pada saat itu saya udah mulai putus asa, saya merasa bahwa apa yang saya pelajarin itu sia-sia, Namun pada saat terakhir sebelum semua seleksi di tutup saya mengikuti seleksi mandiri ITS dan SIMAK UI. Alhamdulillahnya saya di terima dua-duanya, namun saya lebih memilih UI yang dimana tidak jauh dari rumah saya. Saat itu juga saya merasa bahwa kerja keras saya selama ini akhirnya terbayarkan.
Dalam perjalanan hidup saya sampai hari ini, saya menyadari bahwa banyak hal yang kita jalanin itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Dari kegagalan yang pernah kita rasakan, yang membuat kita harus menerima kenyataannya dan bangkit lebih baik lagi. Dari situ saya sadar bahwa kita semua butuh proses, dikehidupan ini tidak ada jalan yang mulus pasti ada gagalnya. Namun, kegagalan bukanlah akhir tetapi menjadi awal untuk diri kita untuk menjadi yang lebih baik lagi hingga kita meraih mimpi kita.
Sekian biografi saya Wasalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.