Apa guna mempelajari Komputasi Teknik?
Seiring berkembangnya zaman dan waktu, pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian kompleks perlahan-lahan mulai tergantikan oleh AI. Hal ini dapat menjadi hal yang baik, karena manusia dapat bekerja lebih mudah daripada sbelumnya. Namun di sisi lain, kemajuan dan kehadiran AI ini juga dapat membawa dampak yang buruk, yaitu menggantikan nilai manusia dalam efisiansi pekerjaan. Oleh karena itu, manusia harus mempunyai nilai lebih yang tidak dapat digantikan oleh AI.
AI memang dapat membantu pekerjaan kita menjadi lebih mudah, tetapi AI tidak memiliki tahapan befikir seperti layaknya manusia. Hal ini dikarenakan AI hanya menyaring segala informasi yang diberikan kepadanya, tidak sama selayaknya manusia berfikir. Kita sebagai manusia, dapat berfikir secara sistematis, membedakan mana yang benar atau salah, yang baik ataupun buruk, serta mempunyai simpati dan empati yang tidak dimiliki AI. Metode yang dapat digunakan untuk mencapai semua ini adalah metode DAI5, yang terdiri atas:
- Deep Awareness of I
- Intention
- Initial Thinking
- Idealization
- Instruction Set
Dari semua poin diatas, masing – masing memiliki poin penting yang dapat dijabarkan dan bagaimana setiap poin bisa saling berhubungan. Berikut penjabarannya:
Deep awareness of I
Dalam sibuknya waktu kita dalam dunia ini, terkadang kita lupa untuk berhenti sejenak dan befikir tentang keberadaan kita di dunia ini, di tempat ini, pada posisi ini. Kita terkadang lupa alasan kita berada disini, kenapa kita ada disini, bagaimana kita bisa ada disini, hingga kemana arah jalan kehidupan kita yang tak pasti kapan selesainya. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan kenapa kita membutuhkan Purpose (alasan) kenapa kita bisa berada disini, dan mau kemana arah hidup kita.
Intention
Setelah arah atau purpose sudah didapat, maka akan muncul niat (Intention). Intention inilah yang kemudian dapat menjadi pendorong untuk mencapai tujuan kita. Perlu diketahui, bahwa intention ini dapat bersifat baik maupun buruk. Intention baik adalah dimana niat itu dapat mendorong kita untuk berbuat kebaikan kepada orang lain. Intention buruk adalah sebaliknya, dimana mendorong kita untuk melukai atau merugikan orang lain.
Initial Thinking
Ketika Tujuan dan niat sudah ada, maka akan muncul pikiran dalam kepala kita: darimana saya memulai ini?, Bagaimana saya memulainya?, Dengan cara apa saya dapat melakukan ini?, Semua pertanyaan ini merupakan pemikiran awal dalam pemecahan masalah yang kita hadapi, ataupun dapat menjawab poin tujuan dan niat.
Idealization
Semua jawaban yang didapatkan pada pemikiran awal akan dipilah, disaring, dan diteliti lebih dalam guna mendapatkan ide dan arahan akhir yang paling efektif bagi sang pemikir.
Instruction Set
Ide yang ada tidak akan terwujudkan tanpa aksi yang bermakna. Oleh karena itu dibutuhkan action, bergerak untuk mengubah dari diri kita yang dulu menjadi diri baru kita yang lebih baik dari sebelumnya. Ini adalah waktu untuk bergerak, untuk mewujudkan ide yang sudah kita tetapkan pada pikiran kita. Proses ini merupakan langkah yang cukup berat, karena action yang kita lakukan terkadang belum mencapai hasil yang kita inginkan. Tapi kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, kita harus tetap terus mencoba meskipun kita tidak tau apakah kita akan berhasil atau tidak. Dalam proses ini, terkadang hidup mengarahkan kita kepada ide baru, ide yang tidak terpikirkan sebelumnya, atau ide yang kemungkinan tidak terpikirkan sebelumnya. Kemana hidup membawa kita adalah misteri yang tidak diketahui oleh siapapun, oleh karena itu kita harus terus mencoba.