1. Prinsip Kerja Turbin Francis
air masuk ke spiral casing โ tekanan dan arah aliran diatur oleh guide vane โ energi potensial & kinetik berubah di runner jadi energi mekanik โ aliran keluar draft tube dengan kecepatan rendah supaya losses berkurang.
2. Hubungan Sudut Bukaan Guide Vane dengan Debit & Efisiensi
โข sudut kecil: debit lebih kecil, cocok untuk beban parsial tapi efisiensi bisa turun kalau terlalu sempit.
โข sudut besar: debit lebih besar, cocok untuk beban penuh, tapi kalau berlebihan bisa timbul losses dan potensi kavitasi.
โข optimal: efisiensi maksimal tercapai ketika sudut bukaan guide vane sesuai dengan kebutuhan beban turbin.
3. Perbandingan Efisiensi & Aplikasi
โข Francis: efisiensi 85โ90%, ideal untuk head menengah, fleksibel, banyak dipakai di PLTA Indonesia.
โข Pelton: efisiensi tinggi juga, tapi hanya efektif di head sangat tinggi, sederhana tapi tidak cocok head rendah/menengah.
โข Kaplan: sangat efisien di head rendah (bisa di atas 90%), sudu bisa diatur โ fleksibel untuk fluktuasi debit, tapi desainnya kompleks & biaya mahal.
4. Kelebihan & Kekurangan di PLTA
โข Francis: stabil & serbaguna, tapi kompleks dalam perawatan.
โข Pelton: sederhana, tahan lama, tapi terbatas aplikasinya.
โข Kaplan: super fleksibel untuk debit variatif, tapi biaya investasi tinggi.