Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang Prof. DAI dan teman-teman sekalian. Perkenalkan saya Feriyanto Prabowo, mahasiswa S1 Teknik Mesin Universitas Indonesia semester 4. Di sini saya akan mencoba menceritakan bagaimana saya memahami mata kuliah metode numerik dan apa yang saya dapatkan dari perkuliahan minggu kemarin bersama Prof. DAI.
Menurut pemahaman saya, metode numerik adalah cara untuk menyelesaikan masalah matematika secara pendekatan atau aproksimasi, terutama ketika masalah tersebut tidak bisa diselesaikan secara analitik atau dengan rumus exact. Atau secara sederhana, menurut saya metode numerik itu seperti mengubah masalah yang sulit menjadi langkah-langkah perhitungan kecil yang dilakukan secara bertahap atau iterasi, sehingga bisa diselesaikan dengan bantuan komputer. Dari sini saya mulai melihat bahwa metode numerik bukan cuma soal hitung-hitungan, tapi lebih ke cara berpikir yang runtut dan sistematis untuk menyelesaikan masalah yang kompleks.
Namun dari perkuliahan minggu kemarin, saya mendapatkan sudut pandang yang lebih dalam melalui framework DAI5 yang diberikan oleh Prof. DAI. Saya jadi menyadari bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, kita tidak bisa langsung lompat ke perhitungan, tapi harus mulai dari kesadaran diri terlebih dahulu.
Pada tahap Deep Awareness of I, saya merasa diingatkan bahwa sebagai mahasiswa teknik, saya bukan hanya sekadar menjalankan rumus atau algoritma, tetapi saya juga yang menentukan bagaimana suatu masalah dipahami dan diselesaikan. Dari sini saya juga mulai menyadari bahwa kemampuan berpikir dan menganalisis yang saya gunakan selama ini bukan semata-mata karena usaha saya sendiri, tetapi juga merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri. Dengan adanya rasa syukur ini, saya jadi lebih hati-hati, tidak sembarangan dalam mengambil keputusan, dan lebih bertanggung jawab terhadap hasil yang saya dapatkan.
Kemudian pada tahap Intention, saya belajar bahwa sebelum melakukan analisis, saya harus punya niat atau tujuan yang jelas. Selama ini mungkin saya hanya berpikir โyang penting dapat jawabanโ, tapi ternyata dalam framework ini kita diajak untuk berpikir lebih dalam, untuk apa kita menyelesaikan masalah tersebut dan apa dampaknya. Hal ini membuat saya sadar bahwa proses belajar dan analisis yang saya lakukan seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada manfaat yang bisa diberikan.
Selanjutnya pada tahap Initial Thinking, saya belajar untuk tidak langsung masuk ke perhitungan, tetapi mencoba memahami masalahnya terlebih dahulu secara sederhana atau secara gampngnya saya kulitin terlebih dahulu masalahnya. Di sini saya mulai memikirkan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dan bagaimana hubungan antar faktor tersebut. Tahap ini menurut saya penting karena seringkali kita terlalu cepat ingin menghitung tanpa benar-benar memahami inti permasalahannya.
Pada tahap Idealization, saya memahami bahwa dalam dunia teknik, kita tidak mungkin langsung bekerja dengan kondisi nyata yang sangat kompleks, sehingga perlu dilakukan penyederhanaan menjadi model yang lebih sederhana agar bisa dianalisis. Tapi yang menarik, melalui DAI5 saya juga diingatkan bahwa model yang kita buat itu hanyalah pendekatan, bukan kenyataan sepenuhnya. Jadi hasil yang kita dapatkan tetap harus dipahami dengan kritis dan tidak boleh langsung dianggap benar tanpa dipikirkan kembali.
Terakhir pada tahap Instruction Set, barulah kita masuk ke bagian teknis, yaitu bagaimana menjalankan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis menggunakan metode numerik. Di sini kita melakukan perhitungan, iterasi, dan proses lainnya untuk mendapatkan solusi. Namun yang membedakan dengan cara berpikir biasa adalah kita tetap melakukan refleksi terhadap hasil yang didapat, sehingga tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada apakah hasil tersebut masuk akal dan bisa diterapkan.
Secara keseluruhan, menurut saya framework DAI5 ini bukan hanya membantu dalam menyelesaikan soal, tetapi juga membentuk cara berpikir saya sebagai calon engineer. Saya jadi menyadari bahwa kemampuan berpikir dan menganalisis yang saya miliki merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. Dengan begitu, proses belajar metode numerik tidak hanya tentang menghitung, tetapi juga tentang bagaimana saya menjadi pribadi yang lebih sadar dan bertanggung jawab.
Di perkuliahan minggu kemaren juga Prof. DAI juga memberikan kita tugas proyek optimasi, dimana setiap mahasiswa diminta memilih topik yang berbeda. Optimasi sendiri yang saya tangkap dari Prof DAI yaitu proses mencari nilai maksimum atau minimum dari suatu sistem dengan adanya batasan atau constraint tertentu, dengan cara mengatur variabel-variabel yang memengaruhi sistem tersebut. Dari berbagai pilihan yang ada, saya memilih untuk mengambil topik optimasi sistem pipa, karena menurut saya menarik dan cukup relevan dengan bidang teknik mesin yang sedang saya pelajari.
Terima kasih Prof dan teman-teman sekalian. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.