ccitonline.com

CCIT – Cara Cerdas Ingat Tuhan

| DAI5 eBook Free Download | CFDSOF | VisualFOAM | PT CCIT Group Indonesia : Indonesia leading CFD services company with Inhouse CFD Technology |

Analisis Energi yang Dihasilkan Steam Turbine dalam Siklus Rankine – Naufal Hibatullah Ramadhan (2306238782)

Assalamualaikum wr wb, nama saya Naufal Hibatullah Ramadhan dengan NPM 2306238782 dari kelas SKE-02. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai pertanyaan yang saya diskusikan dengan AI: “Jika ditinjau dari hubungan tekanan, temperatur, dan entalpi pada siklus Rankine, mengapa turbin uap dapat menghasilkan energi spesifik yang jauh lebih tinggi dibandingkan turbin impuls air yang hanya mengandalkan beda head (H)?”

Steam turbine memanfaatkan uap bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi yang dihasilkan dari boiler, lalu mengubah energi panas tersebut menjadi energi mekanik melalui proses ekspansi uap di dalam sudu turbin. Turbine uap ini memiliki prinsip kerja Bernama renkine. Berikut lebih jelas mekanismenya.

Empat proses utamanya adalah:

  1. Pemompaan (Isentropik): Air dipompa sehingga memiliki tekanan tinggi, dengan kerja input yang sangat kecil.
  2. Pemanasan & Penguapan (Isobarik): Air dipanaskan dalam boiler hingga berubah menjadi uap superpanas pada tekanan konstan.
  3. Ekspansi (Isentropik): Uap bertekanan tinggi diekspansikan dii turbin, menghasilkan energi mekanik dalam jumlah besar.
  4. Kondensasi (Isobarik): Uap buang dikondensasikan kembali menjadi air kembali di kondensor dengan membuang panas ke lingkungan.

Melalui mekanisme ini, energi panas dapat dikonversi secara efisien menjadi energi mekanik, yang kemudian diubah menjadi energi listrik melalui generator. perbedaan entalpi (Δh) antara kondisi masuk dan keluar turbin bisa mencapai ribuan kJ/kg, sehingga energi spesifik yang dihasilkan sangat besar

Jika dibangdingkan dengan energi yang dihasilkan oleh turbin lainnya jika dilihat secara rumus

Energi yang dihasilkan bergantung pada perbedaan entalpi antara uap masuk dan keluar turbin. Karena uap memiliki tekanan dan temperatur yang sangat tinggi, nilai Δh\Delta hΔh (perbedaan entalpi) dapat mencapai ribuan kJ/kg.

Sementara itu, turbin air hanya bergantung pada beda ketinggian (head, H) dengan persamaan:

Jika dilihat Energi hanya bergantung pada beda ketinggian (head, H), densitas air, dan gravitasi. Skala energi spesifik yang dihasilkan terbatas, biasanya hanya ratusan hingga ribuan kJ/kg, jauh lebih kecil dibandingkan dengan steam turbine.

Turbin uap masih dipakai secara luas karena memiliki keunggulan yaitu mampu mengonversi energi termal dari uap bertekanan dan bersuhu tinggi menjadi energi mekanik dengan efisiensi yang relatif tinggi, serta beroperasi secara stabil dalam jangka panjang. Hal ini berbeda dengan turbin impuls atau reaksi berbasis fluida lain seperti air, yang kinerjanya sangat bergantung pada kondisi geografis, debit sungai, atau ketersediaan head, sehingga penerapannya lebih terbatas pada lokasi tertentu saja.

Selain itu, turbin uap memiliki keunggulan dari segi skala (mampu menghasilkan daya ratusan hingga ribuan megawatt dalam satu unit), keandalan (dapat beroperasi kontinyu selama puluhan ribu jam operasi dengan perawatan yang tepat. Tidak hanya itu, turbin uap juga fleksibel karena dapat dipadukan dengan berbagai sumber panas, mulai dari batubara, gas, biomassa, hingga panas bumi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *